Balik Atas
Bertolaklah Ke Tempat Yang Dalam
 
Pewarta: Redaksi Edisi 11/02/2019
| 462 Views
Pulau Papua (Foto:kemenrisdikti)

Oleh : Izahk Bofra

Dia yang telah mengawali karya baik dalam diri kita akan menyelesaikannya dengan sempurna”.

Kehidupan ibarat satu tanda tanya yang secara terus menerus perlu dicari jawabannya. Sering tidak kita ketahui dengan pasti kemana kehidupan ini akan bergerak dan berhenti di titik apa. Dunia yang terus berkembang dan bergerak maju, setiap hari kita terus dihadapkan pada arus perubahan yang semakin tak terbendung. Kondisi ini secara tidak langsung memberi tanda bahwa kita harus berlari kencang untuk mengikutinya, menyesuaikan diri dan berjuang untuk mengikuti arus perubahan dimaksud. Lalu apa yang perlu kita lakukan?, untuk menantang seluruh arus perubahan yang dihadapi secara sprit berpikiR maupun aksi nyata yang dilakukan. Kita membutuhkan kompas pengarah pribadi yang baik untuk itu, kita sebagai generasi yang berada pada revolusi keempat. Kita juga memberi diri untuk mampu melihat dan memahami apa yang terjadi di hadapan kita dan apa yang terjadi di waktu sedang dan waktu yang akan datang.

Diskusi bersama remaja dari pelosok belantara yang datang untuk menempuh pendidikan di kota. Diskusi bersama generasi Miyah yang sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah atas (SMA)  Seminari Petrus Van diepen sorong “What Do You Want to be”? Pikirkan matang-matang dan ukur kemampuan kita sesuai dengan kemauan kita, mau  Kuliah? Temukan kesukaan kita dan tujuan kampus tempat kuliah atau mau kuliah dimana? Ambil jurusan apa? Menghabiskan biaya berapa? Menempuh program apa? Setelah lulus nanti apakah bisa dapat pekerjaan?

Tentunya, kita harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan bijaksana. Satu hal, jangan sampai jawaban tersebut kita dapatkan dari orang lain dan bukan dari diri kita sendiri tutur Mario Wiran mantan ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang  Yogyakarta St. Thomas Aquinas yang menjadi pemantik dan menghantarkan adik-adik di ruang bebas. Seorang Mario, menghantar generasi Miyah untuk berpikir lebih jauh tentang kemana arah dan jalan mana yang mereka tempuh.

Kenapa? Karena kalian harus siap menghindari ketidaksesuaian apa yang kita tempuh di bangku kuliah dengan minat dan bakat kita, maka jawaban tersebut harus datang dari diri kita sendiri. Dengan demikian minimal jika kita ingin kuliah harus bisa menentukan hal-hal berikut:Pilihan perguruan tinggi Jurusan yang akan kita pilih Estimasi biaya untuk kuliah Diploma atau Sarjana program yang akan kita ambil Informasi tingkat kebutuhan lapangan kerja pada arah dan waktu-nya , dan kapan waktunya mendatang setelah kita lulus kuliah beberapa hal di atas sudah kita selesaikan, maka melangkah untuk melanjutkan studi (kuliah) tentunya dengan semangat dan motivasi yang kuat, maka kuliah tidak sekedar ikut saran teman, mengikuti keinginan orang tua atau alasan lainnya.

Ingin Bekerja? Pikirkan Kemampuan Kita Kita harus memiliki skill lebih dibandingkan kompetitor lainnya. Kita harus memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja kita harus siap untuk berkompetisi setelah diterima kerja nanti Kita harus menentukan target pribadi dalam waktu lima tahun mendatang tentang pekerjaan kita harus menentukan bekerja pada orang lain (karyawan) atau menciptakan lapangan kerja sendiri (usaha mandiri).

Harvard University dalam penelitiannya menemukan bahwa 90% orang sukses sangat bergantung pada penguasaan soft skill.Dunia yang terus bergerak maju ini mengharuskan kita untuk menjadi individu yang berpikir global tetapi tetap memiliki kompetensi yang mumpuni.

Penguasaan soft skill bisa diperoleh dari mengikuti organisasi, mengikuti kelas pelatihan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Misalnya: Public Speaking, Manajemen Rapat, Teknik Menulis dan lain-lain. Berpikir global bisa diperoleh dengan membaca buku dan berdiskusi dengan teman. Memiliki kompetensi yang dimaksudkan adalah menekuni satu bidang studi pilihan kita dengan sebaik mungkin.Suatu saat generasi yang saat ini memimpin akan tergantikan, tergantikan oleh siapa? Oleh mereka yang siap. Jadi belajarlah yang tekun dan persiapkan dirimu untuk menyambut tantangan dunia yang semakin berat. Temukan dan catat mimpi kita dalam pikiran kita, doakan itu dan berjuang mewujudkannya dengan langkah-langkah kecil yang meyakinkan. Percayalah Tuhan telah menyiapkan yang terbaik bagi kehidupan kita. Sekarang, berjuanglah untuk memantaskan diri menerima berkat yang telah disediakan.diskusi yang berlangsung pada hari sabtu,18/01/2019.

Karena dunia yang akan datang sangat ketat karena competisi akan sangat kompleks dimana arus tenaga kerja akan masuk keluar karena hari ini negara telah melakukan berbagai kerjasama antar kawasan baik MEA (Masyarakat ekonomi Asean), dan lainya sehingga tidak ada batasan bagi orang asing untuk bekerja di Indonesia termasuk papua dan yang akan mengambil peluang tersebut adalah mereka yang telah siap. Generasi papua memiliki kesempatan yang sama dalam menentukan pilihan hidupnya, terutama dunia kerja yang berhadapan dengan persaingan. Kita tidak mampu menutupi arus perubahan yang kita hadapi langkah yang kita lakukan adalah menyiapkan diri dengan baik untuk bersaing dengan secara sehat dengan mereka.

Bertolak ke tempat dalam dan terus bertolak di sana kamu menemukan seluruh biota yang indah menghiasi sebuah pulau surga yang menjadi pujian kita bersama.Adik-adik ingat kita sekarang hidup dalam persaingan bebas dan membutuhkan keseriusan bersama untuk bangkit dan bergerak bersama. kita semua diutus di tengah dunia secara khusus adik-adik yang menyelesaikan pendidikan menengah atas, dan melangkah dunia kampus atau perguruan tinggi. Tempat dimana kamu berada disitu adalah tempat terbaik bagi kamu untuk belajar baik belajar dalam kampus dan di luar kampus, ingat ilmu pengetahuan di luar kampus sangat penting, karena diluar banyak hal yang kita dapat dan belajar.

Selamat datang calon mahasiswa baru Generasi Miyah

Penulis Adalah Seorang Pemerhati Keadaan Sosial di tanah Papua

Berikan Komentar Anda
Link Banner