Balik Atas
Dinkes Papua Fokus Imunisasi MRP Di Bagian Pegunungan
Pewarta: Redaksi Edisi 02/09/2018
| 549 Dibaca
http://www.papualives.com/wp-content/uploads/2018/01/asmat-bayi-meninggal.jpg
Ilustrasi (Foto:Dok.PapuaLives)

Jayapura,Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua tengah melakukan upaya pemberantas penyakit Measles Rubella dan Polio (MRP) karena lantaran sangat membahayakan versi anak dibawa umur 15 Tahun.

Ada beberapa daerah yang telah berhasil diatasi sepereti Jayapura telah mencapai 100% dan Kabupatern Biak mencapai 80 %. Namun saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua sedang focus untuk kearah pegunungan Papua meliputi Pegunungan Bintang, Yalimo, Yahukomo, Deiyai dan beberapa kabupaten lain.

“Sementara ini kami sedang focus di bagian Pegunungan seperti Pegunungan Bintang, Yahukimo, Deiyai dan Yalimo. Namun sedikit mengalami kesulitan karena belum ada sinergitas antara pemerinta provinsi dan kabupaten terkait imunisasi (MRP).

Hal itu disampaikan  Kepala Bidang Pemberantasan  Penyakit Menular (P2M) Dinkes Papua dr.Aaron Rumainum kepada papualives.com pada Senin (3/9/2018) kemarin via telepon selulernya.

Menurutnya, ada beberapa Puskesmas yang yang statusnya belum diagreditasi namun pihaknya mengajukan nama-nama Puskesmas di provinsi dan juga dikemetrian sehingga proses imunisasi hendak berjalan baik kelak.

“Yang perlu diperhatikan adalah di kabupaten Pegunungan Bintang karena berdekatan dengan perbatasan PNG sehingga kemungkinan via PNG bisa terkena di kabupaten tersebut sehingga harus diprioritaskan,”ujarnya.

Menurut data yang diperoleh papuakini.co telah menjelaskan bahwa ada beberapa daerah yang berhasil membatasi namun seperti Kab Paniai, Puncak dan Yalimo ini sementara dalam proses persiapan pengiriman logistic dan membangun komunikasi dengan pemda setempat.

“Sesuai Presentase Campak Per Kabupaten bahwa telah mengalami penurunan daripada kabupaten di bagian pegunungan karena baru sedang focus disana namun via pelbagai kordinasi kami bisa mengatasinya,”katanya.

Dia mengharapkan, penyakit ini sasarannya mulai dari 0 hingga 15 tahun pada anak kecil maka alangkah kokohnya para orang tu ambil kebijakan secara baik demi keselamat tunas mudah dimasa mendatang Papua ini agar para anak-anaknya itu bisa terhindar dari penyakit MRP itu.

“Kami berharap agar para orang harus peduli terhadap anak-anaknya karena jika tidak maka sangat berbahaya karena sasaran pada anak dibawa umur 15 tahun . oleh karena itu, diharapkan harus melakukan imunisasi,”tuturnya. ….

Christian Degei                                      

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM