BALIK ATAS
AMP-KK Semarang-Salatiga Minta Usut Tuntas Pelanggaran HAM dan Tarik TNI-POLRI
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 11th Desember 2017
| 671 DIBACA
Hari HAM Se-Dunia 2017 Anggota(AMP-KK) Semarang Salatiga Menyikapinya dengan memegang Spanduk Kasus HAM di Papua (Foto: AMP/PapuaLives)

Jayapura, Sesuai denga Pers Rilis yang diterima media PapuaLives.Com (10/12/2017) dari Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Semarang-Salatiga bahwa Momentum hari HAM Se-Dunia yang jatuh pada Tanggal 10 Desember , sejak diproklamasikan melalui Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia sebuah pernyataan global tentang hak asasi manusia pada tahun 1998. Peringatan ini sering dijadikan momentum untuk melakukan koreksi pelaksaan HAM masing-masing negara.

Di Papua, kondisi perlindungan HAM semakin memburuk dari tahun ke tahun. Sejak perebutan wilayah Papua dan dikeluarkan TRIKORA oleh Presiden RI Soekarno, hingga dianeksasi kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kejahatan kemanusiaan terus terjadi.

Padahal sebelumnya rakyat Papua hidup aman dan damai dengan berkebun, meramu di tanahnya sendiri. Lebih ironisnya dibawah rezim Soeharto didukung kapitalis global, terutama Amerika Serikat untuk mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) Papua dilakukan Kontrak Karya PT. Freeport tahun 1967, kemudian hal ini melegitimasi kejahatan kemanusiaan dengan menjadikan wilayah Papua sebagai Daerah Operasi Militer besar-besaran (1970-an hingga 1990-an). Akibatnya ribuan rakyat Papua terbunuh dan ribuan lainnya mengungsi ke Papua Nugini.

Dari semua pelanggaran HAM yang dilakukan militer tersebut tidak diselesaikan oleh negara, beberapa pelanggaran HAM berat lain seperti Biak Berdarah pada 1998, Wasior Berdara 2001, Wamena Berdarah 2003, Abepura Berdarah 2006.

Dan pembunuhan beberapa tokoh Papua diantaranya; Arnold Clemen Ap pada 1982, Thom Wainggai 1996, Theys H. Eluay 2001, Musa Mako Tabuni 2012, dan lainnya.

Terbaru dibawah rezim Jokowi-JK, pada 8 Desember 2017, 8 Siswa SMA di Paniai ditembak anggota TNI 5 diantaranya meninggal, 1 orang di Deiyai ditembak pada 2017, terbaru  1 orang di Merauke meninggal akibat dianiaya oleh anggota TNI pada 2017 dan masih banyak terjadi pelanggaran HAM hingga sekarang dalam berbagai motif.

Dengan kenyataan tersebut, maka dalam momentum 10 Desember 2017, Aliansi Mahasiswa Papua  Komite Kota (AMP-KK)  Semarang-Salatiga mendesak rezim Jokowi-JK untuk segera:

  1. Usut Tuntas Semua Pelanggaran HAM di Tanah Papua
  2. Tarik Militer (TNI/Polri), Organik dan Non-organik dari seluruh Tanah
  3. Dunia Internasional dalam hal ini PBB segera mengintervensi ke Tanah Papua
  4. Tutup PT. Freeport dan perusahaan multi-nasional lainnya sebagai dalang kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua
  5. Hentikan Teror dan intimidasi Terhadap mahasiswa Papua di luar Papua

Red/Pers Rilis

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM