Balik Atas
Aksi 1 Mei di Yogyakarta,Mahasiswa Papua di hadang oleh Polisi
 
Pewarta: Michael Edowai Edisi 02/05/2019
| 266 Views
Terlihat Aksi Mahasiswa Papua yang dihadang Polisi (Foto:Mikael/PapuaLives)

Jayapura, Terkait dengan aksi Peringatan Hari Buruh dan Aneksasi Bangsa Papua kedalam Indonesia pada 1 mei mahasiswa di kota study Yogyakarta mewarnai aksi.mahasiswa papua telah menyurati kepada pihak keamanaan setempat namun, pada saat aksi itu berlangsung pihak keamanan menolak dengan kekerasan memukul mahasiswa yang sedang aksi. Peristiwa tersebut terjadi di depan pintu gerbang Asrama Papua yang berlokasi Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta, Rabu (01/05/2019) pukul 10:00 Waktu Indonesia Barat.

Dalama dalam aksi tersebut dapat berpartisipasi oleh kurang lebih 130 mahasiswa asal papua,aksi hendak menuju Titik Nol KM untuk menyampaikan orasi. Namun mereka dilarang petugas untuk menyampaikan orasi di ruang public yang terbuka.

Wakil Kepala Divisi Advokasi LBH Yogyakarta Abdul Maliq yang menjadi pendamping aksi mengatakan bahwa pukul 09.00 WIB, pihaknya bersama koordinator aksi dan Kapolresta Yogyakarta telah bernegosiasi agar bisa menggelar aksi di Titik Nol KM, dan pihak Kapolresta telah mengizikanya.
“Cuma atas dasar keamanan, polisi melarang di sana dan merekomendasikan di Balai Kota Yogyakarta. Setelah rembug di dalam muncul kesepakatan aksi di Tugu tapi polisi tetap meminta di Balai Kota atas dasar keamanan. Alasan polisi ada elemen lain di Nol KM,” katanya.

Abdul menjelaskan secara administrasi pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan untuk menggelar aksi di Titik Nol KM ke Polresta Yogyakarta. Sehingga dia kecewa dengan peristiwa yang terjadi hari ini.

“Secara administratif semisal dalam Undang-Undang, penyampaian pendapat sudah jelas harus ada surat pemberitahuan dahulu. Teman-teman sudah melakukan di sana dan ada tanda terimanya,” katanya.

Aksi saling dorong tersebut, menurut Abdul, lantaran ada rasa kekecewaan dari rekan-rekan Papua. “Ya teman-teman yang aksi itu kan tetap mungkin mereka beranggapan polisi tidak kooperatif dalam hal ini namanya massa memiliki sebuah kekecewaan kemudian teman-teman tetap maksa ke Nol KM,” ujarnya”.

( Baca Juga : Ada Mahasiswa DiPukuli Polisi,Saat Aksi Mahasiswa Papua Peringati 1 Mei)

Di lokasi, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini menegaskan dirinya tidak melarang mahasiwa Papua untuk menyampaikan aspirasinya. Namun dia meminta agar penyampaian aspirasi tidak di Titik Nol, lantaran dikhawatirkan terjadi gesekan dengan massa lain yang berada di sana.

“Hari ini, Hari Buruh banyak elemen mau menyampaikan aspirasi termasuk ke Titik Nol juga banyak ada beberapa elemen. Ada dua elemen Paksi Katon ada FJR (Forum Jogja Rembug), juga (Mahasiswa) Papua yang ingin di situ. Sementara Paksi Katon dan FJR ini kita dapat informasi berseberangan dengan Papua ini. Kita pergi lah ke mahasiswa Papua kita sampaikan untuk hari ini jangan ke Titik Nol kita beri opsi ke tempat lain,” ujarnya.

Polisi kemudian memberikan opsi mahasiswa Papua untuk menyampaikan aspirasi di Tugu Jogja atau Balai Kota. Setelah itu mahasiwa Papua kembali berkumpul untuk untuk negosiasi, kemudian memutuskan untuk melakukakan aksinya di tuguh Jogja. Namun polisi kembali melarang mereka untuk orasi di tunggu Jogja juga, malah polisi mengarahkan mereka untuk orasi di balai Kota.

Sekitar 13.45 WIB para mahasiwa Papua tersebut keluar dari asrama untuk kembali menuju Titik Nol KM. Sempat terjadi kembali aksi saling dorong dengan polisi. Namun kemudian mahasiwa menyampaikan orasinya di tengah jalan Kusumanegara.

Berikan Komentar Anda