BALIK ATAS
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM
GPMI Se-Indonesia Desak Penerimaan CPNS Di Intan Jaya Prioritaskan Anak Asli Daerah
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 10th Mei 2019
| 156 DIBACA

Jayapura,Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya (GPM-I) se-Indonesia mendesak kepada panitia menerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khususnya di kabupaten Intan Jaya harus prioritaskan Orang Asli Papua atau anak asli daerah setempat .Kami menyapaikan aspirasi kepada pemerintah dalam hal ini kepada BKD dan panitia penimaan CPNS bahwa kami mahasiswa serta intelektual Intan Jaya juga mampu mengolah computer maka harus konsisten dan prioritaskan anak-anak asli daerah setempat (Intan Jaya).
Hal ini disampaikan ketua GPMI se-Indonesia Hanes Bagubau kepada wartawan, Kamis (9/5/2019) di Jayapura, kemarin.

Hanes menegaskan, jangan membatasi usia. Karena, mereka juga mau cari nasib dan untuk memberdayakan masyarakat setempat sehingga dalam penerimaan ini harus 100% untuk anak asli kabupaten Intan Jaya.
Dalam penerimaan tahun ini jika tidak prioritaskan anak asli daerah khususnya di kabupaten Intan Jaya maka kami akan melakukan aksi yang besar-besaran sampai permintaan kami dipenuhi,tegas Hanes.
Dirinya mengeluhkan, terkait aspirasi yang disampaikan GPMI pada Kamis, (9/5) di Aula Penerimaan Kodim 1705 Paniai Kabupaten Nabire tidak ditanggapi secara serius oleh panitia penerimaan.

Pemerintah provinsi Papua gagal mengimplementasikan UU No 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi Papua. Padahal, bunyi daripada UU ini memiliki makna yang amat besar. Namun Pemerintah provinsi gagal melaksanakannya. Penerimaan yang dilakukan ini pun sering mengutakan orang pendatang sehingga pengangguran OAP meningkat serta kesejahteraannya mengalami kemerosotan yang signifikan,katanya.
Menurutnya, kewenangan khusus yang di akui dan di berikan kepada provinsi Papua untuk mengatur dan mengurus kepentingan setempat menuntut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi hak-hak masyarakat Papua tersebut gagal dilakukan (dalam mengimplentasikan UU otsus tersebut belum paham 100%).

Bab XII tentang kependudukan dan tenaga kerja, pasal 26 ayat 2 memnyatakan bahwa orang asli Papua berhak memperoleh kesempatan dan diutamakan untuk mendapatkan pekerjaan dalam semua bidang pekerjaan di provinsi Papua berdasarkan pendidikan dan kealihannya,dia menjelaskan.
Dirinya berhadap, sesuai intruksi UU Otsus, pemerintah provinsi Papua dalam penerimaan CPNS provinsi Papua kali ini khususnya di kabupaten Intan Jaya harus prioritaskan anak asli Papua atau Intan Jaya.

Bukannya kami tidak mampu mengelolah computer atau jaringan internet tidak, tetapi karena selalu membatasi terus sehingga kami anak asli jadi penonton setia diatas tanahnya kami sendiri. Padahal, ini kami punya daerah. Oleh karena itu, kami minta dengan hati agar harus prioritaskan anak asli Intan Jaya,harapnya.

Pernyatan Sikap, Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya (GPMI)Se-Indonesia Sebagai Berikut:

1. Kami Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli Kabuapten Intan Jaya (GPM-I) SE-Indonesia meminta kepada pihak BKD serta panitia penerimaan CPNS agar harus mengutamakan dan fasilitasi orang asli kabupaten Intan Jaya secara (100%).

2. Kami GPMI meminta panitia penerimaan agar memasukan data calon CPNS kabupaten Intan Jaya di BKN tanpa membatasi umur.

3. Kami GPMI meminta BKD serta panitia penerimaan CPNS agar Izajah, KTP,Kartu Keluarga yang bermasalah harus memberi solusi yang baik agar diluluskan dalam legiterasi.

Redaksi

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM