Bupati Petrus Kasihiw Buka Simposium Pengembangan Pendidikan

Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT bertempat di Hotel Steenkool Bintuni secara resmi membuka kegiatan Simposium Pengembangan Pendidikan di kabupaten Teluk Bintuni. (Foto:dmd/PapuaLives)

Bintuni, KADATE ~~ Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT, Selasa (28/11) bertempat di Hotel Steenkool Bintuni secara resmi membuka kegiatan Simposium Pengembangan Pendidikan di kabupaten Teluk Bintuni.

Simposium pengembangan pendidikan itu menghadirkan narasumber utama dari Jakarta Prof. Yohanis Surya, Ph.D dan beberapa pakar pendidikan dari Universitas Papua dan Sampoerna Foundation, Kepala BP4D kabupaten Telkuk Bintuni yang diwakili Sekretaris BP4D Richard Talakua serta para kepala sekolah dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK se kabupaten Teluk Bintuni, kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta tokoh perempuan yang dilasanakan selama sehari.

Dalam arahannya ketika membuka simposium pengembangan pendidikan itu, Bupati Ir. Petrus Kasihiw mengatakan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa penyelenggara pendidikan wajib memegang beberapa prinsip yaitu pendidikan diselenggarakan secara demokratis dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistimik, terbuka, dan multidimensi.

“Selain itu dalam penyelenggaraan pendidikan harus ada proses pembudayaan dan proses pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun kemauan dan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran melalui pengembangan budaya membaca, menulis dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2016-2021 pendidikan ditempatkan pada misi pertama yaitu mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, terampil dan berdaya saing.

Dengan sasaran peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dasar dan menengah, meningkatnya budaya dan minat baca masyarakat serta meningkatnya prestasi dan kreativitas pemuda dan olah raga. Adapun indikator keberhasilan pendidikan dilihat dari beberapa faktor yaitu angka melek huruf, angka lama sekolah, angka partisipasi kasar (APK)/angka partisipasi murni (APM) serta angka rata-rata lama sekolah.

Salah satu contoh angka rata-rata lama sekolah kabupaten Teluk Bintuni tahun 2015 sebesar 7,44 yang berarti bahwa rata-rata lama sekolah penduduk kabupaten Teluk Bintuni baru mampu menempuih pendidikan hingga kelas 1 SMP. Angka-angka rata-rata lama sekolah kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 2015 lebih tinggi jika dibandingkan dengan provinsi Papua Barat sebesar 6,96,” papar Bupati Kasihiw.

Disebutkan bahwa target makro pembangunan jangka menengah 2021 ditargetkan 11,3 tahun, artinya penduduk kabupaten Teluk Bintuni minimal berpendidikan kelas 1 SMA/SMK pada RPJMD kabupaten Teluk Bintuni tahun 2016-2021 yaitu rata-rata lama sekolah di tahun 2021 yaitu 11,30 yang berarti bahwa rata-rata lama sekolah penduduk kabupaten Teluk Bintuni di tahun 2021 mampu memenuhi pendidikan hingga kelas 1 SMA/SMK.

“Pembangunan sektor pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam menentukan tingkat kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan tantangan, berinovasi, berkreasi, serta memiliki karakter dan budi pekerti yaitu yang mampu melakukan inovasi, kreasi serta memiliki karakter dan budi pekerti.

Keberhasilan pembangunan di daerah sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan penduduk. Makin maju pendidikan akan berpengaruh positif terhadap pembangunan di bidang lainnya. Demikian pentingnya peranan pendidikan sehingga tidak mengherankan apabila pendidikan senantiasa banyak mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat,” ulas Bupati.

Bupati Kasihiw juga berharap bahwa kehadiran narasumber dalam kegiatan Simposium Pemgembangan Pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni itu dapat menemukan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kabupaten Teluk Bintuni sehingga dapat mewujudkan visi kabupaten Teluk Bintuni dalam RPJMD tahun 2016-2021. Yaitu terwujudnya kabupaten Teluk Bintuni menuju masyarakat yang maju, produktif dan berdaya saing.

“Akhirnya saya memberikan apresiasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) kabupaten Teluk Bintuni. Dan saya juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber Prof. Yohanis Suryo, Ph. D sebagai salah satu tokoh pendidikan nasional yang banyak memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Manokwari serta Sampoerna Foundation yang telah bersedia hadir di Bintuni untuk menbagi ilmu dan pengalaman dalam pendidikan di kabupaten Teluk Bintuni,” tutupnya.

Bupati Petrus Kasihiw membuka Simposium Pengembangan Pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni yang ditandai dengan pemukulan tifa sebanyak 7 kali sebagai lambang 7 suku asli kabupaten Teluk Bintuni. Juga hadir dalam acara simposium Ketua DPRD Teluk Bintuni Simon Dowansiba serta para pimpinan OPD di lingkup Pemda Teluk Bintuni.

Daniel MD/Kadate

Berikan Komentar Anda