BALIK ATAS
Bagian Diriku Yang Terlupakan
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 29th Oktober 2014
| 1103 DIBACA

“Telah sekian puluhan tahun lamanya, baru ku sadari bagian
tubuhku yang tak terlihat. Sehingga dia, bertumbuh tak sehat, badannya
masih terlihat kecil karena kurangnya nutrisi yang tepat baginya”

Begitu
banyaknya waktu yang ku habiskan untuk menjaga, merawat dan memberi
makan pada tubuh fisikku. Agar bertumbuh besar hingga kini usiaku
menjelang 36 tahun, tepatnya 21 November 2014, sejak aku hadir di bumi
ini pada tahun 1978 di kelurahan karang tumaritis, belakang kios panjang
Kabupaten Nabire, Papua.


Saya menghabiskan waktu banyak
hanya mengurusi tubuh yang terlihat ini saja, mulai dari menjaga
kesehatan, pendidikan, makan, minuman, pakaian, dan juga disisi rohani
tapi, belum pernah saya memahami tubuhku yang tak terlihat ini. Itu
semua bisa ku alami karena ketidaktahuan diriku memperhatian bagian dari
tubuhku yang tak terlihat ini.

Dia adalah tubuh roh
manusiaku yang ada dalam diriku sendiri. Dia tidak terpisah dari diriku,
kalau dia terpisah pasti saya mati. Inilah yang memberikanku kesadaran
akan pentingnya mengenal diriku sendiri. Saya baru menyadarinya kalau
dia juga ada dalam diriku.

“Kesadaran itu muncul dalam
pikiranku saat, saya berada diatas kapal KM Ngapulu dari Manokwari
tujuan Nabire. Kira kira pukul 9:00 malam hari, 13 Oktober 2014. Stengah
jam setelah Ngapulu angkat sauh dari dermaga yang kutinggalkan”.

Perkataan
tersebut baru ku sadari hingga usiaku menjelang seprempat abad
menjalani hidup di dunia nyata ini. Banyak hal yang belum ku tahu
tentang satu bagian dari diriku sendiri yakni tubuh rohku. Bukan lupa,
tapi memang belum sadar dengan baik untuk memberi makan pada bagian
tubuhku yang tak terlihat ini.

Dialah yang membriku hidup,
dialah kesadaran dari Tuhan itu sendiri. karna saya tidak dapat hidup
tanpa Tuhan yang ada dalam diriku, itulah roh yang berasal dari Bapa
segala Roh yang memberikan roh kepada semua manusia di bumi ini.
Sehingga, saya sadar bahwa saya adalah bagian dari Tuhan yang tak bisa
dipisahkan.

“Sebenarnya kita semua manusia ini anak
Tuhan karena Tuhan yang ciptakan kita. Jadi, jangan pernah malu atau
ragu ragu untuk katakan pada diri kita sendiri bahwa aku anak Tuhan.
Kalimat tersebut akan membuat kita dapat mengenal diri kita yang tak
terlihat tersebut yakni roh manusia kita yang ada dalam diri kita masing
masing”.

Manusia terdiri dari Tubuh Roh dan
Jiwa. Saya memahaminya begini, waktu Tuhan menciptakan Manusia di bumi
ini, Tuhan mengambil tanah dan membentuk manusia seturut dengan gambar
dan rupa Tuhan Pencipta kita manusia. Saat Tuhan menghembuskan nafas
atau roh kedalam hidung tubuh yang masih berbentuk tanah, jadilah jiwa
yang hidup. Itulah Adam, Manusia pertama yang diciptakan Bapa segala Roh
yang disebut  Tuhan Allah Pencipta.

Sementara, Jiwa
manusia kita dibentuk oleh kelima indra yaitu melihat, mendengar,
mencium, meraba dan merasa. Kelima indra tersebutlah yang memberikan
kita kesadaran akan dinia nyata ini. Sehingga, kita sadar akan kehidupan
yang sedang kita jalani di bumi ini. jiwa dapat terpisah dari tubuh.
tapi, jiwa tak dapat berpisah dari roh. 

Makanan Yang Bergizi Bagi Tubuh Roh Kita

Setelah
saya, mulai belajar dan belajar untuk memahaminya, saya baru tau menu
yang tepat untuk memberi makan kepada tubuh rohku. Menu tersebut adalah
segala hal yang aku inginkan, bukan yang aku tak inginkan. Itulah
makanan yang tepat baginya.

Hal hal yang kuinginkan adalah
segala hal yang positif. Itulah makanan yang sangat bergizi bagi tubuh
rohku. Seperti, mencitai, mengasihi, panjang sabar, baik hati, lemah
lembut dan segala sesuatu yang kita inginkan.

“Saya
terlalu banyak menghabiskan waktu dengan mengisi hati dan pikiranku pada
hal hal yang tidak aku inginkan seperti, amarah, benci, dendam, ganas,
cemburu dan lain lain. Nah, hal hal inilah makanan tak sehat bagi
diriku. Sehingga tubuh rohku tak pernah bertumbuh dengan baik.”

Sehingga,
setelah saya mulai belajar untuk mengenalinya, aku telah tau apa yang
wajib ku lakukan agar tetap menjaga, merawat, membrinya makanan makanan
yang bergizi, agar dia dapat bertumbuh dengan baik dan imbang dengan
tubuh jasmaniku.

Dialah sebenarnya, sumber hidupku yang
memberikanku kesadaran pada Sang Pencipta Khalik Langit dan  bumi yakni
Raja Pencipta Alam Semesta. Dialah kehidupan dari apa yang kujalani di
dalam dunia nyata ini, jika tanpa dia, saya tidak mungkin hadir di dunia
ini.

Tidak ada kata kata yang berarti untuk menjelaskan
betapa baiknya Tuhan Yesus kepada kita. Tapi, satu yang aku tau dengan
pasti untuk menjelaskan seluruh kebaikanNya kepada kita hanya dengan
kalimat

“Terima Kasih Tuhan Yesus”

Sepeggal
kalimat inilah yang menjelaskan betapa besar kasih ALLAH akan umat
ciptaanNya yang seturut dengan gambar dan rupaNya. jadi, Bersyukur atau
berterima kasih atas segala kebaikan yang kita dapatkan dalam hidup ini.
Itulah makanan yang bergizi  bagi tubuh rohku, bukan saya saja tapi
kita semua umat manusia di bumi ini.

Terpujilah Tuhan
Allahku, Bapa segala roh yang memberikan aku hidup di dunia ini untuk
menikmati segala berkat berkatMu yang begitu melimpah di dalam
kepercayaanku kepada AnakMu Yang Tunggal yakni Tuhanku Yesus Kristus
Namanya, dan dengan tuntunan RohMu yang Kudus, Amin…

Tips,
Belajarlah
berterima kasih kepada Tuhan Pencipta kita, Raja Alam Semesta untuk
segala hal yang mendatangkan kebaikan dalam hidup kita masing masing.
Ucapan syukur itu, dimulai dengan berterima kasih atas nafas hidup,
pakaian, makanan, kesehatan, kekayaan dan segala hal yang mendatangkan
kebaikan dalam hidup kita sehingga membuat hati kita bahagia.

Bagusnya
lakukan terimakasih kepada Tuhan saat Bangun pagi atau malam sebelum
tidur. Itulah sebenarnya doa dan pujian penyembahan kita kepada Raja
Semesta Alam yang memberikan kita hidup.

Enarotali, 141016
Natan Pigai

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM