Balik Atas
Guru ini Marah Karena Diskriminatif dalam Penerimaan Tenega Honor
 
Pewarta: Redaksi Edisi 15/04/2016
| 1099 Views
SD Negeri Wamena Papua
SD Negeri Wamena (Foto:Ronny Hisage)

Wamena,15/04/2016,PAPUALIVES.COM –  Seorang Guru SD Negeri Wamena Ibu  Agustina Mallo protes kebijakan sekolah tersebut yang menurutnya terkesan diskriminatif terhadap orang Papua  dalam menerima tenaga honor. Ia bahkan Mengusir seorang tenaga Honor yang hendak bekerja di ruang kantor SD Negeri Wamena, Kamis, 14/04/16.

Pantuan Media ini di SD Negeri Wamena, Sekitar Pukul 09:00 WIT   Ibu Agustina Malo yang hendak masuk ke ruang kantor Sekolah tersebut kaget melihat ada orang muka baru disalah satu meja kompiuter di kantor  SDN Wamena, Ibu Agustina kemudian menanyakan pemuda itu “Siapa kamu?” Tanya Ibu Agustina, kaget. Pemuda itu menjawab dirinya adalah tenaga baru yang honor di SD tersebut.

Mendengar Jawaban itu Agustina Mallo terlihat emosi dan marah. Ia protes karena sebelumnya beberapa tenaga honor orang asli Papua di sekolah itu dikeluarkan tanpa alasan yang jelas

“siapa yang terima kamu, kenapa tenaga honor orang papua disini banyak tapi kamu kasi keluar sekarang kamu mau terima kamu punya orang dari luar sana masuk. Ini SD Negeri ini ada di Papua kalian hargai” Tegas Ibu Guru Kelas VI ini, dihadapan wartawan media ini yang saat itu ada di Kantor SD Negeri Wamena untuk tujuan Lain.

Dikatakan, Jika alasannya untuk tenaga operator, banyak orang Papua juga yang bisa direkrut untuk mengoperasihkan computer apalagi hanya program Word Excel, tidak perlu harus datangkan orang dari luar

“kitorang ana-ana Papua lulusan Uncen Unipa Manokwari itu banyak bisa pake mereka disini, kalo hanya untuk operator. Tong pu ana-ana dorang yang tamatan guru juga banyak di Papua, kenapa sekolah ini macam alergi dengan guru orang Papua” tegasnya Lagi.

Lanjut Agustina, Kalau pun sekolah mau menerima tenaga baru entah guru atau operator mestinya terlebih dahulu disepakati bersama, dibicarakan saat rapat dewan guru

“harus kalo ada orang baru harus ada pertemuan kepala sekolah dan guru-guru apakah tenaga ini butuh ka tidak, jangan dengan sistem keluarga, masuk sesuka hati” Ujar Agustina.

Tidak hanya mara tapi Ibu Agustina Mallo Bahkan mengusir keluar seorang pemuda non Papua yang hendak duduk di salah satu meja ruang kantor tersebut

“keluar,keluar..! kamu pikir kami orang papua ini bodok semua k, mentang-mentang ada keluarga masuk seenaknya ini bukan sekolah keluarga ato suku ” uangkapnya dengan nada marah hingga pemuda itu keluar meninggalkan ruangan tersebut.

Kepala SD Negeri Wamena Lisna Hartati,S.Pd yang dikonfirmasih terpisah mengatakan hal berbeda. Menurutnya tenaga yang Ia rekrut merupakan hasil kesepakatan rapat dewan guru, semua suda melalui prosedur, karena kebutuhan sekolah
“sudah berkali-kali rapat kita butuh operator kompiuter untuk khususnya dapodik, tapi ibu itu jaranga ada di wamena, makanya dia protes” Ungkap Kepala sekolah.

“Bukan tanpa pertimbangan saya ambil anak itu, Anak ini tamatan SMKm dia paham kompiuter kami tidak ada hubungan keluarga juga tapi karena cukup mengerti kompiuter kami sehingga kami terima dia” katanya lagi.

Kepala Dinas Pendikan dan Pengajaran Jayawijaya Yang dikomfirmasih melalui Sekretarisnya Bambang Budiandoyo mengatakan Merupakan urusan interen sekolah, artinya kalo inikan dalam rangka pembangunan sekolah kondusif nanti kepala sekolah dan yang bersangkutan ada ditempat baru diklarifikasi

Penerimaan dengan system hubungan keluarga sebagaiman yang dituduhkan Agustina Mallo di SD Negeri Wamena ini sering terjadi juga di beberapa kantor di Wamena. sempat beberrapa waktu lalu salah seorang Pegawai Inisial BW mengeluh hal yang sama

“kantor ini orang-orang luar pendatang yang kuasai, dong pu keluarga biar tidak bisa bikin apa-apa kasi masuk saja asal dapat gaji, yang ada dikampung juga panggil datang kerja disini” Ujar BW ceritakan kondisi kantor  tempat Ia bekerja di Kabupaten Jayawijaya

Ronny Hisage

 

Berikan Komentar Anda