BALIK ATAS
Dinsosnakertrans Kabupaten Jayapura Akan Bangun 21 Unit RLH
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 31st Maret 2015
| 780 DIBACA
Ilustrasi Rumah Layak Huni   : Foto : IST

Sentani,27/03/2015,PAPUALIVES.COM -Pada tahun 2015 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) akan membangun sebanyak 21 unit rumah layak huni (RLH) bagi warga miskin yang ada di daerah terisolir.
Artinya, warga miskin ini khususnya bagi komunitas adat terpencil dalam hal ini Suku Dore akan dibangun sebanyak 9 unit RLH, sedangkan untuk 8 unit RLH akan dibangun bagi warga yang dilanda konflik, yakni di Yongsu Spari dan 4 unit RLH lainnya akan dibangun bagi warga yang ada di Kampung Sama, Distrik Kemtuk.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadinsosnakertrans) Kabupaten Jayapura, Harold Monim, S.Sos, M.Si ketika ditanya wartawan harian ini, Kamis (26/3).
Harold Monim mengemukakan soal pembangunan 21 unit RLH ini sudah dianggarkan dan masuk dalam APBD Kabupaten Jayapura tahun 2015. RLH yang akan dibangun bagi warga di masing-masing tempat tersebut mempunyai tipe yang sangat berbeda dengan tahun lalu, yakni RLH dengan tipe 45.
“Jadi, pada tahun 2015 ini akan dibangun sekitar 21 unit RLH bagi warga miskin baik itu kepada komunitas adat terpencil dalam hal ini Suku Dore sebanyak 9 unit, kepada warga yang dilanda konflik di Yongsu Spari sebanyak 8 unit dan juga untuk warga di Kampung Sama, Distrik Kemtuk sebanyak 4 unit,” jelas Harold Monim.
“Kita sudah sepakat dengan teman-teman yang ada di PU dan Bappeda serta bapak Bupati Jayapura bahwa RLH untuk masyarakat itu akan kita bangun semuanya dengan tipe 45,” ucapnya.
Ditambahkannya, bahwa soal biaya pembangunan RLH ini tiap unitnya sebesar Rp 200 juta, bila dibandingkan tahun lalu hanya berkisar Rp 115 juta karena RLH yang akan dibangun ini tipenya agak besar.
“Tapi, untuk sekarang RLH yang akan dibangun itu biayanya per unitnya sebesar Rp 200 juta. Dan, yang menghitung soal biaya RLH ini dari teman-teman yang ada di Dinas PU. Jadi, kita pakai standar yang sama baik itu standar biaya harganya maupun tipenya, sehingga total keseluruhan menelan biaya sebesar Rp 4 miliar lebih,” tambahnya.
YAN PIET FESTUS TUNGKOYE/PAPUALIVES

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM