Balik Atas
Fasilitas Kesehatan di Keerom,Bersatu perkuat layanan pencegahan,pemeriksaan dan pengobatan malaria
 
Pewarta: Gerrard Raja Edisi 29/05/2019
| 689 Views
Pertemuan Koordinasi Layanan Public Private Mix (PPM) dan Lintas Program Malaria yang dilaksanakan pada Selasa, (28/05/2019) di Aula Dinas Kesehatan Kab Keerom. (Foto:Gerrald/PapuaLives)

Keerom,Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom dengan dukungan Unicef melalui Gapai menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Layanan Public Private Mix (PPM) dan Lintas Program Malaria yang dilaksanakan pada Selasa, (28/05/2019) di Aula Dinas Kesehatan Kab Keerom.

Kegiatan ini diikuti oleh lintas program kesehatan dikunjungi Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom dan layanan kesehatan swasta yakni Klinik Santa Lusia, Klinik Perusahaan PT. Tanda Sawita Papua; layanan klinik Polres Keerom, Bagian Kesehatan Pos Pamtas TNI di Keerom; organisasi profesi kesehatan yakni Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI); dan Perdhaki.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr.Ronny JA Situmorang yang membuka kegiatan ini menyampaikan sambutannya dengan meminta seluruh layanan kesehatan baik milik pemerintah dan swasta bekerjasama untuk memberikan layanan standar yang sama untuk pemeriksaan dan pengobatan malaria. Dan berharap pertemuan ini dapat menyatukan layanan untuk bergerak bersama berantas malaria khususnya untuk menghadapi PON 2020 dan percepatan eliminasi malaria di Keerom tahun 2025.

Pada pertemuan ini juga dilakukan diskusi kelompok untuk membahas layanan pencegahan, pemeriksaan dan pengobatan malaria pada ibu hamil, balita; kemitraan layanan pemerintah dan swasta dan dukungan lintas program kesehatan untuk percepatan eliminasi.

Hasil penting yang dihasilkan dalam pertemuan ini adalah komitmen layanan klinik swasta, klinik Polri, Pos Pamtas TNI untuk memberikan pelayanan terhadap penderita malaria yang sama sesuai standar. Dan masyarakat diminta untuk tidak ragu mengakses layanan pencegahan, pemeriksaan malaria yang sama baik di fasyankes milik Pemerintah dan milik swasta karena standar pelayanan yang berikan dengan kualitas standar yang sama.

Seperti waktu pemeriksaan laboratorium malaria (secara mikroskopik) waktu pemeriksaannya sama yakni minimal 1 jam  dan  jenis /dosis obat malaria juga sama. Masyarakat juga diminta untuk tidak meminum obat untuk mengatasi malaria tanpa pemeriksaan darah/laboratorium dan tidak membeli obat malaria yang tidak sesuai standar di toko/warung. Obat Anti Malaria terbaru dan ampuh ada di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta (klinik).

 

Berikan Komentar Anda