Balik Atas
BNN Papua Gelar Rakor Dengan Pemda Nabire Bentuk BNNK “Cegah Narkoba”
 
Pewarta: Redaksi Edisi 31/07/2017
| 725 Views
BNN Papua Gelar Rakor Dengan Pemda Nabire Bentuk BNNK “Cegah Narkoba” (Foto :Andre/PapuaLives)

Nabire,Dalam rangka membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nabire, Senin (31/7/2017) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire, guna menindaklanjuti Program Pemberantasan Narkoba di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Papua. turut hadir dalam Rakor tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Nabire, Amirullah Hasyim,S.IP.,MM., Asisten II Setda Kabupaten Nabire, Ir. Thaib Syafiudin., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Yulian Agapa, M.Kes., serta sejumlah pimpinan instansi teknis lainnya.Kepala Bagian Umum BNN Provinsi (BNNP) Papua, Dra. Maqdalena mengatakan, Narkotika di Nabire sudah masuk dalam tahap memprihatinkan, dan sudah mulai merambah sampai ke lingkungan sekolah-sekolah. Bahkan, soal Narkotika ini juga bukan tidak mungkin masuk sampai ke lingkungan Pemerintah dalam arti, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire.

“namanya Narkotika itu tidak memandang bulu, istilahnya siapa saja bisa jadi korbannya. Seandainya, ada Badan Narkotika di Kabupaten ini (Nabire red), itu sebagai penyambung juga Badan Narkotika Nasional yang ada di Jakarta. Sehingga, sudah bisa di atasi oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Nabire,”ujarnya.

Dirinya berharap, BNN Kabupaten Nabire bisa cepat terbentuk dan program pemberantasan Narkoba di wilayah Nabire lebih cepat teratasi, sehingga tidak sampai merusak para generasi muda.

Kata Maqdalena, untuk pembentukan BNN Kabupaten/Kota, baru Jayapura dan Timika yang sudah terbentuk, dan Kabupaten Nabire menjadi Kabupaten yang ketiga akan dibentuknya organisasi BNN Kabupaten Nabire. Karena, Nabire juga termasuk salah satu daerah yang menjadi sasaran atau sentral dari para gembong Narkoba di wilayah Indonesia, sehingga BNN Kabupaten Nabire perlu di realisasi dengan cepat dan tepat.

BACA JUGA : WAKIL BUPATI PERINTAHKAN LANGSUNG BENTUK BNNK NABIRE

“kami berharap, bahwa Nabire yang menjadi sentral dari beberapa kabupaten di wilayah tengah Papua, dimana akses transportasi darat, laut dan udara jadi akses yang menentukan para pengedar untuk mengedarkan Narkoba di wilayah Nabire, tetapi itu bukan harapan kita. Kita berharap, Nabire bisa menjadi Kabupaten yang tersulit masuk peredaran Narkoba,”imbuhnya.

Kata dirinya, jika tahun ini bisa terealisasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nabire, itu merupakan hal yang positif dan pastinya BNN sangat menyambut baik kehadiran BNN di Nabire, tetapi jika tahun ini belum bisa terealisasi, paling lambat tahun depan sudah bisa terbentuk.

Sementara itu, Kepala Pemberantasan BNN Provinsi Papua, M.Syafei mengatakan untuk jaringan Narkoba yang masuk ke Indonesia ini sampai saat ini sudah 72 jaringan dari 11 Negara, kemudian dari 11 negara ada 426 Narkotika jenis baru. Yang sudah masuk ke Indonesia 64 jenis baru termasuk Flaka, kemudian ada jenis minuman yang di campur.

“jadi Narkotika ini berkembang terus, karena jumlah penduduk yang ada di Indonesia nomor empat terbesar. Dulu Indonesia hanya tempat persinggahan, sekarang jadi pabrik di Indonesia. Sehingga, apa yang di sampikan oleh Presiden bahwa Indonesia darurat Narkoba, perlu kerjasama semua pihak untuk berantas Narkoba,”tuturnya.

Kata dirinya, bisa di bayangkan jika 72 jaringan dari 11 negara masuk ke Indonesia, apa tidak hancur Indonesia, ibarat seperti pemain bola, jika tidak bertahan dan terus di serang pasti akan bisa kebobolan. Pemberantasan Narkoba harus di mulai dari keluarga, lingkungan, pemerintah dan masyarakat. Sehingga, keberadaan BNN Kabupaten Nabire bisa terbentuk dengan cepat.

Dre

Berikan Komentar Anda
Link Banner