BALIK DEPAN
Faktor Adat Istiadat,kesetaraan gender dan perlindungan anak di Mee-pago masih rendah
Diterbitkan Oleh: Redaksi on 7th Juni 2018
| 28 Dibaca
Menteri PPPA RI, Yohana Susana Yembise,ketika membuka resmi kegiatan jumpa tokoh adat di wilayah mee-pago (07/06/2018), berlangsung di hotel Mahavira Nabire (Foto:Dree/PapuaLives)

Nabire, Dalam Acara Jumpa tokoh adat wilayah Mee-Pago bersama Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia,  Yohanna Susana Yembise (07/006/2018) di hotel Mahavira Nabire

Wakil Bupati  Nabire Amirullah Hasyim SIP MM Menjelaskan Komitmen dan memastikan kesetaraan gender dan perlindungan anak di wilayah mee-pago
Masih rendah

“karena faktor masih kentalnya adat istiadat ,kurangnya pengetahuan dan keterampilan”kata Amirullah

Lanjutnya,Pemda Nabire mendorong partisipasi LSM, lembaga adat dan agama Mengembangkan lembaga kaum perempuan dalam konteks pembangunan nasional dan daerah, usaha produktif untuk perempuan.Upaya telah menunjukkan perkembangan positif, politik 2014 2019 meningkat 20 persen di DPRD, peran perempuan di jabatan publik

“Kekerasan terhadap perempuan terus menurun, banyak kasus tidak dilaporkan karena budaya patriarki.”ungkapnya

Sementara itu,Menteri PPPA,Yohanna Susana Yembise mengajak agar orangtua Jangan cepat menikahkan anak

“suruh sekolah, jangan putus sekolah,akan melanjutkan pembangunan Tanah ini”ajaknya

Lebih lanjut menteri Yohanna menegaskan bahwa jangan biarkan perempuan jadi korban. mari kita wujudkan daerah yang ramah perempuan dan anak

Dree

Berikan Komentar Anda