BALIK ATAS
Cara Mengatasi Global Warning dengan Penghijauan
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 16th Januari 2015
| 1232 DIBACA
 

Global Warming     Foto:IST


Saat ini bumi sedang mengalami masalah yang sangat berbahaya bagi
kehidupan manusia di bumi ini. Saat ini lapisan ozon (O3) yang terdapat
di atmosfer sebagai pelindungi bumi dari sinar ultra violet yang
dipancarkan oleh sinar matahari mulai menipis. Atau peristiwa ini bisa
juga disebut sebagai “Global Warming”.

Global Warming itu sendiri
diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri. Mereka menggunakan
bahan-bahan yang mengandung gas-gas beracun misalnya seperti parfum,
asap rokok, asap kendaraan bermotor, dll. yang dapat mengurangi jumlah
gas-gas yang berguna bagi manusia pada lapisan ozon itu sendiri. Selain
itu, saat ini dibumi tumbuhan hijau yang dijadikan sebagai tempat untuk
fotosintesis demi mengurangi unsure gas yang berbahaya bagi manusia
sudah mulai berkurang. Karena banyak sekali para manusia yang tidak
memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar karena uang. Mereka
itu dengan sengaja merusak hutan-hutan yang sangat berguna bagi bumi
kita demi kepentingan pribadinya.

Pada saat ini, manusia telah
banyak yang sadar akan guna hutan. Akhirnya pemerintah mulai
menggalangkan program penanaman 1000 pohon setiap tahunnya. Karena
dengan penanaman pohon tiap tahunnya akan mengurangi Global Warming itu
sendiri. Dan mengurangi rumah-rumah kaca yang dibangun.

PENTINGNYA PENGHIJAUAN LINGKUNGAN

Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan.
Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun
di lahan hijau terbuka. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan
sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi
potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses
fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di daerah
perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang
berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping
vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik,
juga berperan estetika serta kesehatan jiwa dan raga. Mengingat
pentingnya peranan vegetasi ini terutama di daerah perkotaan untuk
menangani krisis lingkungan maka diperlukan kesadaran, perencanaan dan
pelaksanaan dalam upaya menghijaukan lingkungan. Dari berbagai
pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan
penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis
tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.

Penghijauan Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk
memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus
berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air
atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan
didaerah kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan
melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur
hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan
kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan. Pada proses fotosintesis
tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2
yang sangat dibutuhkan manusia. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau
sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara.
Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat
memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat
meningkatkan kualitas lingkungan.

Begitu pentingnya peran tumbuhan
di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di daerah
perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian
serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.Penghijauan berperan dan berfungsi Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada
pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi
makhluk hidup untuk pernapasan; Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar; Pencipta lingkungan hidup (ekologis); Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya; Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya
(angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu); Keindahan
(estetika); Kesehatan (hygiene); (Rekreasi dan pendidikan (edukatif);
Sosial politik ekonomi.

Pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan
agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat
hortikultura (ekologikal) dan syarat-syarat fisik. Syarat hortikultural
yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air,
kebutuhan unsur hara dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan
tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan
penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.
Unsur hutan kota (urban forestry)
Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran
flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim.
Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara
lain menciptakan iklim mikro, arsitektural, estetika, modifikasi suhu,
peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi
udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari,
pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah.
Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara
intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.

Menelaah fungsi
penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan
perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah
bagian dari ruang terbuka hijau kota. Hutan kota (urban forestry)
menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam
lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar.
Fukuara dkk. (198 mengemukakan tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka
yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan
manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota dalam kegunaan
proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.
Sedangkan menurut
Grey dan Denehe (1978), hutan kota (urban forestry) meliputi semua
vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang
kecil sampai kota besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat
perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan
perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu
sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan
kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.

Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem,
dan mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat
bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi
dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan kota. Yang penting adalah
jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di perkotaan sebanyak
mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota
perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan
dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian
lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan
begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.

Teknik Penanaman

Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adalah,
Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji,
merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan
dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari
bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit
vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat
merusak trotoar, jalan atau saluran drainase. Bibit yang baik
sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang
tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup
dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya
berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan,
sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk
dengan baik dan dapat ditanam di lapangan

Penanaman di usahakan
sebelum melakukan penanaman tanah digemburkan terlebih dahulu. Ukuran
lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman Perawatan
pascatanam. Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil.
Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil
membuang ranting-ranting yang kerimg. Bila perlu memupuk tanaman 3 bulan
sekali dengan pupuk NPK. Manfaat hutan yang lain adalah:

Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia
Sebagai pencegah banjir, Sebagai penyejuk alam,Sebagai paru-paru dunia dan masih banyak lagi manfaat hutan bagi manusia yang lain.

PEMIMPIN MASA DEPAN
Dalam perkembangan kehidupan manusia dari zaman purba sampai modern
yang diawali dari kehidupan Yunani Kuno sampai dewasa ini yang ditandai
dengan era globalisasi, pada dasarnya manusia sebagai makhluk berpikir
dan menggunakan alat, social, berpolitik, berekonomi dan lain
sebagainya, mempunyai kebutuhan untuk berkelompok dan berorganisasi
dalam memenuhi tujuan hidupnya. Salah satu bentuk untuk mencapai tujuan
hidup bersama atas dasar kepentingan dan kebutuhannya secara
berorganisasi dalam skala besar memalui bentuk Negara.

Dalam sebuah
Negara itu diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengatur dan mengurus
sebuah Negaranya. Pemimpin itu haruslah dapat mengatasi setAiap
permasalahan yang menimpa bangsanya tanpa memandang apapun.
Tidak hanya itu, pemimpin masa depan juga harus mampu mengembangkan kerjasama, dan bukan sekadar mampu melawan kompetitor.


Oleh : Herman Anou


Penulis Adalah Wartawan Bintang Papua , Tinggal di Kabupaten Dogiay

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM