Direktur RSUD Nabire : Masuk New Normal Pelayanan Poliklinik Akan Dibuka Secara Bergantian
Pewarta: Redaksi
| 701 Dibaca
EDISI TERBIT: 8 Juni 2020
dr.Andreas Pekey,Sp.PD Direktur RSUD kabupaten Nabire, dalam salah satu kesempatan Foto:Istimewa)

NABIRE – Dalam rangka menyambut New Normal di kabupaten Nabire, Pelayanan kesehatan masyarakat di Poliklinik RSUD Nabire Akan Dibuka Secara Bergantian. “Di bagi hari supaya mengurangi kepadatan pasien, duduk akan di beri jarak.” ungkap Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey, Sp.PD, via Whatshap kepada papualives.com (08/06/2020) malam.

Selain itu, Dokter Andreas juga menjelaskan, maksud dan tujuan dibukanya pelayanan poliklinik secara bergantian tersebut untuk mengurangi kepadatan pasien yang datang berobat ke RSUD Nabire, mengingat salah satu poin penting dalam protokol kesehatan Covid-19 di masa New Normal nanti adalah physical distancing atau menjaga jarak aman.

“Sebelum pasien masuk ke poli, pasien dan keluarga wajib diukur suhu tubuhnya. Selain itu pasien dan keluarga wajib memakai masker dan mencuci tangan sebagai fungsi triage,”jelasnya via Whatshap.

Papan Informasi pelayanan Poliklinik RSUD Nabire akab dibuka secara bergantian mulai Rabu 10 Juni 2020 (Foto:Dok.RSUD Nabire)

Selain itu, Selaku Kepala BLUD RSUD Nabire menambahkan, sebelum pasien masuk ke poli, pasien dan keluarga wajib diukur suhu tubuhnya. Selain itu pasien dan keluarga wajib memakai masker dan mencuci tangan sebagai fungsi triage.

” jika dalam pemeriksaan, pasien terindikasi gejala Covid-19, maka pasien akan langsung diarahkan ke pelayanan rawat jalan atau rawat inap khusus, guna memastikan apakah pasien mengidap covid atau tidak. Namun, jika pasien tidak terindikasi atau dicurigai mengidap Covid, maka pasien bisa berobat seperti biasa di Poli dengan menjaga jarak aman.”tutur Dokter Andreas.

Lanjutnya, Petugas di poli juga akan di atur agar tidak sebanyak seperti hari biasa. Selain itu petugas juga wajib mengunakan APD khusus poliklinik.

” Jadi yang punya BPJS/ KIS  bawah rujukan dan gratis pengobatan. Tetapi bagi yang tidak punya BPJS / KIS tidak perlu rujukan puskesmas tapi bayar pengobatan.”pungkasnya.*

Berikan Komentar Anda
Share Button