BALIK ATAS
Dusun Kehidupan
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 16th Oktober 2014
| 870 DIBACA
Di tengah belukar sagu engkau menaruh nasibmu
Alam begitu manja menjamu dirimu setiap saat engkau menghirup khasana itu
Suasana alam tak menghambur api dendam padamu

Perahu di hiliran sunggai engkau mendayung mencari suara keselamatan
yang menghilang entalah terkubur di lumpur , bebatuan, aliran air sungai
ataukah bersembunyi dibalik bintang
Yang berwajah malaikat putih
maupun hitam menguruimu terus mendengar sapaanya buat engkau makin tuli
membising alam yang dulu dekat makin menjauh tapi ku tahu engkau anak
dari alammu
Engkau hidup di dusun kehidupan tak berwajah alam.
duniamu kini berwajah modermu: apakah penghinaan, pelecehan, pembunuhan, eksploitadi atau bahkan penghancuran alam
Ada lagi yang lain berwajah modern itu, apa katamu “berwajah modern:
uang, jabatan, pembangunan . Demi semua itu hutan yang dulu berpepohon
sagu kini berhutan sawit, sunggai dicemar, tanah milik klan kini milik
malaikat hitam, semua membalik …membalik dan terbalik
Dimana
kedupan kita, dunia hening kini jadi bising, panas berdebar hendak
membakar suasana di semua otak hanya bicara kenapa dunia hitam meraja,
kenapa dunia putih berkuasa kenapa berwajah modern kini ku tahu duri
sagu sedang menikam zaman rasa sakit mengena ditubuh sang pewaris
Aku hanya ingin mengembara mencari dunia alam yang engkau hianati dan hilangkan itu
Tak inhinku beritahumu tapi biarlah, ini kerja untuk masa depan
Dia sedang terperangkap ditengah belukar dikelilingi api tersembunyi
jauh dari singgasana dia terus disayat dan menjerit ditengah jerat
berapi yang terus membara
Alam yang dititipkan kian tergerus tak berpenghuni
semua hendak jadi penghulu zaman
Semua mulai hidup merangkak tanpa bermata nurani ….
Aku ingin dengarkanlah jeritan dusun kehidupan
Berbaliklah kehidupanku ini zaman alam bukan lagi zaman modern …
Nanti ku lanjutkan lagi dusun kehidupanku,
Natan Tebai
Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM