BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Berdayakan Perempuan,Komunitas WARNA hadir di Kota Jayapura
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 11th Juli 2018
| 244 DIBACA
hasil kerajinan tangan komuniras warna (Foto:Hiswita Pangau/PapuaLives)

Jayapura,Komunitas WARNA berasal dari kelompok perempuan dampingan Yayasan Harapan Ibu (YHI) Papua, yang awalnya tergabung dalam kelompok besar TAMECU (Tak Mengenal Cuaca). Dengan adanya bantuan dana hibah dari Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) pada program Pemberdayaan Perempuan Dalam Penanggulangan Kemiskinan melalui Citradaya Nita (CN) Tahun 2018, diharapkan dapat memberi manfaat bagi komunitas melalui kegiatan-kegiatan dalam program yang akan dilaksanakan.

Pada awal program nanti 07 Juli 2018, akan dilakukan Workshop sosialisasi program kepada komunitas yang akan terlibat dalam program CN selama tiga bulan kemudian pada bulan agustus dan desember akan dilakukan pelatihan baik pemasaran melalui media sosial dan cara mengelola sistem keuangan.

Diharapkan dengan adanya program Citradaya Nita selama tiga bulan, dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas perempuan, dan memberi manfaat khususnya bagi perempuan, serta mampu menyadarkan perempuan tentang potensi-potensi yang dimiliki untuk menjadi satu keterampilan yang menguntungkan serta membantu perekonomian.

Pentingnya Pemberdayaan perempuan memang tidak hanya dari sisi ekonomi namun juga pada berbagai akses, yaitu kesehatan, pendidikan dan dalam berbagai hal. Dengan demikian diharapkan 15 orang perempuan yang tergabung dalam program ini, dapat memberi pengaruh dan manfaat bagi kelompok perempuan lainnya serta dapat meningkatkan akses perempuan dalam berbagai aspek sebagai indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam program CN 2018.

WARNA dipilih menjadi nama komunitas karena setiap perempuan memiliki keunikan masing-masing dengan latar belakang cerita, kisah, serta warna-warni kehidupan yang berbeda-beda pada setiap individu sehingga melalui program ini, diharapkan setiap orang mampu berdaya dan memberi dampak positif tidak hanya untuk diri sendiri namun bagi keluarga dan lingkungannya.

Seperti beberapa hal yang disampaikan oleh Ibu Eni Mulia selaku executive director PPMN pada Workshop pengenalan program akhir juni 2018, Program Fellowship Citradaya Nita adalah satu-satunya di Indonesia yang mmeberikan bantuan dan kesempatan khusus bagi jurnalis perempuan untuk memberdayakan komunitasnya terutama kaum perempuan. PPMN telah menyelenggarakan program ini sejak tahun 2015 dan secara kontinyu dan total telah memberikan fellowship ini kepada 21 jurnalis perempuan dari seluruh pelosok Nusantara dengan berbagai program mulai dari pendidikan, hingga kesehatan, pencegahan perdagangan manusia hingga peningkatan ekonomi serta pencegahan pernikahan anak dan banyak lainnya. Program ini diadakan PPMN mengingat masih terpinggirnya peran dan posisi perempuan di Indonesia pada media.

PPMN sebagai sebuah lembaga nonprofit untuk mengembangkan profesionalisme media dan memperluas akses informasi di Indonesia dan berbagai negara Asia. Sehingga melalui program ini perempuan memahami tentang media dan mampu bersaing secara positif melalui media khusunya akses informasi dan pemasaran serta promosi.

Produk Kerajinan dari Komunitas Warna Kota Jayapura (Foto: Hiswita Pangau/PapuaLives)

WARNA adalah salah satu komunitas Perempuan Kreatif Kota Jayapura terdiri dari 15 orang, yang fokus pada berbagai keterampilan yaitu, mengolah bahan bekas, menganyam noken, membuat bunga dari benang, membuat pita HIV dan berbagai keterampilan lainnya, diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas perempuan lainnya agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki serta kepercayaan diri untuk belajar tentang keterampilan serta mencari peluang-peluang yang memberi manfaat untuk menjadi Perempuan yang Berdaya.

Dengan berjalannya waktu, kelompok ini diharapkan kedepan tidak hanya 15 orang yang akan berjalan bersama, namun dapat berkembang menjadi kelompok yang besar dengan melibatkan perempuan-perempuan kreatif dan terampil lainnya. Sehingga meski program CN berakhir namun komunitas ini tetap berjalan

Hiswita Pangau

Berikan Komentar Anda