Hak Belum Dibayar, Petugas Medis RSUD Nabire Acam Mogok Kerja
Pewarta: Eman You
| 451 Dibaca
EDISI TERBIT: 11 Mei 2020
Aksi protes petugas media di depan BLU RSUD Nabire menuntut pembayaran ULP kepada petugas medis ASN. (Foto:Eman/PapuaLives)

NABIRE – Cuek, masa bodoh, malas tauh, walaupun mereka paham, ditengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang kini sedang mewabah di Kabupaten Nabire Papua, namun ratusan petugas medis terpaksah harus membeludak di halaman BLUD RSUD Nabire demi menuntut hak mereka kepada pihak manajemen BLUD RSUD Nabire.Senin (11/5/2020).

Aksi protes tersebut bermula dari, sampai kini Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire belum membayarkan tunjangan insentif dan ULP selama 5 bulan kepada petugas medis Aparatur Sipil Negara (ASN).

Nasip serupa juga dialami petugas medis Honorer dan Magang yang kini pertugas di BLUD RSUD Nabire pun bulum juga dibayarkan gaji mereka kurang lebih 4 bulan. Petugas mendis kerja tanpa upah.

Aksi protes pun petugas medis gencarkan di halam RSUD Nabire. Lantaran Petugas medis ASN menutut Tunjangan Insentif dan ULP. Sedangkan Honores dan Magang menuntut Gaji atau upah kerja yang hingga kini belum juga dibayarkan.

Aksi protes yang berlangsung kurang lebih sejam, diterima oleh Direktur RSUD Nabire, dr.Andreas Pekey,Sp.PD dan Wakil Direktur Abraham Marey.

Menganggapi tutuntan petugas medis, Direktur Pekey mengatakan, seperti yang sedang dikeluhkan dirinya telah memperjuangkan kepada Pemda Kabupaten Nabire, namun belum ada tanggapan dari pihak Pemda.

“Kami tidak tinggal diam, kurang lebih 2 minggu trus kami memperjuangkan kepada pihak pemda, lantaran SK Honor tersebut adalah SK Bupati Nabire,”tutur Pekei menjawab pertanyaan aksi protes.

Kendati, tidak puas dengan jawaban pihak manjemen BLUD RSUD Nabire, ratusan petugas medis segerah bergegas menuju kantor Bupati Nabire.

Sekeretaris Daerah (Sekda), Daniel Maipon,SSTP dengan seyuman khas yang memikat perhatian orang menyapa kedatangan petugas medis tersebut.ia mempersilahkan untuk menyampaikan keluhan mereka.

Dua juru bicara secara bergantian menyampaikan keluhan mereka. Sony Arongger dan Ester memberberkan semua keluhan petugas medis didepan Sekda Nabire.

Jubir Ester mengatakan, petugas medis yang kerja di RSUD Nabire bukan di RS Swasta akan tetapi RS Pemerintah. Karena itu petugas medis datang untuk menutut dua hal yakni hak honor, ULP dan tunjangan Insentif,

“Kewajiban kami sudah laksanakan, tapi mana hak kami selama 4 bulan bagi honorer dan magang, serta tunjangan Insentif dan ULP bagi kami ASN,”tagi Ester.

“Bapa wabah Corona ini, kami ini sudah garda terdapan, perajurit yang sedang bertempur lawan Corona, tapi pa tidak ada solusi dari dari instansi terkait atas hak kami,”keluh ester mata agak berkaca memohon perhatian Pemda.

Ester juga sebagai petugas medis yang bekerja di ruang bersalin mengaku, Ruang Bersalin sudah tutup. Setelah dibayarkan akan dibuka kembali.

Karena itu, Ester memohon  kebijakan Pemda untuk menyikapi hal tersebut dalam kurang waktu yang tidak berlarut lama.

Sementara itu, Sony Aroggear menegaskan, sepanjang Pemda tidak merespon tuntutan petugas medis. Sepanjang itu pulah petugas medis RSUD Nabire akan mogok kerja.

“Saat ini Ruang Bersalin sudah tutup, sedangkan Ruang Perawatan lain masih buka, tetapi jika tidak ada solusi dari Pemda, maka Ruang Perawatan lain pun kami akan tutup secara masal,”acam Aronggear.

“Mogok adalah langkah yang akan kami lakukan bila semuanya ini tidak direspon Manejemen Rumah Sakit dan oleh Pemda,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Nabire, Daniel Maipon,SSTP mengatakan, untuk yang honorer SK Bupati baru ditandatangani pada pertengahan bulan april.sehingga dalam pembayarannya mengalami keterlambatan.

Lebih lanjut Maipon mengaku, Petugas medis, Honorer maupun ASN sudah ada pemerintah dari Bupati untuk dibayarkan,sehingga dalam kurung waktu dekat proses pembayaran Gaji honorer maupun ULP dan Intensip akan segerah diproses.

Kepala BPKAD Kabupaten Nabire, Selamet mengaku, dirinya menunggu pengajuan tagian dari manajemen BLUD RSUD.

“Samapai hari ini belum ada pengajuan dari RSUD, jika sudah diajuakan kami akan proses. Tergantung manajemen RSUD, mudah-mudahan cepat diajukan supaya kami proses segerah,”akuhnya berharap. (*)

Berikan Komentar Anda
Share Button