BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Catatan untuk Pemuda Papua: Kembangkan Potensi Diri dan Mari Berwiraswasta
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 7th Oktober 2018
| 124 DIBACA

 

 

Otopianus P. Tebay (Foto:DOk.Pribadi)

Oleh: Otopianus P. Tebay*)

Prolog

Saya adalah anak muda Papua yang saat ini gelisah dengan masalah penggangguran anak muda Papua dan kemiskinan di atas kekayaan kekayaan alam yang melimpah. Saya bicara soal kewirausahaan ini bukan berarti saya sudah kembangkan sejumlah usaha. Saya ingin berbicara keprihatinan saya atas anak muda Papua dan bagaimana anak muda Papua menemukan potensi dirinya serta berwirausaha. Ini adalah satu gagasan, mengapa saya berani berpikir besar dan mencalonkan diri untuk maju sebagai salah Calon Dewan Perwakilan Daerah utusan Papua dari kalangan muda. Tulisan ini adalah salah satu visi saya, yakni anak muda Papua harus maju dalam segala hal dan bersaing. Dalam tulisan ini, saya ingin mengajak pemuda Papua untuk mari kembangkan diri dan mari kita kita berwiraswasta.
Mengapa? Saya amati di Papua saat ini, masalah pengangguran pemuda dan kemiskinan merupakan masalah besar yang dihadapi orang Papua. Pengangguran pemuda adalah individu yang termasuk kategori usia produktif (16-35 tahun) yang tidak melanjutkan sekolah dan tidak mempunyai pekerjaan. Sementara kemiskinan adalah ketidakmampuan orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, perumahan (sandang, pangan dan papan).
Pengangguran terus bertambah dan kemiskinan semakin sulit diatasi karena pemuda tidak banyak yang berwirausaha. Mengapa pemuda Papua tidak berwirausaha? Salah satu faktor adalah karena pemuda Papua tidak mengenali potensi yang dimilikinya dan tidak mempunyai keterampilan. Faktor lain adalah adanya kesenjangan antara kompetensi pemuda/masyarakat dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja tidak seimbang.
Selain itu, masih adanya anak putus sekolah dan lulusan SD, SMP, SMA yang tidak melanjutkan pendidikan dan tidak terserap dunia kerjaa atau berusaha mandiri karena tidak memiliki keterampilan yang memadai. Sementara, di tempat-tempat tertentu masih kurangnya sumber daya alam yang tidak memungkinkan lagi warga masyarakat untuk mengolah sumber daya alam menjadi mata pencaharian mereka.
Kondisi ini diperparah lagi dengan bantuan-bantuan insidental pemerintah berupa Bantuan Tunai Langsung, Beras Miskin, dan Beras Jaminan Pengaman Sosial. Bentuan-bantuan ini mengondisikan kita (masyarakat) untuk tergantung kepada pemerintah. Keadaan ini membuat orang lupa bahwa dirinya punya potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Sementara itu, mengurus masalah dan denda-mendenda adalah juga faktor yang membuat lupa bahwa banyak hal positif yang mesti dilakukan dan akhirnya orang Papua menjadi miskin dari sisi ekonomi, walaupun sebagian orang Papua tidak ingin disebut miskin dengan berpatokan pada standar kemiskinan nacional dan internacional.
Jika pemuda Papua tidak mengenali potensi wirausaha yang dimilki dan pengangguran serta kemiskinan terus bertambah maka dapat mengakibatkan masalah sosial. Salah satunya adalah dapat meningkatkan pencurian, minuman keras, kriminalitas, premanisme, seks bebas, pembunuhan dan masalah sosial lainnya. Oleh karena itu perlu dikembangkan program-program kewirausahaan pemuda dalam rangka mempercepat penurunan angka pengangguran dan peningkatan ekonomi untuk membangun kemandirian anak muda Papua. Pengenalan potensi yang dimiliki individu pemuda Papua dan pengembangan kewirausahaan pemuda Papua adalah salah satu solusi mengatasi berbagai masalah di Papua.
Asumsinya adalah jika pemuda Papua telah mengenali potensi-poteni diri dan mengembangkan usaha-usaha produktif dan mempunyai kemandirian ekonomi maka secara otomatis juga pembangunan di bidang lain akan menjadi lebih baik. Hal itu akan berdampak pada kemajuan Papua. Artinya, hubungan-hubungan sosial akan membaik, kegiatan-kegiatan gereja akan berjalan lancar, dan yang lebih penting adalah akan terbangun kemandirian di berbagai bidang sehingga akan memacu kemajuan Papua secara umum.

Siapa Pemuda Papua?
Siapa sebetulnya pemuda itu? Pasti ada banyak pendapat entah dari sudut pandang manapun: biologi, pendidikan, antropologi, sosialogi maupun poloitik. Pemuda adalah golongan usia muda, entah pelajar, mahasiswa, kelompok usia muda lainnya dan yang sudah bekerja (jadi pengawai negeri sipil atau swasta tidak memandang masih bujang atau sudah menikah).
Pemuda tergolong generasi muda, generasi baru, anak-anak muda. Istilah baru adalah generasi milenial. Merekalah yang diharapkan menjembatani perubahan zaman. Mereka dikategorikan sebagai kelompok usia muda antara 16 tahun hingga 35 tahun. Kalau remaja berusia antara 13;0 tahun hingga 16;0 tahun. Masa remaja berlangsung singkat, tidak lama. Masa dewasa antara 35;0–59;0 dan di atas usia 60;0 adalah generasi tua.
Jadi seseorang (entah laki atau perempuan) jikalau tidak pernah melalui dan menikmati masa remaja-nya atau masa muda-nya, perlu dipertanyakan, ketika itu kau ada di mana? Sebab jika seseorang tidak pernah menapaki masa muda-nya atau masa remaja-nya dengan baik, lalu dikemudian hari dia mengalami guncangan hidup dalam kehidupan rumah tangga, pasti ada yang menyindir bahwa dia lagi memasuki “masa puber ke-2” dan seterusnya (malukah?).
Topik ini sengaja dipilih karena saya sebagai anak muda Papua merasa punya tanggungjawab moral terhadap generasi muda Papua. Saya ingin bertanya seperti Max Weber (sarjana Jerman terkenal) kepada generasi muda jemaat kampung. “Di manakah tempatnya bagi Anda generasi muda Papua dalam sejarah? Apakah kalian hanya mau menjadi pengekor atau tidak haruskah kalian akan menjadi sesuatu yang lain yang lebih besar pada zaman baru ini?
Max Weber melihat bahwa ada generasi muda yang hanya mau bermain-main dalam sejarah, mereka tidak bersungguh-sungguh membangun dirinya, keluarganya, negerinya, bangsanya. Mereka tidak berusaha sungguh-sungguh membangun keluarga mereka, membangun ekonomi mereka, tidak tekun berkebun, tidak suka beternak atau lainnya.
Max Weber melanjutkan “Apakah kalian tidak bisa tampil sebagai “homo-sapiens (manusia pemikir), atau “homo-faber (manusia kerja) ataukah kalian hanya mau menjadi “homo-ludens (manusia bermain, pengekor)”? Generasi muda/pemuda Papua mari kita bangkit membangun kehidupan ini. Mari kita bangun ekonomi, mari kita berwirausaha. Mari kita bangkit dari masa kesuraman, dari kedurjananan, dan dari kekelamanan. Bangkitlah! Jadilah Pelopor, Bukan Pengekor!
Lalu, apa itu potensi diri?

Potensi Diri?
Manusia sejak dilahirkan memiliki potensi-potensi atau daya-daya yang siap berkembang. Berkembang dan tidaknya potensi itu tergantung ransangan yang diberikan dari orang tua, lingkungan, dan setelah mulai besar oleh dirinya sendiri. Hal ini mensyaratkan bahwa setiap manusia mempunyai potensi diri. Yang menjadi persoalan adalah banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai banyak potensi menjanjikan yang bisa dikembangkan.
Hal yang paling fundamental dalam menentukan kualitas perilaku adalah pengenalan terhadap diri sendiri. Rata-rata manusia hanya menggunakan 0,01% dari kemampuannya artinya masih terdapat potensi 99,99% yang belum termanfaatkan dengan baik (Joice Wycoff, Mind Maping,1991). Dengan kata lain mungkin kita juga termasuk diantara orang yang bahkan tidak menyadari potensi yang sebenarnya kita miliki.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Bagaimana caranya kita mengetahui potensi yang kita miliki? Ikuti langkah berikut ini dan kenali potensi diri Anda!
Kenali diri sendiri. Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.
Tentukan tujuan hidup. Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh saja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.
Kenali motivasi hidup. Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.
Hilangkan negative thinking. Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda mencapai tujuan. Setiap kali anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika anda telah menemukan jalan yang mantap.
Jangan mengadili diri sendiri. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.
Kini anda sudah tau kan cara mengetahui potensi diri anda? Ingat, potensi anda adalah kekuatan anda untuk menggapai sukses.

Mendobrak Potensi Diri
Ingat, perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi kita. Dan, Anda sudah tahu potensi Anda melalui tips di atas. Lalu, di manakah letak potensi kita? Dan, bagaimana kita bisa mendobraknya?
Ketahuilah sesungguhnya manusia memiliki dua sisi sikap potensial yang menonjol. Sisi positif dan sisi negatif. Kedua sisi ini masing-masing memberikan kontribusi/sumbangsih besar terhadap perkembangan diri kita. Baik buruknya diri kita merupakan refleksi dari dorongan positif atau negatifnya sikap kita.
Lalu, apa sebenarnya manfaat kita mendobrak potensi yang kita miliki? Dan potensi apa yang perlu kita dobrak? Mengapa kita perlu mendobraknya? Pertanyaan ini merupakan kondisi yang perlu sama-sama kita pecahkan di sini. Pekerjaan ini, tentu saja membutuhkan komitmen tinggi, agar kita dapat merealisasikannya. Jika dobrakan yang kita lakukan separuh hati, maka daya ungkitnya-pun tidak akan menonjol dan sebesar apa yang kita harapkan.
Ratapan yang tersebar di sekitar kita, merupakan refleksi lemahnya daya ungkit terhadap potensi diri. Yang paling sering saya temui dalam aktivitas sehari-hari selama ini, dan saya yakin sebagian dari anda pun merasakannya, yaitu, lemahnya pengharapan terhadap sesuatu hal, yang sebenarnya sangat kita inginakan. Paling sering adalah pengharapan palsu. Pengharapan yang tidak dilandasi pondasi mental yang kuat.
Pengharapan palsu yang saya maksud adalah, pengharapan yang tidak diiringi dengan tindakan nyata. Suatu keadaan yang diidam-idamkan, namun enggan membayar harganya. Jadilah impian itu hanya berada dalam lamunan kita. Kita ingin sesuatu tetapi tidak berjuang untuk menggapainya. Kita tidak mengejar impian dengan berjuang, belajar, jatuh, bangun dan bahkan dengan menangis dan berdoa.
Berikut cara praktis untuk mendobrak potensi diri. Renungkanlah: Pertama-tama merenunglah. Kenali kembali diri anda yang selam ini lepas kendali. Akui segala kelemahan, yang selama ini hangat dalam dekapan pikiran anda. Gali nilai-nilai spiritual anda. Berikan alasan: Sukses adalah akibat yang ingin anda raih. Maka berikanlah alasan yang mampu menggerakkan hati anda untuk bertindak. Miliki Komitmen untuk berubah: Penting sekali memiliki komitmen, tanpa itu, kita tidak memiliki kontrol diri untuk melakukan apa yang sudah kita tetapkan. Tanggungjawab. Terimalah segala akibatnya. Jika berhasil terimalah dengan suka cita. Jika gagal terimalah sebagai dorongan untuk bangkit kembali. Pertahankan. Jika semuanya telah berjalan dengan sempurna, maka pertahankanlah keberhasilan anda. jika perlu, tingkatkanlah.
Apakah cara praktis ini terasa sulit? Jika anda menjawab ya, maka pertanyaan selanjutnya: Apakah anda ingin terus-terusan mengalami kemerosotan mental. Sehingga anda tidak mendapatkan apa yang paling anda inginkan dalam hidup ini? Jika jawabannya masih ya. Ada sebuah pernyataan berikut ini yang patut anda renungkan.
Melakuakan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, sama-sama memiliki potensi terhadap perkembangan mental anda. Tidak melakukan sesuatu, berpotensi menguatkan kondisi seperti apa anda sekarang. Melakukan sesuatu, berpotensi menghantarkan pada apa yang anda cita-citakan di masa yang akan datang. Atau anda masih punya pendapat lain?
Dan, kita jarang proaktif atau berusaha untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri kita, baik potensi di bidang olahraga, music, menyanyi, potensi berwirausaha, dan potensi-potensi lainnya. Jadi, intinya soal kemauan. Kalau kita mau potensi kita berkembang maka benar-benar akan berkembang. Maksudnya, bukan berharap berkembang tetapi kita hanya tidur-tidur saja. Kita mau berkembang maka secara otomatis juga terlibat dalam segala situasi dan keadaan positif yang dapat membantu berkembangnya potensi kita. Dalam hal ini, pemuda mempunyai potensi berwirausaha tetapi jarang mencoba. Kita mengganggap bahwa itu bukan bakat kita, padahal hanya karena kita tidak mau mencobanya.
Satu hal penting: dengan siapa kita bergaul, apa yang kita geluti, apa yang kita baca, apa yang kita coba, keberanian untuk gagal, dan selalu berpikir positif akan menentukan berkembangnya potensi-potensi tak terkira yang sebenarnya kita miliki.

Potensi Kewirausahaan?
Kewirausahaan adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia secara kreatif untuk memperoleh pendapatan yang cukup secara sah untuk meningkatkan kualitas hidup. Usaha sesuatu secara mandiri baik secara pribadi maupun kelompok yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia, yakni ekonomi, pendidikan, rumah, pakaian, dan kebutuhan lainnya merupakan usaha produktif.
Potensi-potensi kewirausahaan yang bisa dikembangkan secara pribadi maupun kelompok terdiri dari dua, yaitu bidang jasa bidang produksi. Bidang jasa misalnya jahit menjahit, membuka kios sembako, kios pakaian, perbengkelan, tempat service barang-barang elektronik, rental computer, tempat sablon, service hanphone, pertukangan, mebel, tempat tambal ban, dan usaha-usaha jasa lain yang sesuai dengan keadaan lingkungan.
Sementara, wirausaha bidang produksi banyak sekali mulai pertanian. Pertanian ini dapat mengembangkan sayuran seperti kol, sawi, kacang tanah, kacang hijau, wortel, atau lainya. Perkebunan dapat mengembangkan kopi, buah markisah, atau jenis tanaman lain yang produktif.
Dari perikanan misalnya dapat mengembangkan ikan air tawan, udang, dan lainnya yang cocok. Peternakan misalnya dapat mengembangkan peternakan babi secara semi modern, ayam kampung, ayam potong, kelinci, sapi, bebek, dan ternak lain yang potensial. Dapat juga mengembangkan pertamanan misalnya anggrek, bunga dan lain-lain yang dibutuhkan di perkantoran atau rumah pribadi.
Jenis-kenis usaha bidang jasa dan bidang produksi di atas harus disesuaikan dengan potensi kampung dan sumber daya manusia yang ada. Kampung yang cocok perikanan berarti yang dapat dikembangkan adalah perikanan. Jika pertanian, berarti pertanian. Peternakan seperti ayam, babi, dan kelinci, sapi, kambing juga potensi yang dapat dikembangkan. Kewirausahaan seperti ini juga perlu melihat sumber daya manusia yang ada. Akan tetapi soal sumber daya manusia dapat teratasi. Terpenting adalah ada kemauan yang kuat untuk berwirausaha. Kita tidak bisa tinggal diam berpangku tangan menunggu belas kasihan orang lain. Kita harus berjuang sendiri atau secara kelompok untuk membangun kemandirian melalui kewirausahaan.

Mengapa Pemuda Harus Berwirausaha?
Pemuda Papua atau kelompok milenial Papua adalah tolak kemajuan Papua di masa depan. Saat ini pemuda dihadapkan tidak boleh tinggal diam karena perubahan sosial ekonomi menuntut pemuda Papua tidak boleh tinggal diam. Pemuda saat ini terkesan hanya diam-diam dan ikut-ikutan. Jika ini berlanjut, pemuda akan menjadi penonton dalam proses perkembangan ekonomi, pergaulan sosial dinamika perkembangan sosial-ekonomi di Papua.
Keadaan social ekonomi ini menuntut semua orang, terutama pemuda Papua bekerja. Bekerja yang dimaksud adalah pekerjaan yang produktif atau pekerjaan yang menghasilkan sesuatu dengan cara-cara yang sehat. Pekerjaan yang dapat memperbaiki kehidupan kita, keluarga kita, kampung kita dan tanah Papua.
Jika pemuda Papua berwirausaha maka banyak hal yang akan terpenuhi, termasuk kemandirian gereja dan kampung akan tercipta. Kemandirian gereja dan kampung tidak akan tercipta kalau kita diam-diam saja. Kita menunggu saja segala sesuatu terjadi sendiri tanpa berusaha. Tuhan memberikan kita tanah yang subur, fisik yang baik, akal yang sehat untuk bekerja. Bekerja adalah satu bentuk atau cara memuliakan Tuhan. Tangan kita harus bekerja, mulut kita harus berbicara, otak kita harus berpikir, dan kaki kita harus berjalan untuk memuliakan Tuhan dengan cara memperbaiki hidup pribadi kita dan orang lain.
Tuhan tidak menginginkan manusia lapar, manusia menjadi miskin tetapi justru manusialah yang menciptakan hal itu. Manusia tidak mengenali potensi dirinya dan tidak mengembangkannya. Manusia menjadi miskin dan tidak berdaya karena dua hal. Pertama dari dirinya sendiri malas, tidak mau bekerja, menunggu saja pemberian dari orang, habiskan waktu dengan cerita-cerita saja. Kedua, diakibatkan karena orang lain. Orang lain mengambil hak-hak kita dan membatasi kesempatan kita berkembang atau usaha. Sekarang saatnya untuk tidak membuat diri kita miskin dan tidak boleh membuat orang lain miskin. Tuhan bilang: Berdoa Dan Bekerja.

Bagaimana Memulai dan Mengembangkan Usaha?
Memulai usaha dan mengembangkan usaha memang bukan sesuatu yang mudah. Tidak mudah memulai apalagi kita yang belum pernah mencoba dan sumber daya manusia yang kurang. Akan tetapi bukan tidak bisa. Kita bisa. Hanya kita belum coba dan merasa tidak bisa. Kita harus ubah konsep berpikir kita, SAYA TIDAK BISA MENJADI SAYA PASTI BISA.
Saya mau tawarkan langkah nyata untuk memulai. Mulai dengan, Miliki Visi Yang Besar. Kenapa? Namanya usaha modal kecil, resiko kecil, haruslah ada penyeimbang atau penyemangat untuk membuat seseorang bertahan dalam membangun sukses wirausaha. Nah, apalagi kalau bukan Visi? Miliki visi yang besar dalam membangun usaha. Kalau usaha modal besar, tidak ada visi pun, pasti akan bertahan, kan modal yang dikeluarkan sudah besar, apalagi kalau modalnya boleh utang di bank.
Mungkin tuntutan untuk mengembalikan utang usaha jauh lebih besar daripada tuntutan visi, apalagi kalau banyak jaminannya. Nah untuk wirausaha modal kecil, agar sukses, miliki visi yang besar. Miliki Visi yang bukan Uang. Bukannya usaha itu untuk mencari Uang? Usaha kok bukan untuk mencari uang? Usaha bukan untuk mencari uang, tapi membangun sumber aliran uang.
Nah, namanya sumber aliran, ibarat jaringan saluran pipa, tentulah butuh proses, butuh waktu, butuh tenaga, butuh investasi baik modal maupun pikiran. Apabila anda ingin membangun sebuah usaha dan menjadi wirausaha sukses, coba tanyakan pada diri sendiri, apa Visi anda?
Memulai Usaha. Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. Apa yang harus dilakukan pebisnis pemula jika melihat peluang tersebut dan bagaimana mengelola kesempatan tersebut agar bisa membawa kesejahteraan yang langgeng? Berikut ini ada baiknya mencermati tips tentang memulai usaha sendiri.
Langkah awal mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk. Begitu juga dengan cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata tidak bisa ataupun tidak mungkin.

Langkah Terpenting. Carilah nasihat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Orang yang mau sukses selalu mencari nasihat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera keenamnya. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.
Langkah terpenting adalah menumbuhkan ethos kerja keras. Langkah ini sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti. Hampir semua kesuksesan butuh etos kerja di langkah awalnya. Pebisnis sejati tidak pernah lepas dari kerjanya. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.
 Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasihat, membantu dan menolong pada masa sulit.
Jika mengalami kegagalan, hadapi kegagalan itu. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk memperkuat dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu, bersiaplah dan hadapilah! Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.
Rahasia Memulai Usaha. Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk bisa sukses dalam usaha anda.William A. Ward pernah berkata, Ada empat langkah mencapai sukses, yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan tidak mudah menyerah. Gunakan falsafah ini agar sukses.
SELANJUTNYA, kita pasti akan dihadapkan pada beberapa pertanyaan. Pertanyaan pertama misalnya, soal modal usaha. Kedua, tidak memilki keterampilan atau bakat. Ketiga, resikonya besar dan urusannya setengah mati. Kalau kita mau jujur, modal bukan satu-satunya kunci sukses wirausaha. Kesuksesan wirausaha lebih ditentukan oleh kejelian dan keuletan wirausaha daripada bakatnya atau keterampilan.
Jadi, bakat atau keterampilan bukan soal utama. Soal resiko. Segala sesuatu yang kita lakukan pasti ada resikonya, termasuk wirausaha. Jadi, risiko usaha dapat diminimalisasi dengan cara membuat perencanaan bisnis yang baik.
Soal modal wirausaha. Ketika hendak memulai usaha modal pasti akan menjadi kendala. Ada beberapa saran. Pertama, usaha dulu dari kemampuan yang Tuhan berikan kepada kamu. Mencari sendiri dengan membantu kerja orang lain atau dengan borongan. Pokoknya kita usaha sendiri. Karena hasil usaha sendiri itu lebih aman dan akan ada kepuasan khusus.
Selain usaha sendiri ada beberapa tempat bisa kita akses modal. Pertama, kita bisa memanfaatkan secara bersama dana Respek untuk pengembangan usaha bersama di kampung. Kedua, setelah usaha kita mulai berkembang baik, kita bisa minta subsidi dari pemerintah berupa fasilitas atau dana pengembangan usaha. Kita juga, bisa meminjam modal di gereja atau pihak lain. Selain itu, kita bisa meminta tolong kepada LSM yang ada di wilayah kita untuk peminjaman modal di bank atau istilah lainya adalah kredik di bank.

Bagaimana Manajemennya?
Manejemen adalah suatu proses dimana suatu kelompok atau seseorang mengarahkan tindakan atau kerjanya untuk mencapai tujuan. Proses tersebut mencakup teknik-teknik yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini teknik yang kita gunakan untuk mencapai kesuksesan usaha kita. Teknik-teknik tersebut adalah:
Perencanaan/Merencanakan: Merencanakan erat kaitanya dengan bagaimana melihat sumberdaya (potensi diri, potensi usaha, potensi produksi, potensi pemasaran), melakukan analisis terhadap kondisi faktual sekaligus meramalkan kondisi – kondisi atau perubahan pada masa datang. Dari berbagai input tersebut dibuat strategi-strategi untuk mancapai tujuan organisasi.
 Mengorganisir: Setelah merencanakan dengan baik. Mengorganisir maksaudnya, kita harus memastikan soal siapa yang malakukan apa, kapan dilakukan dan bagaimana pekerjaan dilakukan.
Jika usaha kita itu kelompok maka koordinasi dan pengawasan adalah hal penting. Koordinasi adalah upaya untuk menjaga kestabilan kinerja yang kandusif, efektif dan efisien. Sementara itu mengawasi adalah proses yang maliputi penilaian dan pengukuran hasil pekerjaan.

Bagaimana Pemanfaatan Hasil?
Jika usaha Anda berkembang baik, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Pertama dan utama jangan bagi-bagi dulu sebelum berkembang menjadi besar. Kalau Anda bagi-bagi itu sama saja dengan Anda membunuh usaha Anda. Kedua, uang Anda peroleh gunakan untuk pengembangan usaha misalnya membuka cabang baru atau membeli alat-alat atau sewa tenaga atau apa saja. Pokoknya digunakan untuk pengembangan usaha.
Ketiga adalah membangun sistem tabungan. Hasil usaha Anda perlu Anda tabung sebagian untuk kepentingan di saat-saat yang mendatang. Apakah untuk kepentingan sekolah anak, bangun rumah, kesehatan, masa depan anak. Hal-hal ini penting selama usaha Anda baru berkembang. Tetapi, jika sudah berkembang besar Anda harus bisa mengkaderkan orang dan bisa menyumbang untuk kepentingan gereja dan lainnya.

Epilog
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai potensi. Tuhan ingin manusia menemukan potensi-potensi yang ada dalam dirinya dan mengembangkan potensi itu untuk menanggapi panggilan hidup.
Salah satu potensi yang melekat pada manusia yang jarang dikembangkan manusia adalah potensi berwirausaha. Potensi usaha ini harus dikembangkan oleh manusia dan menjalaninya. Dalam menjalani usaha itu tentunya akan ada banyak tantangan tetapi tantangan itu justru akan membuat kita semakin mampu. Itu pun kalau kita menanggapinya dengan postif.
Pemuda Papua, tidak boleh tinggal diam menunggu keajaiban terjadi tiba-tiba. Sesuatu tidak akan terjadi kalau kita tidak berusaha sambil berdoa. Berpangku tangan saja mengharapkan belas kasihan orang lain adalah bukan pilihan terbaik seorang pemuda Papua saat ini. Saat ini adalah saatnya untuk semua orang kembali kepada budaya kerja, budaya berusaha.
Berkembang tidaknya saya, anda, kita dan tanah Papua ditentukan hari ini, ada di tangan kelompok pemuda. Komitmen kita untuk mengenali potensi, mengembangkan potensi diri dan berwiraswasta mulai saat ini. Jangan mengatakan nanti atau besok. Jangan cari alasan modal, alasan saya tidak bisa, dan alasan lain-lain. Berkomitmen hari untuk majukan diri Anda, Keluarga Anda, Kampung Anda, Gereja Anda dan Tanah Air kita, Papua! Tuhan Berkati!

*) Penulis Adalah Anak Muda Papua, Calon Dewan Perwakilan Daerah Papua

Berikan Komentar Anda