BALIK ATAS
Ada Mahasiswa DiPukuli Polisi,Saat Aksi Peringati 1 Mei
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 2nd Mei 2019
| 228 DIBACA
Yulianus Degei korban pemukulan yang  dilakukan oknum Polisi tampak terluka di wajahnya (Foto:Istimewa)

Yogyakarta,Terkait dengan aksi Peringatan Hari Buruh dan Aneksasi Bangsa Papua kedalam Indonesia pada 1 mei mahasiswa di kota study Yogyakarta mewarnai aksi.mahasiswa papua telah menyurati kepada pihak keamanaan setempat namun, pada saat aksi itu berlangsung pihak keamanan menolak dengan kekerasan memukul mahasiswa yang sedang aksi. Peristiwa tersebut terjadi di depan pintu gerbang Asrama Papua yang berlokasi Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta, Rabu (01/05/2019) pukul 10:00 WIB.

(Baca Juga : Aksi 1 Mei di Yogyakarta,Mahasiswa Papua di hadang oleh Polisi )

Menurut laporan yang diterima media ini dalam aksi dorong mendorong, polisi melakukan pemukulan terhadap massa aksi. Yulianus Degei yang juga dipukuli oleh oknum polisi saat melakukan pengamanan mengatakan bahwa ia senang sekali mendapatkan momen terindah dalam kesempatan-kesempata­n begini.

“Indahnya momen seperti ini. Ya benar-benar indah sekali. Bagi orang Papua yang yang pada saat ini sedang diam membisu, ia akan menyesal dalam hidupnya,”
Yulianus Degei si korban itu mengatakan bahwa polisi telah melanggar undang-undang Nomor 9 Tahun 1998.“Tugas polisi bukan mendiskriminalisasi massa aksi atau rakyat, tetapi melindungi dan mengayomi mereka. Namun pada saat ini juga polisi telah melanggar undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” tutupnya.

Di lokasi, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini menegaskan dirinya tidak melarang mahasiwa Papua untuk menyampaikan aspirasinya. Namun dia meminta agar penyampaian aspirasi tidak di Titik Nol, lantaran dikhawatirkan terjadi gesekan dengan massa lain yang berada di sana.

“Hari ini, Hari Buruh banyak elemen mau menyampaikan aspirasi termasuk ke Titik Nol juga banyak ada beberapa elemen. Ada dua elemen Paksi Katon ada FJR (Forum Jogja Rembug), juga (Mahasiswa) Papua yang ingin di situ. Sementara Paksi Katon dan FJR ini kita dapat informasi berseberangan dengan Papua ini. Kita pergi lah ke mahasiswa Papua kita sampaikan untuk hari ini jangan ke Titik Nol kita beri opsi ke tempat lain,” ujarnya.

Polisi kemudian memberikan opsi mahasiswa Papua untuk menyampaikan aspirasi di Tugu Jogja atau Balai Kota. Setelah itu mahasiwa Papua kembali berkumpul untuk untuk negosiasi, kemudian memutuskan untuk melakukakan aksinya di tuguh Jogja. Namun polisi kembali melarang mereka untuk orasi di tunggu Jogja juga, malah polisi mengarahkan mereka untuk orasi di balai Kota.

Sekitar 13.45 WIB para mahasiwa Papua tersebut keluar dari asrama untuk kembali menuju Titik Nol KM. Sempat terjadi kembali aksi saling dorong dengan polisi. Namun kemudian mahasiwa menyampaikan orasinya di tengah jalan Kusumanegara.

 

Mikael  Edowai

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM