Balik Atas
Derita Warga Enam Kampung Di Distrik Kemtuk Gresi
 
Pewarta: Redaksi Edisi 18/07/2014
| 1713 Views
Foto :Salah satu ruas jalan yang menghubungkan
Enam kampung di Distrik Kemtuk Gresi

Bertahan di Jalan Bekas Perusahaan Jika saja, perusahaan tidak memperluas areal eksploitasinya maka derita warga di Kampung Ibub, Kampung Suna, Kampung Bring, Kampung Yansu, Kampung Jagrang dan Kampung Sawoi terus berkepanjangan

Oleh : Yan Piet F. Tungkoye
Masyarakat enam kampung, di Distrik Kemtuk Gresi yakni, Kampung Ibub, Kampung Suna, Kampung Bring, Kampung Yansu, Kampung Jagrang dan Kampung Sawoi keluhkan rusaknya jalan yang menghubugkan masing-masing kampung
Bertahun-tahun jalan yang menghubungkan antar kampung terus dalam kondisi rusak parah. Jalan berlobang, tergenang air dan longsor di sisi jalan adalah pemandangan yang selalu terlihat oleh masyarakat setempat. Asing dan tidak nyaman bagi, orang yang pertama kali datang ke wilayah itu.
Hasil kebun dan hasil buruan masyarakat di enam kampung selama ini sulit di pasarkan ke pasar-pasar yang ada di Sentani, Abe dan Jayapura guna dijadikan uang untuk membelanjakan seluruh kebutuhan, hidup masyarakat di Idstrik Kemtuk Gresi ini.
Lebih parah lagi jika musim hujan, jalanan menjadi licin akibat tanah yang longsor di badan jalan, jembatan putus, ruas jalan putus dan masih banyak kesulitan lain yang ditimbulkan oleh alam. Saat seperti ini, masyarakat hanya bisa pasrah dan menungguh waktu yang tepat dengan dibantu oleh pemerintah kampung atau distrik dapat memperbaikinya sevara swadaya.
“Kalau kondosi jalan rusak parah, maka kami hanya bisa pasrah. Semua hasil kebun dan burun kami tidak bisa di pasarkan, ada hasil kebun dan burun yang tinggal hingga membusuk,” ujar salah satu warga Kampung Bring, Elisa Nian.
Menurut Elisa, badan jalan yang terletak di enam kampung itu disebut jalan perusahaan karena meman yang mengerjakan jalan tersebut adalah salah satu perusahaan kayu terbesar di eranya, yakni PT. You Liem Sari. Jalan tersebut dibuat perusahaan bukan untuk kepentingan masyarakat tetapi unutk kepentingan eksploitasi perusahaan.
Senada dengan Elisa, salah seorang warga Kampung Yansu, Oskar Tabisu menuturkan, jalan Kampung Ibub, Suna, Bring, Yansu, Jagrang dan Sawoi ini rusak parah, jarang ada sarana transportasi ke sana, akhirnya kondisi ini mempengaruhi lambatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat dan perkembangan pembangun.
“Bukannya pemerintah tidak mmeperhatikan kami, tetapi perhatian pemerintah ke wilayah ini tidak serius, sehingga sampai sekarang kondisi jalan belum normal. Kami berharap, pemerintah dapat memperbaiki jalan yang menghubungkan kami di enam kampung sehingga kesetaraan pembangunan yang didengunkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura dapat kami nikmati,” ujar Oscar polos.
Ditambahkan, sejak tahun 1989 hingga 2013, masyarakat di enam kampung hanya menerima janji yang tidak pernah di tepati. Jikalau dana Otonomi Khusus (Otsus) digunakan untuk membangun infrastruktur maka enam kampung di Distrik Kemtuk Gresi ini ingin menyampaiakn perbaikan infrastruktur jalan.
Berikan Komentar Anda