Gura Besi Tokoh yang Dianggap Mithe

Ilustrasi Gura Besi Tokoh yang Dianggap Mithe      Foto :IST
Sekfamneri atau yang di kenal dengan Gura Besi, ia adalah tokoh Papua yang memiliki hubungan dengan Kesultanan Tidore antara tahun 1495 tot 1512. Gura Besi di anggap sebagai tokoh mithe, hal ini dapat di maklumi karena tidak ada “catatan” yang berkaitan dengan dirinya. Tetapi dalam catatan para penjelajah seperti Haga namanya muncul sebagai tokoh tangan kanan Sultan Jamaluddin.

Gura Besi adalah julukan yang di berikan Sultan Jamaluddin, karena (mungkin) kemahirannya dalam mengolah besi sebagai peralatan pertanian misalnya parang. Gura dalam bahasa Helmahera (?) adalah tukang, besi =besi, sehinggan nama Sekfamneri menjadi Gura Besi.
Tokoh pendidikan Papua I S Kijne menggubahnya dalam lagu;
Gurabesi(I.S. Kijne)Gurabesi telah mendaki bukit tinggi | Gurabesi telah mendaki bukit tinggi | Gurabesi telah lihat hongi, musuhnya | Hura, mambriku, Hura! | Jangan meratap, jangan menangis | Sekali pulang sobatmu | Jangan meratap, jangan menangis | Sekali pulang sobatmu.Gurabesi menang dan musuh sudah lari | Gurabesi menang dan musuh sudah lari | Gurabesi menang atas hongi, musuhnya | Hura, mambriku. Hura! | Jangan meratap, jangan menangis | Sekali pulang sobatmu | Jangan meratap, jangan menangis | Sekali pulang sobatmu.

Jauh sebelum Gura Besi muncul, F.J.F van Hasselt mencatatat, Orang Papua suka bepergian. Dalam tahun-tahun yang sudah berlalu, mereka berangkat dengan perahu-perahu besar keluar ke tempat yang jauh dari Papua, sampai ke Seram, Timor dan Makassar. Sekarang ini mereka tidak pergi jauh seperti itu lagi, tetapi mereka bisa melakukan perjalanan besar; berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lama dengan perahu-perahu mereka. Bukan kaarena mereka selalu terus berada di perahu berminggu-minggu dan berbulan-bulan, tetapi mereka suka berangkat dari satu tempat ke trmpat lain dan tinggal sementara waktu dimana-mana. Tulisan , F.J.F van Hasselt ini menjadi referensi bagi beberapa informasi penting tentang keberadaan orang Papua sebelum tahun 1400 -an
Gura Besi sendiri muncul dalam beberapa versi, ini tak lepas dari budaya tutur dalam masyarakat Papua. Gura Besi di ketahui menikah dengan putri Sultan Jamaluddin sebagai hadiah atas keberhasilan Gura Besi membantu sultan dalam perang antara Jailolo dan Helmahera.
Putri Sultan, Boki Tabiah di kawinkan dengan Gura Besi sebagai hadiah atas keberhasilannya membantu perang Sultan Jamaluddin. Selain Gura Besi, orang Papua lainnya yang mendapat hadiah (gelar) adalah, Kapita laut (Kapitarau), Djodjoe, Gimalaha, Sangadji, Soeroean, Sadaha, Major (Mayor), Kaidba (Kaiba), Dimra, Imbir dari Imbiri, dsb. Gelar pemberin Sultan ini banyak mengubah marga awal dari mereka yang pernah membantu Sultan dalam peperangan tersebut.
@kabut / Ibiroma Wamla
Berikan Komentar Anda

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.