BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Anak Manja Tidak Efektif
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 6th Oktober 2018
| 54 DIBACA

Oleh : Engelbertus Primus Degey

Anak manja, efek pertama yang muncul adalah Otak Mati. Berharap, bergantung, pemalas kerja, suka menunggu, seenaknya, dan cengen. Dalam bahasa keren, efek anak manja; tidak efektif, tidak inovatif, tidak kreatif, tidak mandiri, tetapi, apatis, egois, sombong dan jelas, kurang visioner.

Mengapa?

Jelas, anak manja tidak dilatih untuk untuk keringat, putar untuk meraih sesuatu. Akibatnya, selalu saja mengikuti gaya atau cara-cara instan, tidak pakai etika dan menyebalkan.

Apakah dalam keluarga Melanesia, muncul sikap seperti yang dilakoni anak manja? Dalam empat Papua mulai diterima sebagai bagian dari “Melanesian Brothers”, ada “seorang saudara” yang cenderung tidak menerima Papua sebagai saudaranya. Dia adalah Papua New Guinea.

Mengapa Papua New Guinea? Padahal dia sepulau, setanah air dan sedarah daging dengan bangsa Papua yang hidup di bagian West Papua.

Jawabannya karena, dia anak manja dalam sejarah.

Kita tahu, dalam buku Numberi (2010), Papua sudah dikavling-kavling atau dipetak-petak sejak 1890. Spanyol Kuasai Ambon. Prancis Kuasai sebagian Afrika. Portugal kuasai Timor-Timur. Belanda kemudian lewat VOC kuasai Sumatra, Jawa, Kalimantan, Ambon dan Papua. Inggris kuasai sebagian Afrika, Australia dan Papua New Guinea. Jerman kuasai sebagian pulau pasifik. Amerika dekade terakhir kuasai Filipina, lalu lewat politik ekonomi kuasai Freeport (Indonesia menjadi satpam), juga kalah di Vietnam, mengaku menang di film, diusir di Panama dan memerdekakan Kuwait dari Irak untuk kuasai minyak bumi di pantat taman Eden.

Bekas jajahan Inggris berjalan bagus. Ia membangun infrastruktur, ekonomi, politik luar negeri sebagai negara bagian dari Kerajaan Inggris, Commenwelt. Setelah dinilai, sudah siap, ia memberikan kemerdekaan Penuh. Kecuali di India, Mahatma Gandhi harus berkorban demi kebesaran bangsanya.

Intinya bahwa Papua New Guinea tidak pernah dijajah oleh siapapun. Karena tidak pernah dijajah, ya “otaknya mati”.

Seandainya kalau dia pernah dijajah, maka, dia akan melihat dengan mata hati dan dengan sungguh-sunguh, ” adoo saudaraku, mari, kakamu ada ni. Kita harus bikin apa”.

Tetapi karena otak mati, maka sekali lagi jangan berharap banyak sama saudara kita yang secara biogen, sebangsa Melanesia ini.

Anak manja, tak akan berpikir, tuturnya, tindakannya, maupun visinya. Dibayar emas, dia akan terima. Dibayar pinang, dia akan mau. Hmmm, harus ada yang hajar dia, supaya dia sadar. Sebab bangsa Melanesia bukan bangsa manjaan, tetapi bangsa pilihan Tuhan.

Bangsa Papua, jelas dipilih Tuhan. Dibentuk pada hari yang khusus, ditempatkan di negeri yang khusus.

Bangsa Israel diberkati Tuhan, karena ketika dunia menolak Tuhan Allah, cuma keluarga Adamlah yang menerimaNya dengan sungguh-sungguh dan setia. Turunannya telah memimpin peradaban dalam berbagai penemuan. Obat-obat di apotek, 99% temuan turun Bani Israel. Berbagai nobel, diraih orang-orang Yahudi. Sekalipun ingin dibasmi Firaun, ingin dibasmi Hitler (1914-1918) bangsa ini diselamatkan Tuhan.

Masalah adalah, negeri Isrel dijaga Filistin selama ribuan tahun, dan Israel kembali ke negeri leluhur, sampai hari ini bergolak bersama saudaranya, Palestina.

Indonesia rajin bicara Palestina di PBB, tetapi Indonesia alpa bicara pelanggaran di Papua. Padahal dilakoninya didepan Tuhan. Dia pikir Tuhan buta.

PNG justru lebih buta, dari Indonesia. Karena dimanja Amerika dengan emas Tembagapura.

Penulis adalah wartawan www. papuaposnabire.com

Berikan Komentar Anda