Aksi Save Nduga di Abepura,dibubarkan Aparat Keamanan

Spanduk Save Nduga (Foto:Istimewa)

Jayapura,Masyarakat dan Mahasiswa  yang berada di Kota Jayapura dan sekitarnya mengadakan Aksi Bakar Lilin dan Aksi SAVE Nduga di Lingkaran Abe (22/12/2018) Malam. Aksi Bakar Lilin Untuk Memperingati Warga Sipil yang tertembak di Nduga yang lagi krisis besar-besaran di sana.

Aksi tersebut yang dipelopori Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (GempaR) Papua bersama beberapa Organisasi Pemuda dan Aktivis Kemanusiaan yang ada di Jayapura.

Tampak aparat Keamanan Kapolres Abepura mengamankan Masa Aksi (Foto:Istimewa)

Hal ini dinilai dan dilakukan adanya Operasi gabungan Militer TNI/Porli sejak 2 Desember hingga 22 Desember 2018, selama hampir satu bulan operasi militer dengan kekuataan persenjataan lengkap, helikopter perang, dan 150-an lebih personil tentara.

Telah dikabarkan dari Nduga bahwa Militer telah menyerang dan menembak rumah-rumah warga, rakyat sipil di Mbua, Yigi, dan hampir di seluruh Kab, Nduga.

Warga sipil yang tekena bom dan tertembak di Nduga (Foto:Istimewa)

Walaupun, Tim BBC News Indonesia di Papua bertemu sejumlah orang yang mengatakan bahwa TNI menembak dan melempar bom pada warga sipil – tuduhan yang kemudian dibantah aparat. Prajurit TNI/Polri bertambah di wilayah itu setelah 17 pekerja Istaka Karya tewas diserang kelompok bersenjata.

Namun adanya dugaan kuat ,membuat media internasional memberitakan hal ini salah satunya media Australia yang jelas-jelas menyebutkan  bahwa “Media Australia Sebut Militer Indonesia Pakai Bom Fosfor di Papua“yang diterbitkan media https://dunia.tempo.co edisi (22/12/2018) Kemarin.

Masa Aksi sedang memegang spanduk di tugu Lingkaran Abepura (Foto:Istimewa)

Namun Aksi Bisu, ini dengan cara bakar lilin ini pun, berhadapan dengan pembubaran paksa oleh aparat keamanan, dari polsek Abepura.

Perlu diketahui bersama bahwa terkait Nasib Nduga,pada Kamis (21/12/2018).Lima Fraksi di DPR Papua dan Pemerintah Provinsi Papua telah menyerukan untuk menarik pasukan TNI/Polri di kabupaten Nduga, Provinsi Papua dan menghentikan operasi militer agar tidak menimbulkan masalah HAM yang baru.

Ditempat terpisah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua bidang Politik, Hukum dan HAM Papua, Laurenzus Kadepa Menyampaikan bahwa Rakyat Nduga adalah warga negara Indonesia yang harus kita selamatkan dari ancaman apapun, entah dari kehadiran TNI Polri, TPNPB atau kelompok manapun.

“Semuanya tergantung Presiden atau Mendagri mau menuding kami telah melakukan pelanggaran serius dan diancam jabatan Gubernur dan Anggota DPR di cabut ya bagi saya sangat siap. Silahkan ! “tulis Kadepa.

Lanjut Kadepa,Seharusnya pemerintah pusat hormati Gubernur, DPRP dan MRP karena Papua satu provinsi di Indonesia ada dalam status Otonomi Khusus.

“Apa jadinya NKRI harga mati di Papua kalau semua kebijakan dan permintaan pejabat daerah terus dipolitisir”Katanya,dikutip  melalui akun facebooknya (23/12/2018).

Weyambur

Berikan Komentar Anda

Recommended For You