Asosiasi Bupati Mee-Pago Diminta Harus Bersatu Kordinir Aspirasi Mahasiswa Exsodus
Pewarta: Redaksi
| 534 Dibaca
EDISI TERBIT: 12 Oktober 2019
Yustin Iyowau Selaku Kordinator Mahasiswa Exodus Korban Rasisme Wilayah Mee-Pago (Foto:Dok.PapuaLives)

Nabire,Mahasiswa korban Rasisme Exodus Wilayah Mee-Pago meminta pemerintah daerah yang berada di wilayah adat Mee-Pago untuk bersatu mengkordinir Aspirasi Mahasiswa Exodus terutama dalam menindak lanjuti surat untuk mengadakan Audiens yang diberikan kepada Asosiasi Bupati Mee-Pago.

Kordinator Mahasiswa Exodus Meepago Yustin Iyowau ketika ditemui media papualives.com mengatakan mahasiswa meminta agar pemerintah daerah di wilayah Mee-Pago harus bersatu.

” kami mau posisi kami sentral, kami mau pemerintah daerah Mee-Pago bersatu dengarkan aspirasi kami secara bersama” kata Yustin,Sabtu (12/10/2019) di Pondok Mahasiswa Exsodus bertempat di Kampus II STT Walterpost Nabire.

Ia mengharapan kepada Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Mee-Pago beserta DPR agar dapat mengkordinir lebih lanjut tuntutan mahasiswa untuk melakukan Audiens.

Adapun tuntutan mahasiswa Exodus Wilayah Mee-Pago,ketika media ini mengkonfirmasi apa tuntutannya, namun tuntutannya itu masih bersifat rahasia dan diakui akan di beritaukan dalam Audiensi bersama pihak pemerintah di wilayah Mee-Pago nantinya.

Sesuai informasi yang di dapat media ini bahwa Jumlah terakhir Mahasiswa beserta pelajar korban rasisme Exodus Mee-Pago sementara berjumlah 725 dan diakui akan terus bertambah sebagian masih dalam perjalanan.

Berikan Komentar Anda
Share Button