BALIK ATAS
Bencana Alam Hadir Sebab Alam Lebih Jujur Dari Pada Manusia
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 19th Maret 2019
| 265 DIBACA
Bencana alam di Seputaran Danau Sentani Jayapura (Foto:Gerald/PapuaLives)

Oleh : Fransiskus Kobepa

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana alam sudah menjadi langganan di negeri ini entah itu ; Gempa Bumi,Stunami,Longgsor,Banjir Bandang dan lain-lain.

Kehadiran bencana alam mengagetkan bahkan mengejudkan seantero bumi ini sebab, ia datang tanpa jadwal dengan secara tiba-tiba siapa kah yang tau ? siapakah yang perlu disalahkan? dan siapakah yang memulainya?

Sebagai manusia pastinya akan merasakan bahwa merenungkannya bahkan merasa sebuah alunan lagu Ebit G Ade itu teringat kembali dengan syair indah itu “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita.” lirik lagunya itu sungguh penuh makna  mendalam menjadi sebuah refleksi kehidupan kita di alam di sekitar kita.

Dalam beberapa bulan terakhir ini  di wilayah indonesia khususnya di papua saat ini  mengalami bencana alam yang sangat dasyat yaitu banjir bandang di kota sentani yang mengakibatkan  kerugian materiil. Kehilangan Surat-surat penting, perlengkapan rumah tangga, alat-alat elektronik, kendaraan roda empat maupun roda dua dan bahkan ratusan nyawa manusia ikut menjadi korban atas kebuasan bencana itu.

Ada beberapa hal mengenai bencana alam yang sering terjadi yaitu bencana alam yang terjadi akibat alam dan akibat perbuatan manusia ; 1. Bencana yang Diakibatkan Alam Peristiwa bencana alam umumnya terjadi karena alam itu sendiri. Pada saat alam mengalami perubahan yang ekstrim, maka terjadilah bencana alam tersebut, misalnya gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapil dan lain-lain. 2. Bencana Akibat Perbuatan Manusia Selain karena perubahan alam, bencana juga terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Banyak manusia yang melakukan perbuatan tidak bertanggungjawab yang akhirnya mengakibatkan bencana alam. Beberapa bencana alam yang dipicu oleh ulah manusia adalah:

  • Banjir karena membuang sampah sembarangan
  • Tanah longsor akibat penebangan hutan secara liar
  • Kebakaran hutan karena membuka lahan baru dengan cara membakar pohon
  • Kekeringan akibat pengambilan dan penggunaan air secara berlebihan.

Jujur Itu Sakit Ka

Jujur itu sakit ka,itulah ungkapan yang tepat untuk membangun kesadaran dari diri pribadi , keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar dengan mencoba mengubah cara pandang  pandang dan perilaku kita terhadap alam seharusnya diubah. pada hal ini penulis mencoba menguraikan secara jujur bahwa  penanganan bencana alam versi pemerintah dan organisasi masyarakat maupun LSM/NGO

1.Pemerintah (Pemerintah Provinsi hingga kecamatan dan desa)

Pemerintah merupakan suatu sentral yang dipandang warga masyarakat sebagai pelayan untuk memenuhi setiap aktivitas manusia terutama dalam keselamatan dan perlindungan hukum yang berlaku sebab pemerintah adalah sentral segala masalah dan solusi bahkan disebut sebagai wakil sang pecipta di dunia ini. Penanganan dan pencegahan pun harus dilakukan segera mungkin untuk meminimalisir dampak dampak dari terjadi bencana dari sudut padang pemerintahan sendiri penulis menyimpulkan bahwa;

1.Bencana alam adalah hal yang sangat serius pemerintah segera mungkin untuk melakukan pemetaan titik rawan

2.Pemerintah sebagai sentral intelektual seharusnya membuat sebuah kajian khusus untuk menangani bencana alam

3.Pemerintah terutama pemerintah terkait dapat mengidentifikasi bencana dan cepat dan tanggap

4.Mengelola daerah rawan bencana dengan teknologi yang tepat sehingga dapat meminimalisir bencana

5.Komunikasi dan Kalaborasi antara pemerintah ,Tim SAR,BNPB,Relawan Bencana harus ditingatkan

2.Organisasi Masyarkat (LSM,Komunitas dan Warga)

Kita sudah tidak asing lagi namanya LSM atau tepatnya di kenal NGO adalah perusahan/yayasan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pada intinya memberikan solusi-solusi terbaik bagi kelangsungan hidup warga terutama wilayah wilayah yang rawan terjadi bencana alam. Kerja keras LSM/NGO pihak keagamaan,pemuda maupun organiasi kemasyarakatan lainnya menjadi sangat penting dalam mengedukasikan yang baik-bagi warga di sekitarnya sehingga dapat membantu paling meminimalisir bencana yang terjadi dengan baik berikut menurut penulis dari pandangan Organisasi Masyaraakat hal hal yang menjadi perhatian bersama yakni;

1.Melakukan Gerakan Cegah Bencana Alam

2.Melakuakan Komunikasi dengan pihak pemangku kepentingan untuk waspada titik titik rawan

3.Memberikan laporan temuan upaya pencegahan bencana kepada DPRD agar dijadikan kebijakan nantinya.

4.Pembentukan Satgas Bencana alam yang terdiri dari unsur masyarakat,LSM/NGO dan Organisasi Masyarakat

Kesimpulan

Bencana alam memang datang beragam dengan akibat yang beragam sehingga kita perlu melihat lebih jelih dengan kacamata yang baik dan sudut pandang yang baik pula,dengan bersahabat dengan alam merupakan sesuatu hal yang sangat baik . sebab manusia hidup di alam sehingga segala aturan dan kehidupan harusnya mengikuti kemauan alam tanpa harus merusak dan mengangu alam itu sendiri. sehingga alam dan manusia bisa bersahabat dan menjadi sahabat yang baik demi kelangsungan hidup manusia.

hampir kita semua dengan mudah menilai bahwa sebuah bencana itu terjadi akibat penebangan liar , mengecek kaki gunung maka kita akan lebih banyak tau tentang soal terjadinya erosi , tidak hanya itu bisa saja ada penebangan liar oleh masyakat tertentu untuk bangun kebun, tetapi ada juga penggalian liar, ataupun adanya aktivitas berbahaya seperti giling batu ciping dan alat-alat berat exapator, lowder sedang beroprasi dilokasi.

Selain itu ada pula Kontraktor nakal yang mengeruk gunung kontraktor-kontrakto­r yang tidak berpikir dengan hutan lindung tetapi mereka hanya berpikir yang penting dapat untung. Ini sebabnya yang sangat merugikan banyak pihak saat ini dengan adanya bencana  yang dapat mengorbankan jiwa dan harta benda.

Sehingga pemerintah saat ini harus lebih pro-aktif melihat persoalan ini, agar hal ini benar-benar diidentifikasi lebih dalam lagi. Selama ini mungkin kita hanya bersikap  kurang perhatian dan kurang peduli terhadap alam kita  lebih melihat sebagai objek dan bukan subjek.

Kita seringkali Buang sampah sembarangan, menebang hutan dan tidak mampu mengelolah tanah lebih baik. Padahal secara antropologis, alam dan manusia adalah satu subjek yang sama dan saling bergantung satu sama lain. Penanganan dan pencegahan pun sangat beragam sudah dilakukan oleh manusia mulai dari cara-cara dan bentuk sehingga masing -masing  individu atau kelompok tertentu sudah mempunyai nilai tersendiri capainnya yang telah dilakukan. Alam Kita Lebih Jujur dari Pada Kita Manusia Yang Hidup di Alam  –Maka Mari kita Lestarikan Alam Kita–

Penulis Adalah

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM