Balik Atas
Adelaide Papuan Community (APC) Menanggapi Tindakan Rasisme dengan Menyurat ke Presiden JOKOWI
 
Pewarta: Redaksi Edisi 28/08/2019
| 399 Views

 

Feleks Degei (Foto:Dok.Pribadi)

Oleh Felix Degei*

ADELAIDE PAPUAN COMMUNITY (APC) adalah perhimpunan Mahasiswa Internasional Asal Papua dan Papua Barat yang sedang belajar di Adelaide Ibu Kota Australia Selatan. Komunitas yang beranggotakan para intelektual muda ini juga merasa kesal dan tidak menerima tindakan rasisme yang terjadi di Surabaya, Malang dan Makassar. Mereka menyadari bahwa cemoohan ini tentu ditujukan kepada kami semua Orang Asli Papua. Sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk menanggapi aksi tersebut dengan menyurati orang nomor satu di Indonesia, Presiden Ir. Joko Widodo.

Surat Pernyataan Sikap yang beralamatkan kepada orang nomor satu RI itu memuat tujuh poin penting. Ketujuh sikap ini diajukan karena tindakan dan kejadian serupa terjadi bukan hanya kali ini saja. Akan tetapi perlakuan senada selalu terjadi di berbagai tempat di Indonesia yang ditujukan baik secara perorangan maupun kelompok Orang Asli Papua.

Berikut tujuh pernyataan sikap yang telah diajukan atas nama segenap Perhimpunan Pelajar Papua di Adelaide, Australia Selatan.

Mengutuk segala bentuk tindakan rasisme kepada ethnis grup manapun khususnya terhadap Mahasiswa Asal Papua yang telah terjadi di Kota Surabaya, Malang dan Makassar.

Mengecam tindakan arogansi dari aparat penegak hukum yang melakukan penembakan gas air mata saat pengamanan 43 mahasiswa Papua, penghuni Asrama Papua di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Meminta tindakan tegas dari Pemerintah Republik Indonesia (Presiden, Kapolri dan Panglima-TNI untuk mencari oknum, ormas dan Aparat TNI yang melakukan tindakan rasisme dan intimidasi kepada Mahasiswa Papua di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur agar ditangkap dan diadili secara hukum.

Menuntut agar proses penyelidikan sampai pengadilan hingga selesai dilakukan secara terbuka (transparan) dan dengan seadil-adilnya.

Meminta agar Bapak Presiden membentuk lembaga independen untuk mengawal proses hingga selesai.

Mendorong segenap komponen Warga Negara Indonesia untuk saling menghormati dan tetap menjaga keharmonisan dalam kehidupan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusulkan kepada Pemerintah Indonesia agar melakukan edukasi secara massif untuk seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali dikemudian hari.

Demikian surat pernyataan ini dibuat oleh dan atas nama segenap Perhimpunan Pelajar asal Papua di Adelaide, Australia Selatan. Pernyataan ini dibuat karena mereka merasa kalau kami juga bagian dari Orang Papua yang diejek dengan sebutan ‘Monyet’. Mereka berharap agar surat penyataan sikap ini diadvokasi oleh segenap insan press agar didengar oleh orang nomor satu RI, Ir. Joko Widodo. Akhir kata mohon advokasi!

Ini suratnya resminya,

MARI KITA CIPTAKAN PAPUA PENUH DAMAI (PAPEDA)!

*Penulis adalah pegiat Masalah Pendidikan khusus Orang Asli (Indigenous Education) tinggal di Nabire Provinsi Papua.  

Berikan Komentar Anda