DPR: Kami Kecewa dengan Pelayanan Kesehatan di Intan Jaya
Pewarta: Redaksi
| 454 Dibaca
EDISI TERBIT: 11 Maret 2020

Jayapura,  Hingga saat ini, kabupaten Intan Jaya merupakan penerima rapor merah dari dinas kesehatan provinsi Papua. Belum lama ini, komisi C DPR Kabupaten Intan Jaya turun ke lapangan langsung melihat dari dekat. Saat turun lapangan, banyak hal yang didapati disana. Salah satunya, pelayanan kesehatan yang sangat memprihatinkan

Kata Kobogau, hingga saat ini, umur kabupaten Intan Jaya sudah 14 tahun. Namun, sampai sejauh ini yang belum dibenahi itu bidang kesehatan.

“Kami lembaga DPRD Intan Jaya sangat kecewa dengan pelayanan yang tidak berjalan baik ini,” kata Ketua Komisi C DPR Intan Jaya, Melinus Kobogau melalui via seluler, Selasa (10/03/2020) siang.

Kata Kogobau, buruknya kesehatan di Intan Jaya mengakibatkan warga Intan Jaya harus berangkat ke Nabire dan Timika untuk berobat. Warga terpaksa harus keluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk pergi ke Nabire dan Timika.

DPRD Intan Jaya tambah kecewan karena hingga saat ini dinas kesehatan Intan Jaya, masih gunakan gedung Puskesmas milik distrik Sugapa yang dibangun saat masih kecamatan untuk jadikan rumah sakit umum milik Pemda padahal standarnya masih distrik.

“Kami, lembaga DPR meminta pemerintah segera memanfaatkan itu. Segera operasikan rumah sakit itu. Banyak warga yang sangat butuhkan pelayanan kesehatan,” tegasnya

Pasalnya, belum lama ini, jelas Kobogau, melalui pemerintah pusat, Pemda Intan Jaya telah bangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C dengan dana 60 M di desa Wandoga.

“Kami mendesak kepada kepala RSUD agar segera merehablitasi rumah sakit yang sudah bangun dengan dengan tahun ini dan segera diresmikan untuk jalankan pelayanan kesehatan bagi warga,” desaknya

Kobogau pertanyakan, apa tujuannya dilantik kepala RSUD Intan Jaya jika rumah sakit yang telah dibangun tidak digunakan? Karena, hingga saat ini rumah sakit yang telah dibangun halamannya sudah tumbuh rumput tinggi dan beberapa bagian telah rusak sekalipun belum digunakan.

Lanjut Kobogau, “Kami kecewa karena ketika masyarakat terserang berbagai jenis penyakit selalu lari ke Nabire dan Timika. Mereka harus keluarkan dana yang sangat besar. Padahal rumah sakit yang telah dibagun itu sudah ada namun belum dimanfaatkan.”

Sementara itu tokoh adat Intan Jaya, Frans Kobogau. Kata Frans, banyak warga tidak terlayani dengan baik. Sehingga dirinya meminta kepada DPR Intan Jaya agar bisa ketemu dengan dinas kesehatan dan rumah sakit agar dalam waktu yang dekat bisa dioperasikan

“Kami minta juga kepada pimpinan daerah lebih seriusi mengurus Intan Jaya terlebih lagi bidang kesehatan pada seluruh wilayah Intan Jaya,” ujar tokoh adat asal kampung Selemama distrik Homeyo ini.

Berikan Komentar Anda
Share Button