Butuh Keterlibatan Senior Dalam Pembangunan Asrama RPM SIMAPITOWA

Penyerahkan dana Rp. 110.000.000,00 juta yang berasal dari dana pemondokan dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai tahun 2019 untuk mahasiswa RPM SIMAPITOWA kota study Jayapura. (Foto: Dok/PapuaLives)

JAYAPURA – Proses pembangunan asrama Rumpun Pelajar Mahasiswa asal Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar atau disingkat RPM SIMAPITOWA di Jayapura mulai pada tahap penggusuran tanah. Oleh karena itu, untuk tahap selanjutnya pembangunan asrama tersebut, perlu keterlibatan para senioritas dan intelektual.

Ketua RPM SIMAPITOWA pusat, Hengky D. Mote, mengatakan, dalam pembangunan asrama itu butuh keterlibatan para senioritas dan intelektual dari seluruh wilayah Mapia.

“Untuk bangun asrama ini harus ada kerjasama dan suport dari senioritas maupun dari intelektual. Agar semua proses pembangunan ini bisa berjalan lancar dan cepat selesai seperti yang diharapkan bersama,”ujarnya.

Menurut Mote, asrama dibangun untuk seluruh pelajar dan mahasiswa SIMAPITOWA yang menempuh pendidikan di kota studi Jayapura.

“Banyak mahasiswa yang tinggal di kos-kosan dan juga jauh dari tempat kuliah mereka sehingga asrama ini adalah posisi yang terbaik untuk mereka tinggal dan belajar,”ungkap Hengky.

Untuk itu, kata dia, dana yang dikelola untuk penggusuran lokasi pembangunan asrama itu berasal dari hasil pertandingan SIMAPITOWA Cup I, II, dan III.

Sebagai bentuk kepedulian seorang ketua, Sabtu, (24/10/2020) Hengky Mote juga menyerahkan dana Rp. 110.000.000,00 juta yang berasal dari dana pemondokan dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai tahun 2019 untuk mahasiswa RPM SIMAPITOWA kota study Jayapura kepada Panitia Pembangunan asrama RPM SIMAPITOWA.

“Penggusuran ini kami pakai dana pemondokan tahun 2019 dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan hasil dari SIMAPITOWA Cup. Selain uang senilai 110 juta ini, 10 jutanya kami kasih 5 juta untuk panitia Musorma dan 5 juta untuk panitia Seminar Sehari. Tetapi 100 juta untuk biaya penggusuran,”jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, sebenarnya dana pemondakan tahun 2018 senilai Rp. 30.000.000,00 juta tetapi pihaknya sudah pakai untuk kegiatan organisasi.

“Kami belum pastikan dana untuk bangun asrama parmanen ini seutuhnya. Karena dana yang ada, kami pakai untuk beli lokasi dan biaya penggusuran jadi kalau senior atau intelektual ikut berpartisipasi mengsubsidi dana atau bahan bangunan kami sangat bersyukur dan berterim kasih,”katanya.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Agus Tebai menyampaikan ucapan terima kasih atas dipercayakan dirinya sebagai ketua panitia pembangunan asrama tersebut.

“Kamu percayakan saya menjadi ketua panitia pembangunan, maka saya berharap kita bersatu untuk membangun asrama ini bersama-sama,”kata Agus.

Berikan Komentar Anda
Share Button