Bantuan Mahasiswa Fakfak Dipangkas, Ditengah Wabah C-19
Pewarta: Redaksi
| 847 Dibaca
EDISI TERBIT: 9 Mei 2020
Mahasiswa Asal Kabupaten Fakfak, kota study Jayapura ketika berfoto bersama dalam rangka meminta perhatian Pemda Fakfak di Jayapura. (Foto: Ronald/PapuaLives)

Jayapura, Mahasiswa Asal Kabupaten Fakfak, kota study Jayapura mempertanyakan alasan pemangkasan beasiswa yang di lakukan oleh pemda Fakfak kepada mahasiswa Fakfak di berbagai kota study. Hal tersebut, di katakan mahasiswa Fakfak kota study Jayapura kepada media ini melalui siaran pers yang di terima malam ini. Jumat, 08/05/2020 kepada papualives.com

Mahasiswi Fakfak se-Jayapura ini  menanyakan terkait bantuan Beasiswa 1000 Mahasiswa, dana yang awalnya, terima akhir tahun dengan jumlah 6jt (Khusus OAP), kenapa sekarang mengalami pomotongan sehingga hanya 5jt yang kami terima.

Mereka menyatakan bahwa tidak berharap ada pomotongan beasiswa ini.  Untuk penambahan mahasiswa kenapa harus ada pomotongan dari uang beasiswa mahasiswa sebelumnya, yang seharusnya kami setiap tahun ada penambahan dan ada pengurangan mahasiswa, kami tidak mengalami pemotongan, kenapa di wabah covid-19 ini kami mengalami pomotongan, kenapa tidak ditambahkan saja malah dikurangi.

Mewakili Mahasiswa Fak-fak Tinni Aprianty Kabes menjelaskan bahwa uang beasiswa yang dikirim mereka untuk  membayar semester, Selain itu ada bantuan khusus dari  pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, dalam menangani wabah ini, Kalau ada pemotongan itupun dari Dana kampung dan tunjungan khusus para PNS.

” Kenapa harus bantuan pendidikan pun harus di potong dan apakah itu sudah termaksud dana bantuan Covid , sehingga proposal yang kami masukan di jawab atau tidak. Karena yang kami dapat info dari bapa Sekda, proposal itu sudah diteruskan ke Dinas pendidikan, apakah dinas pendidikan yg menangani itu ? Terus Dinas Sosial untuk apa ? Kenapa proposal yang kami kirim dari awal bulan April, sampai saat ini blm ada jawabannya [titik terang]. Itu merupakan kinerja dari dinas Sosial bukan dinas pendidikan tolonglah jangan dicampur aduk dana ini. Kami membutuhkan dana ini karena mengingat orgtua kami tidak semua pegawai, tidak semua berpenghasilan, bagaimna dengan orang tua yang cuman petani? Kami sangat sangat sangat kecewa dengan kebijakan ini”, tulis Tinni Aprianty Kabes dalam Rilispers Mahasiswa itu.

Mahasiswa Fakfak yang berada di Jayapura, sangat kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Fakfak terkait penutupan akses transportasi laut  dan udara, untuk membatasi orang dari luar masuk ke Fakfak. Akan tetapi karena alasan kemunusiaan, tranportasi laut kembali dibuka pada tanggal 19 april 2020 untuk memulangkan masyarakat dan mahasiswa Fakfak yang berjumlah 70 orang yang berada di Sorong.  Apakah kami Mahasiswa Fakfak yang berada di kota study lain tidak mendapatkan  hak untuk kembali ke Fakfak? kalau bupati  menggunakan alasan kemanusiaan maka kami juga meliki hak untuk kembali ke Fakfak, karena bapa presiden mengatakan bahwa pulang kampung dengan mudik berbeda.

Kami mahasiswa Fakfak ingin pulang, karena orang tua kami sebagian besar adalah petani dan terbeban dengan kondisi sekarang ini, yang tidak tahu kapan akan berakhir mereka harus berusaha mencari untuk menggirimkan uang untuk anak-anak yang berada jauh. Kami sangat berharap pemerintah Fakfak dapat menanggapi”, Tulisnya dalam Rilispers itu.

Getruda Hindom Salah satu Mahasiswa Fakfak juga menambahkan bahwa wabah covid-19 sudah ada dari bulan maret sampai saat ini. Tapi kami belum mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten Fakfak, dalam hal ini kami sangat kecewa kepada pemerintah kabupaten fakfak. Kami mengucapkan terima kasih kepada kantor dinas Provinsi Papua, Bapak Kaporles Yalimo, Briton learning english, Bapak Izak kambu yang mana telah memberikan bantuan berupa sembako kepada kami asrama mahasiwi Fakfak di Jayapura.

“Kami berharap dalam hal ini pemeritah Fakfak dapat mengambil contoh dari instansi-instansi maupun individu yang sudah memberikan kami bantuan, berupa sembako. Kapan pemerintah kabuten Fakfak menyalurkan bantuan kepada kami”Seperti dikutip dalam rilisnya.

(Ronaldo Josef Letsoin)

Berikan Komentar Anda
Share Button