Balik Atas
Gadis,Kaki Gunung Cyclops
 
Pewarta: Redaksi Edisi 11/11/2014
| 1523 Views
                        “Engkau bagaikan, bunga teratai yang terapung diatas danau Sentani. Itulah Si Dia gadis kaki gunung Siklop”.
Pada
suatu ketika. Saya mendatangi sebuah lapangan Futsal di dekat PT.Telkom
Tbk. Untuk mengikuti kompetisi yang dilaksanakan oleh Panitia malam
keakraban Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua (IMASEPA) Jawa Barat tahun 2014 untuk galang dana. Pas, sesampai di tempat tesebut. Ku lihat suasana sangat rame.

Seluruh
mahasiswa asal Papua yang menganyam pendidikan di wilayah Sumedang,
Cimahi, dan Bandung dapat menghadiri dalam turnamen itu. Pada kesempatan
tersebut,  saya di panggil seorang pria cakap, yang sering sapa Wenas;
Aita papi ko dari mana ? “Jii aita, za dari asrama ! Kemudian, kami dua
mulai Diskusi. Perbincangan empat mata yang sangat asik sekali. Tentang
jualan baju, dalam rangka galang dana untuk persiapan ibadah Natal
Namun,
tanpa segang-segang saya mengalihkan diskusi. Untuk dapat memperhatikan
pada gaya seorang gadis yang mengenakan baju kaos bola bernomor 10.
Belakan bajunya ditulis  “Enggo”. Dia adalah salah satu pemain dari tim
futsal Putri “Yupinai”.
Tipology dirinya, sangat sopan dan
rama. Diriku sungguh sangat penasaran. Namun, tak lama kemudian, saya
memanggil adik cewe saya. Kebetulan Adik=Ku satu tim Futsal dengan Enggo
itu. Ia bernama Mia, “Wee adik mia, Enggo yang nomor 10 itu de punya
siapa ee? Ade mia bilang,  Jiii abang. Abang sendiri yang kesana baru,
langsung tanya to  heheheeh ! “Oke baik, dik sayang, kaka Cuma tanya
saja .
Kemudian, keesok harinya. Ikatan Pelajar dan
Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiay, dan Deiyai atau yang disingkat
IPMANAPANDODE menggelar rapat. Dengan aganda, persiapan natal lokal.
Pada kesempatan itu, Cewe tersebut dapat hadir pada rapat itu . Namun,
dia duduk berhadapan dengan saya. Jujur saya merasa malu skali. Juga
saya digangguin teman-teman yang datang bersamaan.  Usai rapat, dengan
perasaan malu, saya mulai bertanya;  “ Ade, Ko punya nama siapa ? “Kaka
za punya nama Yoke !
Jeki: Ade, di Papua asal dari mana ?
Yoke: “Kaka saya dari Sentani !
Jeki: “Ohh yaa. Ade ko kenal dengan kaka Evan Ibo ka ?
Yoke: “ Ahh kaka, sa tra kenal yaa !
Saya
mulai pandang dirinya, dengan senyun. Kebetulan dilutut kakinya ada
luka lecet, kemudian saya bertanya, “Ade, luka di ade punya lutut itu
apa penyebabnya apa ? Yoke: Kaka, za jatu, pass waktu main Futsal !
Jeki: Ade ko pake Propolis boleh ! Temannya yang disamping Yoke mulai angkat bicara, Benar kaka, Pake Propolis itu cepat sembu !
Ketika
saya bertanya, pandangan dirinya, mengara ke depan. Selain itu, saya
digangguin teman-temannya yang sekampus itu. Beberapa menit kemudian,
mereka minta pamit untuk pulang. Saya juga ikut keluar dengan mereka,
dan ingin ku mengantar mereka sampe ke jalan PPI, akan tetapi saya di
gangguin Kaka Elin dan Amoye Gobai maka batal untuk mengantarnya.
“Saya
mengungkap rasa kasih sayang melalui sepotong tulisan ini, bukan
berarti saya memandang seorang gadis dari penampilan dirinya atau
kecantikan dirinya, tetapi sifat dan tipology dirinya yang ramah dan
sopan ”.
Sifat ramah dan Sopan. Psikologis
tersebut, dimiliki setiap putri melanesia di West Papua. Mereka sadar
bawah, “saya adalah seorang gadis asal Papua.
Itulah Dia seorang
gadis, dari Kaki gubung Siklop. Rama dan Sopa dirinya, Bagaikan Bunga
Teratai terapung diatas Danau sentani dengan tenang diatas permukaan AIR
.
Saya harap sepucuk Feature ini, ko baca “Hai Yoke, Gadis Sentani.
Oleh: Jackson Ikomouw*)
Berikan Komentar Anda
Link Banner