Balik Atas
Kader Posyadu sebagai Garda terdepan pelaksanaan program didaerah
 
Pewarta: Gerrard Raja Edisi 03/07/2019
| 345 Views
Kader Posyandu saat foto bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom (Foto Gerrard/Suaratifapapua.com)

Keerom,Jumlah kasus HIV dan AIDS per tanggal 31 Maret 2019 menunjukan bahwa Kabupaten Keerom berada pada angka 260 kasus. hal inilah yang mebuat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Keerom terus melakukan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat dengan harapan semua paham akan informasi yang benar terkait HIV & AIDS.

Bupati Keerom, Muh. Markum dalam sambutannya pada pelatihan penguatan kapasitas Pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS kepada Kader posyandu se-Kabupaten Keerom yang dibacakan oleh kepala dinas kesehatan menuturkan bahwa HIV bukan lagi untuk ditutup-tutupi,” Ia HIV bukan lagi untuk ditutup-tutupi tapi untuk segera kita temukan dan diobati dengan segera”.

“Kader posyandu harus paham tentang apa itu HIV sehingga pada saat dilapangan nanti mampu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, sehingga program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS benar-benar maksimal dikerjakan, Apalagi kader posyandu sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program didaerah mulai dari tingkat kampung yang sesunggungnya kader mempunyai tanggung jawab yang besar”.

“Jumlah Kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Keerom menyebar pada 11 distrik yang ada, seluruh masyarakat yang terdata ini, baik orang yang terinfeksi HIV dan AIDS maupun anggota keluarganya tentu adalah juga menjadi anggota masyarakat, sehingga kader-kader posyandu yang ada disekitar mereka secara langsung ikut bertanggung jawab salah satunya dalam memberikan dukungan moril dan dalam proses pendampingan”.

Berikan Komentar Anda