BALIK ATAS
FAMM Indonesia Memberikan Bantuan kepada Rumah Baca di Kampung Yaboi
PEWARTA: Hiswita Pangau PAPUALIVES.COM 5th Juni 2019
| 545 DIBACA
FAMM Indonesia memberikan bantuan ke Mama Hani Felle (kiri) Pengagas rumah baca Yaboi (Foto:Gerrald/PapuaLives)

Sentani,Setelah menempuh perjalanan darat, kemudian menggunakan spead boat selama kurang lebih 15 menit untuk tiba di tempat ini, berada di salah satu pulau di Sentani Kabupaten Jayapura. Pasca banjir bandang pada Maret lalu, dan meluapnya air danau membuat banyak warga yang tinggal di danau harus mengungsi karena air cukup tinggi, banyak rumah rusak bahkan hingga saat ini masih ada yang mengungsi.

Forum Aktivis PereMpuan Muda Indonesia (FAMM)FAMM Indonesia memberikan bantuan yang ke lima kali ini di Rumah Baca Yoboi yang didirikan/digagas oleh Mama Hani Felle dengan inisiatif sendiri menggagas untuk mendirikan rumah baca, bahkan dengan menggunakan rumah pribadi dengan fasilitas seadanya.

”  berharap ke depan ada satu bangunan khusus untuk rumah baca, agar semua hasil karya bisa di pajang dan bisa lebih luas karena disini hanya seadanya. Awalnya membuka kelompok belajar anak sejak 2011 selama tujuh tahun, kemudian april 2018 membuat terobosan Rumah Baca “ungkap mama Hani Felle adalah salah satu kader pendamping anak di kampung Yaboi.

Sebagai Fasilitator pendamping anak, Bersama Wahana Visi Indonesia(WVI) mama Hani di bantu untuk buku-buku bacaan dan di bantu oleh lima orang fasilitator tanpa di gaji, meski hanya dengan latar belakang SMA namun mau mengajar dan melayani, hanya dengan modal diberikan pelatihan dan komitmen bersama.

” Jadwal mengajar di Rumah baca Yoboi setiap hari rabu jam 2 siang sampai jam 5 sore, jadi seminggu sekali, tetapi jika ada yang mau datang membaca di luar jadwal, tetap di ijinkan.”katanya.

Lanjutnya, Ada dua pos yang di didirikan yaitu Kampung Kihiran dan Yoboi, rumah baca tidak hanya untuk anak-anak tetapi orang dewasa juga bisa datang untuk membaca yang penting ada minat baca. Mereka di ajar cara buka buku dan bagaimana menjaga buku-buku yang ada, dengan cara mengajar yang tidak kaku, berdasarkan modul yang ada, jadi di buat semenarik mungkin bersama fasilitator dan semuanya gratis.

“Anak-anak yang datang dengan latar belakang berbeda-beda, jadi kami mencoba mengenal dan memahami latar belakang mereka untuk pendekatan agar mereka merasa nyaman disini, disini ada tiga fokus yaitu Membatik, ukiran kayu dan rumah baca”jelasnya

Untuk diketahui Kondisi  saat ini  di lihat banyak yang rusak, karena air yang cukup tinggi, hingga saat ini juga masih banyak yang masih mengungsi karena air belum normal.

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM