Andarias Gobay : Disisilain Wartawan Itu Menjadi Garda Terdepan Maka, Hargailah!
Pewarta: Eman You
| 505 Dibaca
EDISI TERBIT: 15 Mei 2020
Andarias Gobay dalam salah satu kesempatan belum lama ini . (Foto:PapuaLives

NABIRE- Seorang pemerhati fungsi Wartawan, Andarias Goabay,S.Sos MA berpendapat, Stay ad Home adalah himbauan Pemerintah untuk masyarakat tinggal dan tetap dalam rumah, No ad Home bagi Wartawan yang pagi hingga malam harus berjibaku pergi ke zona merah dan ruang publik. Namun sangat disayangkan harus turun meliput dengan perlindungan diri apa adanya (tak memadai,red).

Dikatakan Andi, dalam wabah pandemi virus corona (COVID-19) saat ini, juga memperlihatkan begitu besar peran juralis demi memmberikan Informasi cepat, aktual, akurat dan berimbang, turut disajikan dari olahan pemikiran para Wartawan.

“Lihat mereka ini sedang berjibaku di lapangan untuk menyajikan fakta untuk seluruh masyarakat. Namun siapa gerangan, haruskah mereka puas dan bangga dengan pekabarkan berita baik di masa pandemi COVID-19,” tutur Andi.

Menurut Andi, saat-saat seperti ini tugas dan tantangan yang dihadapi para Wartawan dalam menyampaikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat, tanpa menimbulkan stigma negative ada di pundak mereka.

“Memang, kondisi ini berbeda dengan kondisi diluar Papua sana. Banyak hal yang menyebabkan liputan di kawasan ini menjadi lebih menantang dan penuh perjuangan,”tutur Adii via hand phone kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).

Karena itu menurut Andi, mestinya para Wartawan harus didukung APD serta kost yang memadai. Konon belum pahamnya para narasumber dalam memperlakukan Wartawan saat di lapangan.

“Pemerintah hari ini membutuhkan mereka untuk pewartaan tapi pemerintah juga tidak menghargai jasa pengorbanan mereka, jangan jadikan mereka korban dari pada kebijakan bahkan mereka hilang dibalik media atau kebijakan,”tegas Andi.

“Ini yang saya kwatir sehingga saya meminta kepada pemerintah Provinsi Papua, Para bupati-bupati se-wilayah Meepago untuk menyisihkan sebagian kecil bagi para Wartawan kita,”imbuh Andi memohon.

“Kemudian mereka ini hidupnya sudah kena terik , hujan ,angin dan debu segala macam mereka ini hilang begitu balik berita diballik media bahkan dibalik kamera.” Sambung Andi.

Andi menilai, bagaimanapun, seperti juga para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan Covid-19, para Wartawan juga menjaga garda terdepan di ujung yang lain.

“selain tenaga medis juga berada di garda terdepan , tetapi tidak luput juga para wartawan juga selalu berada di garda terdepan memberikan informasi –informasi kepada publik,” tandas Andi.

Kendati secara aturan tidak Wartawan dilarang memungut,namun Andi berharap kepada pemerintah untuk memberikan atau memperhatikan nasib para Wartawan.

“ Itu harapan saya , semoga ada perhatikan dan menjadi masukan bagi para-para pemangku kepentingan untuk memperhatikan Nasib para wartawan kita,”pintah Andi.(**)

Berikan Komentar Anda
Share Button