Balik Atas
Bintuni Terbaik, Pengelolaan Dana Kampung Siskeudes di Papua Barat
 
Pewarta: Redaksi Edisi 17/12/2017
| 719 Views
Lince Idorway, SH, MM Ketika berdiri menunjukan salah satu parabola visat jaringan Siskeudes di Bintuni (Foto:DanielMD/PapuaLives)

Bintuni,Kabupaten Teluk Bintuni merupakan kabupaten terbaik dalam pengelolaan dana Kampung atau Desa dengan menggunakan aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes).

“Untuk pengelolaan dana Desa yang tadinya manual maka dengan adanya aplikasi Siskeudes maka kabupaten Teluk Bintuni bisa mencapai realisasi penggunaan dana desa 100%. Daerah pesisir sampai pegunungan sudah menggunakan aplikasi Siskeudes dengan baik.

Kedepan kami akan bangun visat jaringan online di setiap distrik agar realisasi penggunaan dana desa setiap harinya juga dapat diinput langsung ke kabupaten secara online,” demikian dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Teluk Bintuni, Lince Idorway, SH, MM, Rabu (13/12/2017).

Disebutkan bahwa penilaian soal pengelolaan dana desa dengan Sikeudes Bintuni terbaik di Papua Barat dinilai berdasarkan penggunaan aplikasi Siskeudes oleh operator-operator Siskeudes.

“Penyaluran dana desa untuk tahun anggaran 2017 sudah terealisasi 100% termasuk dengan pelaporan dana desa tersebut. Adapun total dana desa yang telah disalurkan sesuai jumlah dana desa yang masuk dari pusat sebesar Rp. 97 milyar. Tetapi ada beberapa kampung yang saya berikan tanda bintang untuk ditindaklanjuti pemeriksaannya.

Dan masalah dana desa di kampung-kampung tersebut tidak fatal dan kami fokus pada rencana kerja pembangunan desa atau kampung dan rencana anggaran biaya mereka. Saya berharap kepada kepala-kepala kampung agar menggunakan dana desa dengan baik karena dengan adanya dana desa tersebut kampung akan lebih maju,” terang Idorway.

Dengan terpasangnya bandwich Visat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung yang dipimpinnya itu. “Maka setiap hari pada jam kantor tepat pukul 12.00 Wit staf kami menginput realisasi dana desa ke Kementrian Keuangan RI. Kampung-kampung yang melakukan pencairan itu langsung kami laporkan secara online ke Kementrian Keuangan.

Alat bandwich ini juga akan kami pasang di setiap distrik agar realisasi penggunaaan dana desa dari setiap kampung di distrik tersebut juga dapat dilaporkan ke kabupaten agar data kita betul-betul bisa akurat saat akan dilaporkan ke pusat,” sebutnya.

Daniel MD

Berikan Komentar Anda