BALIK ATAS
Elit Parpol dan Adat Berdiri Pada Posisi Berbeda dan Memiliki Visi Misi Berbeda
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 31st Desember 2016
| 466 DIBACA

screenshot_2016-12-27-22-08-00-22
Apa yang menjadi kepentingan hak konstitusi masyatakat adat papua harus diberikan, dan jangan ada intervensi Parpol (intimidasi politik). Duta adat Lao Mohy, Letinus Jikwa, Sani Gebze, , dan 17 duta lainnya dari 5 wilayah adat yang menjadi korban arogansi politik penguasa.Jika 14 Legislator bentukan Penguasa dan Parpol di lantik pada bulan januari 2017 maka sangat memalukan dan merupakan pembunahan karter serta mentalitas adat di Papua, karena 14 Dewan tersebut nantinya hanyalah pesuruh penguasa untuk Pileg 2018 akhirnya tujuan mulia 14 kursi digilas habis oleh Parpol yang elitnya terindikasi berfoya -foya diatas penderitaan rakyat. Elitnya yang hanya pandai berjanji Palsu.

14 kursi jalur otsus pun masih dilema belum terselesaikan banyak yang tak lolos pun memberikan komentar bervariasi

“Freeport tutup (mana), Papua Referendum (mana), Buka Garuda di dada (mana), dan lain lain mana. Hanya korupsi yang menjadi kenyataan.”Kata Kaleb Woisiri ,Salah Satu Calon  yang tidak lolos tersebut dikutip diakun facebook miliknya.

Terkait hal tersebut Jhon NR Gobay yang juga menjabat Sekretaris II Dewan Adat Papua Mengatakan bahwa Kami hargai pendapat mereka yang gagal tetapi mari lihat lebih luas ini bukan kepentingan 14 orang yang terpilih atau 18 orang yang gagal tetapi ini kepentingan Masyarakat Adat Papua (MAP).

“Kami punya segudang masalah di meepago kami mau urus dengan kewenangn sebagai DPRP, memang ada anggota DPRP dari Meepagoo tetapi mereka harus juga didukung oleh anggota dari masyarakat adat. Kalo sebut kami titipan parpol atau penguasa itu keliru besar, saya tidak merasa jadi wakil parpol saya wakil adat saya kira kawan lain juga sama. Karena itu saya minta agar kami segera dilantik agar kami dapat coba kerja 1 atau 2 yang disebut gagal dilakukan itu.”katanya

Saya mau tanya mereka ini selama ini urus masyarakat adat dimana saya belum dengar jadi. Ketika masyarakat adat mendapat kekerasan dan hak adat dilanggar mereka ini ada dimana.
“jangan membungkus keinganan dengan bungkusan masyarakat adat, sebaiknya mereka siapkan diri jadi MRP, kalo bicara kerugian apa penangkatan ini biayanya kecil tidak buat alat peraga kampanye, beli suara di TPS atau PPD”tambah Gobai yang juga Salah Satu Peserta yang lolos anggota DPRP 14 kursi Dari wilayah adat meepagoo Kepada media ini

Weyambur

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM