Balik Atas
Bagaimana Berdoa Untuk Pasangan Hidup
 
Pewarta: Redaksi Edisi 17/10/2014
| 825 Views



Doa Untuk Pasangan Hidup

Bukan mustahil, kita seringkali mendapat kesulitan dalam memilih
pasangan hidup, karena kita meminta hal-hal yang sesuai dengan keinginan
kita sendiri. Demikian juga ketika saya belum menjadi seorang kristen,
yaitu sebelum saya mengerti untuk menerima sesuatu dengan iman. Pada
saat itu perkawinan sangat jauh dari pikiran saya. Saya begitu menikmati
hidup sendiri, sehingga saya

bersikap tidak perlu ada perkawinan.
Tetapi ketika saya mulai serius memikirkan perkawinan, mulailah pikiran
saya merancang gambaran tentang pasangan yang bagaimana yang saya
inginkan. Saya sudah membayangkan pasangan hidup idaman, kulitnya harus
begini, rambutnya harus begitu. Pada saat itu saya tidak tahu bahwa
Tuhanlah yang akan mengaturnya. Saya berpikir keinginan saya membuat
saya bahagia. Ternyata yang terjadi tidaklah demikian. Saya menikah
dengan pasangan berbeda dengan apa yang saya idamkan. Namun demikian,
saya memiliki perkawinan yang bahagia.
Yang ingin saya sampaikan
ialah rupa seseorang tidak menjamin perkawinan itu bahagia. Jadi, semua
hal yang sebelumnya pernah saya pikirkan itu bukanlah iman melainkan
suatu kesalahan. Yang terbaik adalah menginginkan pasangan hidup yang
Tuhan tahu cocok untukmu: biarlah keinginanmu itu dapat sejalan dengan
kehendakNya. Tuhan tidak akan memilih seseorang pasangan untukmu tanpa
melibatkan engkau di dalamnya, atau tanpa mempedulikan engkau. Ia
mengetahui apa yang terbaik untukmu. Apabila engkau meminta seorang
suami atau istri kepada Allah, serahkan segala kualifikasinya kepadaNya.
Mintalah di dalam nama Yesus dan percaya bahwa engkau sudah
menerimanya. Dengan demikian engkau tidak perlu mencari cari lagi,
melainkan imanmu dapat lepas dan membuka pintu bagi Allah untuk membawa
orang itu ke dalam hidupmu, dan orang itu pasti akan cocok untukmu
seperti baju yang dibuat oleh seorang tukang jahit :PAS Adalah
suatu kebodohan jika kita menginginkan pasangan kita harus begini atau
begitu. Itu dapat terjadi karena keinginan daging seperti yang kita baca
dalam surat Yakobus 4:1-3.Barangkali itulah sebabnya engkau belum
menerima hingga sekarang. Bukanlah iman jika engkau sekedar pergi kepada
Tuhan dan meminta seseorang. Tetapi engkau harus mengizinkan Tuhan
membawa orang itu kepadamu. Kita bisa saja meminta sesuatu atau
melakukan hal hal yang benar, tetapi tujuannya salah. Meminta pasangan
hidup dengan motivasi yang salah adalah sangat tidak benar. “Kamu berdoa
tetapi tidak menerima apa apa karena kamu salah berdoa”.
Dengan
kata lain, tujuan kita itu tidak benar karena meminta untuk keinginan
daging agar terpenuhi. Kecantikan atau ketampanan tidak ada hubungannya
dengan perkawinan yang bahagia. Saya mengenal orang orang yang sangat
cantik dengan rambut paling indah, tetapi mempunyai perkawinan terburuk
di dunia. Sebaliknya saya juga mengenal orang yang biasa biasa saja
tetapi perkawinannya sangat indah. 
BELAJAR PERCAYA KEPADA BAPA
DI SURGA

 Kita harus belajar untuk percaya kepada Bapa di surga.
Singkirkanlah pikiran kita dari segala hal yang jasmani, apakah itu
mengenai rupa atau kulit dan sebagainya. Mulailah dengan mencari
kerajaan Allah terlebih dahulu. Serahkanlah permintaanmu itu kepadaNya:
“Allah Bapa, saya menginginkan seorang suami atau seorang istri dan
Engkau tahu bahwa saya menginginkan yang terbaik, tetapi saya akan
mempercayakan itu kepadaMu, Tuhan. Semua ini saya minta di dalam nama
Yesus dan saya percaya bahwa saya akan menerimanya sesuai firmanMu di
dalam Markus 11:24 “Selanjutnya serahkan kepada Tuhan agar Dia dapat
membawa orang itu ke dalam hidupmu. Tetapi hati hati, jangan salah
menafsirkan ayat di atas. Karena ada kata kata ‘apa saja yang kamu minta
dan doakan’. sehingga anda sudah menentukan si anu yang harus menjadi
pasangan hidup saya. Bukan itu maksud yang dikatakan Yesus di dalam ayat
tersebut.Engkau dapat meminta seorang suami atau istri, tetapi tidak
bisa meminta orang tertentu, karena tidak ada disebutkan dalam Alkitab
bahwa Allah pernah memberikan kita otoritas atas keinginan orang lain.
Kita bisa saja menginginkan seseorang tetapi orang itu barangkali tidak
menginginkan kita. 
CARA YANG BENAR DALAM MEMINTA
Kalau
engkau akan meminta seorang suami atau seorang istri, saya menyarankan
untuk melakukan seperti ini:katakanlah, : “Tuhan saya minta seorang
suami atau seorang istri yang sepadan dan memenuhi kebutuhan rohani dan
jasmani saya. Saya percaya bahwa Engkau mengetahui yang terbaik
untukku.” Sesudah itu mulailah bersyukur Tuhan dan percaya kepadaNya
bahwa Dia akan membawa orang itu ke dalam hidupmu ,dan kamu akan tahu
sewaktu ia datang. Amin.
Dr.Frederick K.C. Price
Berikan Komentar Anda