Bupati Nabire Ajak Warga KKSS dan Sulbar Bersama – Sama Menjaga Kamtibmas
Pewarta: Andreas Rumyaan
| 828 Dibaca
EDISI TERBIT: 3 Maret 2020

Nabire, Pertemuan antara Bupati kabupaten Nabire dengan Pejabat serta perwakilan warga masyarakat KKSS kabupaten Nabire dilaksanakan bertempat di Jalan Suci Kediaman Wakil Bupati Kab. Nabire ( Ketua BPD KKSS Kab. Nabire ) Amirullah Hasyim, S.IP, MM, Selasa (03/03/2020) siang.

Pertemuan tersebut terkait musibah meninggalnya warga KKSS an. Yus Yunus dalam Kasus Penganiayaan dampak laka lantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai.

Hadir dalam pertemuan, Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos, MAP, Wakil Bupati Nabire Amirullah Hasyim S.IP , MM, Sekda Nabire Daniel Maipon, S.STP, Kapolres Nabire yang diwakili oleh Kasat Intelkam AKP Yadang, Anggota DPRD Kabupaten Nabire (Hj. Cathrin Maruanaya, Mesak Mangopo, Simon Tiranda, Drs. Musa Malissa).

Pejabat Organisasi KKSS Kabupaten Nabire dan IWSS Nabire (Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Pengurus, Ka Pilar Otonom, Perwakilan warga KKSS dan IWSS).

Dalam penyampaian Ketua BPD KKSS Kabupaten Nabire, yang intinya. “Pertemuan ini merupakan pertemuan yang ke 7 kalinya, bersama Keluarga Korban, para Sopir Lintas, Kapolres Nabire, Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai dan Pimpinan DPRD Kabupaten Dogiyai,” kata Ketua BPD KKSS.

“Dihimbau kepada masyarakat umum khususnya warga KKSS di Kabupaten Nabire dan Dogiyai bahwa kami mendukung penuh atas proses hukum yang sedang dijalankan oleh pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Nabire,” ucap Ketua BPD KKSS Nabire.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Nabire yang diwakili Kasat Intelkam menyampaikan bahwa. Pertemuan – pertemuan yang selama ini kami lakukan selalu bersama-sama masyarakat umum, mulai dari Komunitas Sopir Lintas, pihak KKSS Kabupaten Nabire serta Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Nabire dan Dogiyai.

“Bahwa sampai saat ini Tim Polres Nabire bersama – sama Tim Polda Papua ( Lantas, Reskrim, Propam ) telah melaksanakan penanganan kasus tersebut dengan serius dan menjadi atensi pimpinan,” ungkap Kasat.

Dalam hal ini Polres Nabire telah melaksanakan mutasi kepada Anggota Polsek Kamu Kabupaten Dogiyai yang berada di TKP pada saat kejadian, ini dalam rangka mempercepat Proses Hukum ( Penahanan 21 hari ) dan Sidang Kode Etik terhadap anggota tersebut apabila terbukti bersalah dalam tugas.

“Untuk para pelaku penganiayaan sementara masih dicari, dalam pencarian para pelaku kami pihak kepolisian dalam hal ini Polres Nabire bekerja sama dengan Pemerintah Daerah yakni Bupati, DPRD, Toga, Tomas Kabupaten Dogiyai dan proses hukum tetap berjalan sebagai mana mestinya,” tutur Kasat.

Kasat Intelkam menambahkan, kami sudah turun langsung ke TKP untuk mencari Pelaku namun sampai saat ini belum bisa kita dapat karena yang bersangkutan sudah melarikan diri ke dalam hutan.

“Kami perlu sampaikan juga kepada seluruh Warga KKSS dan Sulawesi Barat mari kita bersama – sama menjaga keamanan di wilayah Nabire,” kata Kasat Intelkam AKP Yadang.

Dilanjutkan dengan penyampaian Bupati Nabire bawah, hal yang terjadi ini harus kita redam bersama-sama supaya efek / imbasnya tidak ke warga masyarakat kita khususnya warga KKSS yang ada di Pelosok (Konflik Sosial / SARA).

“Saya ingat dulu pernah menyelamatkan / membantu warga KKSS saat ada masalah. Saya Selaku Ketua Asosiasi Bupati se-Wilayah Meepago telah menghimbau kepada Bupati Kabupayen Dogiyai untuk membantu dana atau santunan duka kepada kedua pihak korban dan sudah diterima (transfer) ke Perwakilan Keluarga almarhum Yus Yunus sebesar Rp. 100.000.000 dan Perwakilan Keluarga almarhum Damianus Mote sebesar Rp. 100.000.000,” ucap Bupati Nabire.

“Saya atas nama Masyarakat Meepago sekaligus Bupati Kabupaten Nabire menyampaikan Duka Cita dan permohonan maaf kepada keluarga almarhum Yus Yunus dan keluarga besar masyarakat Sul- Sel – Bar,” ungkap Bupati Nabire.

Bupati Nabire Bapak Isaias mengatakan, tidak lupa saya menghimbau agar warga KKSS di Kabupaten Nabire dapat menyampaikan informasi ini kepada segenap warga Provinsi Sul-Sel-Bar agar sama-sama menjaga situasi tetap kondusif aman dan tekendali, tanpa upaya provokasi yang dapat mengarah pada Konflik Sosial / SARA.

“Selaku Ketua Asosiasi Bupati se-wilayah Meepago saya akan bersungguh – sungguh memperhatikan hal tersebut supaya kejadian maupun kasus serupa tidak terulang di kemudian hari. Untuk Proses Hukum kita serahkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Nabire di backup Polda Papua,” terang Bupati Nabire.

Berikan Komentar Anda
Share Button