Balik Atas
DPRD Kab.Jayapura Minta Dispenda Selektif Berikan Izin Reklame
 
Pewarta: Redaksi Edisi 20/03/2015
| 1231 Views
Ketua DPRD Kabupaten
Jayapura, Edison Awoitauw, ST   Foto:Yan

Sentani,18/03/2015,PAPUALIVES.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura melalui ketua,
Edison Awoitauw, ST meminta dengan tegas kepada Dinas Pendapatan Daerah
(Dispenda) Kabupaten Jayapura untuk secara selektif memberikan izin reklame
bagi pihak yang ingin memasang papan reklame.

 “Jangan
karena alasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dispenda keluarkan saja izin tanpa
mengkaji pemasangan papan reklame tersebut, baik dari kedalama tancap dan
pondasi untuk berdirinya papan reklame serta hal teknhis lainnya sehingga dalam
menghadapi angin kencang seperti sekarang papan reklame itu tidak jatuh dan
membahayakan orang lain,” tegasnya.
Sebab
DPRD Kabupaten Jayapura sekarang ini sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah
(Raperda) tentang Papan Reklame yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten
Jayapura, dan beberapa waktu lalu juga pihak Legislatif telah melakukan
kunjungan kerja (Kunker) guna menjaring aspirasi mengenai Raperda Papan Reklame
tersebut. Jangan cuma tau mendorong Raperda saja, tapi hal seperti ini juga
yang harus diperhatikan.
“Hal
ini jelas sangat berbahaya jika tidak dilakukan mereka (Dispenda) karena dapat
membahayakan keselamatan dan juga jiwa dari masyarakat para pengguna jalan,
dimana pada beberapa waktu lalu kita telah ketahui ada dua buah papan reklame
yang jatuh (tumbang). Mereka diperbolehkan mengambil pajak, tapi sebelumnya itu
mereka harus melakukan pengukuran dari kekuatan papan reklame tersebut,” ujar
Edison ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/3).
Sejak
dibahas Raperda tentang Papan Reklame, ternyata Dispenda tidak pernah melakukan
pengukuran terhadap kekuatan papan reklame yang sudah dipasang di sejumlah
titik. Misalnya, papan reklame yang dipasang di jalan masuk Bandara Sentani
maupun dipasang di jalan raya Kemiri itu tumbang hingga ke badan jalan. Terkait
hal ini Dewan minta kepada Dispenda, agar melakukan pengukuran terhadap seluruh
kekuatan papan reklame yang sudah dipasang.
Menurut
Edison, bila hal ini dibiarkan seperti dua papan reklame yang tumbang maka
dapat membahayakan para pengguna jalan maupun masyarakat pejalan kaki ketika
melintas disepanjang jalan raya Sentani, Kabupaten Jayapura.
Dirinya
menambahkan bahwa hal ini bisa menjadi bumerang bagi pemerintah 
baik itu
Dispenda, Pemkab Jayapura maupun Dewan sendiri. 
“Supaya saat kita mengambil
pajak, tapi kita juga tidak mengorbankan orang lain seperti dengan kejadian
dari tumbangnya papan reklame beberapa waktu lalu,” ujarnya.
“Hal
ini yang saya nilai tidak bagus karena profesionalisme mereka dalam penataan
papan reklame masih rendah, yakni mereka tidak melakukan pengukuran dari
kekuatan-kekuatan dan juga kedalaman papan reklame ketika dipasang. Sehingga
tidak terjamin kekuatan dari papan reklame disaat sudah berdiri,” tambahnya.
Selain
itu juga terkait tata letaknya, ia meminta Dispenda mendesain tata letak dari
papan reklame tersebut. “Oleh sebab itu, papan reklame itu harus ditentukan di
posisi mana berdirinya. Supaya papan reklame ini tidak boleh ada di tempat
keramaian yang dapat membahayakan keselamatan dari masyarakat pengguna jalan
atau dapat mengorbankan jiwa orang lain,” katanya.  
Yan piet F. Tungkoye
Berikan Komentar Anda