BLT Dana Desa Kampung Kimi Diserahkan Bupati Nabire Secara Simbolis
Pewarta: Redaksi
| 309 Dibaca
EDISI TERBIT: 8 Juni 2020
Ketika Penyerahan BLT Dana Desa secara simbolis oleh Bupati Nabire, Isaias Douw kepada perwakilan masyarakat penerima di depan Kantor Distrik Teluk Kimi (Foto:Frans/PapuaLives)

NABIRE – Setelah menunggu beberapa hari BLT dana desa dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19 di Nabire  untuk kampung Kimi tahap 1 akhirnya dilakukan pencairannya yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nabire, Isaias Douw,kepada perwakilan masyarakat kampung Kimi.

Penyerahan bantuan BLT dana desa tersebut disaksikan langsung Kepala Distrik,Kepala Dinas BPMK,Kepala Kampung, Unsur Muspida, Masyarakat teluk kimi dan pihak terkait lainya berlangsung di depan Kantor Distrik Teluk kimi (08/06/2020) siang.

Bupati Nabire, Isaias Douw dalam sambutannya mengatakan bahwa bantuan dana desa ini diperuntukan bagi masyarakat miskin yang kurang mampu untuk membantu kehidupan di masa pandemi Covid-19.

“Masyarakat yang ada kapleng/kebun harus kerja bikin kebun,selain dari bantuan ini karena dimasa Covid-19 ini kita semua terkena terdampak Covid ini.”kata Bupati.

Selain itu,Bupati juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban hindari pertikaian dan peperangan antar suku yang ada.

“Suku yang ada di kimi ini ada dari pengunungan seperti kami suku Mee dan Suku Dani. Kita ini keluaraga dan tinggal di sini kita harus menghargai suku Wate sebagai pemilik tanah adat, kita harus berdamai, Apabila ada sengketa lahan harus ijin dulu karena kita semua anak adat.”terangnya.

Terkait bantuan BLT dana Desa, Kepala Distrik (Kadistrik) Teluk Kimi Nabire, Niko Wambrauw ketika ditemui media ini mengatakan apresiasi atas kehadiran bupati dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini dimasa akhir jabatan Bupati akan juga memperjuangkan bantuan dana tambahan terutama bagi Aparat kampung.

“Beliau (Bupati) juga akan upayakan anggaran akan ditambahkan,kita ketahui juga bahwa aparat kampung itu mendapat honor sumberdananya dari dana desa itu, sehingga mereka minta ada penambahan.”ungkap Kadistrik ketika ditemui diruang kerjanya (08/06/2020) siang.

Perlu diketahui, Pencairan dana kampung Kimi menurut informasi yang dihimpun media ini,masih menunggu perampungan validasi data penerima bantuan serta di SK-kan sebelum diajukan ke KPPN untuk dicairkan. BLT sebesar 600 ribu per KK,bagi masyarakat miskin maupun keluarga tidak mampu yang berdomisili di kampung dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19.

Berikan Komentar Anda
Share Button