Diduga Gunakan Material Tidak Sesuai Standar, 2 Legislator Tinjau Proyek Timbunan PLN Nabire
Pewarta: Eman You
| 438 Dibaca
EDISI TERBIT: 15 Mei 2020
Dua Anggota Legislator Kabupaten Nabire,Salmon Pigiai,S.Sos, M.Si dan Andreas Heluka ketika mendengar penjelasan dari Eka selaku pelaksana PT Rekadaya Elektrika  (Foto:Eman/PapuaLives)

NABIRE-Dua Anggota Legislator Kabupaten Nabire,Salmon Pigiai,S.Sos, M.Si dan Andreas Heluka Jumat (15/5/2020) melakukan peninjauan proyek penimbunan rencana pembangunan PLN Nabire yang kini sedang dikerjakan oleh PT Rekadaya Elektrika yang terletak di Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire-Papua.

Peninjauan tersebut dilakukan pasca adanya laporan dari sejumlah warga terkait penggunaan material yang diduga tidak sesuai standar atau hasil uji Lab.

Salomon Pigai, kepada sejumlah awak media mengatakan kedatangan Anggota Legislatif (Aleg) ke lokasi tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan.

“Ada laporan dari warga terkait penggunaan material yang diduga tidak sesuai dengan uji lab. Nah itu yang kita ingin pastikan hari ini,” tutur Salmon.

Dirinya menambahkan, keluhan tersebut membuktikan adanya rasa tanggung jawab serta peran serta warga terhadap pembangunan di Nabire.

“Keluhan itu disampaikan warga karena rasa tanggung jawab dan rasa memiliki. Saya rasa itu bagus. Karena pembangunan itu memerlukan sinergitas antara pemerintah dan rakyat,” Ungkapnya

Hal senada juga disampaikan Andreas Heluka. Menurutnya apa yang disampaikan warga tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Ini aspirasi warga. Kenapa kami datang, Agar supaya masyarakat tidak merasa diabaikan oleh DPRD, karena ada juga masyarakat yang telpon katanya akan bertindak tapi saya himbau jangan karena itu ada tahapan dan mekanismenya. Kita harus menjelaskan masalah dan jangan menimbulkan masalah baru,” bebernya.

Sementara itu, Eka selaku pelaksana PT Rekadaya Elektrika mengatakan pihaknya telah melakukan Uji Laboratorium dan hasilnya sudah sesuai dengan standar yang ditentukan.

“Kalau struktur tanah dan material yang digunakan sudah sesuai prosedur pelaksanaan, ini sudah melalui ujian labotarium,” jelasnya (**)

Berikan Komentar Anda
Share Button