Balik Atas
Baik dan Jahat telah Menjadi Bagian dalam Diri Kita
 
Pewarta: Redaksi Edisi 03/08/2014
| 826 Views
Foto Natan Pigai/fb/ist

 

Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita sendirilah yang menginginkan hal itu terjadi pada diri kita, entah itu dalam kondisi yang bahagia atau sebaliknya. Baik dan buruk itu selalu datang dalam kehidupan kita karena memang benar kita yang menginginkan hal itu terjadi dalam kehidupan kita.
 “Saya gagal karena orang ini, usaha saya macet gara gara dia, saya tidak jadi Bupati karena orang itu dan masih banyak tudingan yang kita berikan kepada sesama kita untuk melampiaskan kegagalan tersebut.”
Stop…stop…stop
baku tuding menuding terhadap sesamamu. Salahkanlah dirimu, tegurlah dirimu, tudinglah dirimu sendiri karena kesalahan itu anda sendiri yang mengundangnya. Lebih baik intropeksi diri, kira kira dibagian apa dan mana yang salah dalam diriku ?
Ingat !!!

Kebaikan dan Kejahatan selalu menjadi bagian dalam kehidupan nyata yang terjadi pada diri kita melalui Keinginan, Pikiran dan Perasaan kita tiap saat tanpa terkecuali. Ketiga hal itukan ada dalam diri pribadi kita masing masing. Sehingga apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita sendirilah yang menginkan hal itu terjadi. Kita harus tau sejarah awal penciptaan manusia di bumi dimana, HAWA dan ADAM memakan buah dari pengetahuan Baik dan Jahat sehingga kedua manusia telah menjadi tau akan Baik dan Jahat, kitapun keturunan dari mereka sehingga kita juga mengalaminya. Oleh karena itu pengetahuan baik dan jahat akan menjadi pengalaman nyata dalam kehidupan kita manusia dari apa saja yang kita ingin, pikir dan rasakan.

Kita Wajib Mengetahui Apa Itu HUKUM  TABUR TUAI ?
Hukum TABUR TUAI akan selalu berkata, “PERMINTAANMU ADALAH PERINTAH BAGIKU”. Hukum ini tidak memandang bulu, apa saja yang ada dalam pikiran dan perasaan kita, dia akan berikan kembali juga kepada kita. Hukum Tabur Tuai adalah hukum alam semesta yang dibuat Pencipta kita.
Hukum tersebut akan selalu menjawab apa saja yang kita pikir dan rasakan, entah itu baik ataupun jahat. Jika kita pikir dan mulai merasakan terus menerus tentang sesuatu hal, entah itu baik atau jahat, itu pasti akan menjadi kenyataan dalam kehidupan kita.
“Jadi,
penting disini untuk kita dapat mempelajari diri kita sendiri yakni menyangkut ketiga hal tersebut diatas tapi, masa kita menignginkan yang jahat, kan tidak tho? Sehingga keinginan kita terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita pikir dan rasakan tiap saat”
Jadi,menurut saya, Keinginan adalah Doa kita, Pikiran adalah kuasa untuk menarik keinginan doa kita, sementara Perasaan adalah Iman yang akan mewujudkan doa kita menjadi nyata. 
Jika kita dapat mengendalikan keinginan, pikiran dan perasaan kita ke hal hal yang baik, saya percaya, kitalah orang orang yang menjalani hidup sesuai dengan kehendak Raja Alam Semesta yakni Bapa Kami di Surga.
Tuhan Mengerti akan hal itu karna Dia yang membuatnya, sehingga Raja Alam Semesta mengutus Anaknya yang tunggal yakni Yesus Tuhan untuk datang menyempurnahkan kesepuluh hukumNya dengan dua Hukum Kasih Yakni
  1. Kasihilah
    Tuhan Allahmu dengan Segenap Hatimu, Segenap Jiwamu dan Dengan Segenap
    Akal Budimu. Saya memahaminya begini, Hati berbicara soal Keinginan,
    Akalbudi tentang Pikiran dan Jiwa adalah Perasaan karena Perasaan kita
    membentuk jiwa kita. itulah hukum pertama dan yang utama. sementara
    hukum kedua adalah
2. Kasihilah Sesamamu Manusia Seperti Dirimu Sendiri
Kata Yesus, tidak ada hukum yang dapat menentang kedua hukum tersebut, bahkan menurut saya, Tri Tunggal Allah juga tidak bisa menentangnya karena itulah sifat dasar Tuhan itu sendiri yakni KASIH
“Masa kita bisa menentang diri kita sendiri, kan tidak tho ? demikian juga Tuhan Allah Pencipta Kita” saya pikir, Kita wajib renungkan kalimat pertanyaan ini bersama sama?” Yesus Kristuslah pedoman hidup kita. Allah mengutus Tuhan Yesus ke dunia ini supaya kita
ikut apa saja pengajaran-Nya yang telah lakukan di 2014 tahun lalu. Itulah kehendak Allah yang mutlak. Hidup ini seumpama soal fisika yang diberikan Allah pencipta kita untuk mengerjakannya. Agar dapat menjawab seluruh pertanyaan tersebut, Tuhan Yesus telah memberikan kita kedua rumus Kasih. jadi, sekarang tinggal kita mau ikut atau tidak ? itu semuanya kembali ke pribadi kita masing masing.
Tuhan Yesus sangat mengasihi tong smuanya. Oleh sebab itu saya NATAN PIGAI Sangat mengasihi kamu semuanya sebab itulah perintah Kristus Yesus Tuhan kepada kita semuanya. Dia, Yesus Tuhan pasti senang melihat kita saling mengasihi karena kita telah melakukan perintahNya.
NB :
Jika kita ingin memahami kebenaran kebenaran Firman Firman Allah yang sesuai dengan kehendakNya, kita wajib memuji dan menyembah Dia, Yesus Tuhan dalam roh dan kebenaran setiap saat dalam diri kita masing masing. Pujilah Yesus terus tiap saat dalam diri kita maka, segala hikmat itu akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.
Jika Bapa Kami Yang di Surga saja sangat meninggikan AnakNya Yang Tunggal Tuhan kita Yesus Kristus, kenapa kita tidak ? Marilah kita renungkan bersama sama kalimat pertanyaan ini ?
Enarotali, 140528
Natan Pigai
Berikan Komentar Anda