BALIK ATAS
Benang Kusut Pasar Mama Papua
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 16th Mei 2014
| 1131 DIBACA

(Mengurai suasana yang lagi deadlock)

 Pengantar

Pembangunan pasar mama papua yang selama ini dibicarakan sejak bas suebu pimpin papua rasanya sudah bukan sesuatu yang asing tetapi sesuatu materi perbincangan yang selama ini mewarnai pembicaraan masyarakat jayapura, hal ini selama ini dikoordinir oleh SOLPAP, pada akhir tahun 2013 telah terjadi pertemuan antara pedagang asli papua dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam pertemuan itu pak gub menawarkan membangun pasar di gedung milik dinas kesehatan yang berada didepan Sagu Indah Plaza (SIP), namun pedagang asli papua menolak dan tetap mempertahankan lokasi perum damri sebagai lokasi pasar pedagang asli papua atau yang dikenal Pasar Mama Papua, dengan demikian perum damri harus mencari lahan baru, yang akhirnya disepakati adanya tukar guling (ruislagh) antara pemda dan perum damri, mengapa sampai kini ada palang memalang di lokasi baru perum damri yang di siapkan pemda papua.

Lokasi baru Perum Damri dan pasar Mama Papua

Agar pasar dapat dibangun maka, damri harus pindah dan untuk itu, harus dibangun dulu sebuah tempat damri yang baru, lokasi yang disepakati adalah jalan baru abe didepan pasar yotefa, walaupun belum tahu banyak namun karena yang berjuang adalah teman baik saya, Roberth Jitmau (Rojit) maka kadang saya dapat cerita dari beliau, lokasi ini oleh pemilik hak ulayat yaitu marga fingkreu dan sanyi telah di serahkan entah hak milik atau hak pakai tak jelas kepada KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan), sehingga kini urusan lokasi tanah damri baru adalah dengan KKSS namun tidak menutup kemungkinan dengan pemilik hak ulayat yaitu fingkreuw dan sanyi.

Dalam rangka mempercepat penyelesaian pembangunan ini maka perlu sebuah penyelesaian yang mempertemukan semua pihak yang terkait, dalam hal ini pihak pemilik hak ulayat dan KKSS, damri, dinas pu,dprp, biro keungan serta solpap. Pemilik tanah adat harus memastikan status tanah apakah sudah diserahkan ke kkss atau masih menjadi hak mereka, damri harus memastikan status tanahnya dengan pihak direksi Damri
di Jakarta serta menyampaikan kesiapannya pemimdahannya, dinas pu harus menjelaskan dana yang menurut sudah ada di DPA mereka, KKSS juga harus menjelaskan tentang kesiapan tanah yang mau diserahkan terakhir biro keungan harus didengar keterangannya tentang dana yang menurut informasi sudah di anggarkan, jika memang sudah dianggarkan agar mudah dicek aliran dananya, agar SKPDnya dapat menjelaskan lebih lanjut tentang realisasinya.

Jawabannya sederhana apakah lokasi sudah dibayarkan atau belum, jika sudah dibayarkan tetapi masih kurang maka solusinya dilakukan penambahan dana kepada pemilik hak ulayat dari pihak kkss, jika memang tidak dianggarkan maka diusulkan baru lalu disiapkan penyalurannya, agar pembangunan daoat segera dilanjutkan. Damri dan pasar sama-sama penting bagi masyarakat dan kepentingan umun.

Solusi

Segera digelar rapat konsultasi untuk mengklarifikasi duduk masalah ini, melalui sebuah Rapat Konsltasi Pembangunan Pasar mama papua yang menghadirkan semua pihak agar ada percepatan pembangunan pasar pedagang asli papua. Pasar Papua yang ada dijantung kota jayapura adalah satu ikon penting masih eksisnya orang asli papua didalam dominasi perdagangan oleh kaum non papua.

Penulis Adalah Ketua Dewan Adat Meepago

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM