BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Harus Ada Langkah Strategis Pelayanan Kesehatan di Papua
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 22nd Januari 2018
| 436 DIBACA

Jayapura,Kasus Kesehatan Di Papua harusnya ada langkah strategis pelayanan kesehatan di papua, terkait hal itu dibahas dalamu diskusi dengan  wartawan-wartawan yang baru pulang dari asmat (20/01/2017) di salah satu tempat di Jayapura.

Kasus meninggalnya 24 anak suku Asmat Papua akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) campak disertai gizi buruk menambah rentetan catatan kelam dunia kesehatan Tanah Air. Kasus tersebut dilaporkan terjadi hanya dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

Tidak dipungkiri, kondisi infrastruktur yang belum sempurna di tanah Papua turut menjadi pendorong kurang cepatnya akses kesehatan baik bagi pemerintah ataupun masyarakat. Berkaca pada kasus yang terjadi di Asmat yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 90 ribu jiwa dan luas geografis 31.983.60 km persegi (hampir sama luasnya dengan Jawa Tengah) namun hanya memiliki 1 RS dan 13 Puskesmas. Belum lagi ketersediaan tenaga medis yg minim, karena tidak semua tenaga medis siap di tempatkan di tanah Papua dengan kondisi seadanya.

Tidak hanya di Asmat, di pedalaman-pedalaman yang jauh dari jangkauan infrastruktur mungkin juga banyak kasus kesehatan yang tidak tertangani dengan baik. Biasanya wilayah yang minim infrastruktur akan disertai dengan minimnya akses kesehatan dan pendidikan.

Dalam Diskusi Tersebut, John NR Gobai Anggota DPR Papua Mengatakan bahwa hal tersebut,adanya kesimpulan, kedepan harusnya ada teknologi pertanian hidroponik untuk tanam sayur

“masyarakat harus di ajarkan agar ada sayur, harus ada rekayasa teknologi untuk ada sarana air bersih, pemerintah Pusat dan Provinsi harus bantu bangun Rumah Sakit tipe C yang bagus di Agats , yang perlu juga kedepan adalah evaluasi pelayanan kesehatan di papua, Karena ini umum terjadi di daerah daerah terpencil atau terjauh”ungkap Gobai.

Dalam Diskusi bersama awak media antara lain: Litha dari Koran Tempo dan Nety dari The Jakarta Pos sekaligus mendengar cerita dari pantauan para wartawan dilapangan terutama pada kasus Asmat.

Hal yang perlu diperhatikan juga tenaga kontrak harus diikat dengan aturan yang jelas, tenaga kerja jangan bosan untuk berikan pengetahuan tentang kesehatan kepada masyarakat, petugas jangan mengalah dengan ketidaktahuan masyarakat, perlu tambahan tenaga dokter di tiap distrik dengan alat kesehatan dan obat yang lengkap, disemua dinas kesehatan kabupaten yang ada di papua, di bentuk juga satgas seperti satgas kaki telanjang, untuk memperkuat bidan desa dan kader-kader kesehatan dikampung kampung, agar mereka dapat menjangkau kampung-kampung jauh, mereka perlu dibekali peralatan komunikasi, logistik, sarana transportasi serta rumah tinggal yang baik, dibangun puskesmas yang lengkap dengan rawat nginap, pembangunannya harus satu paket, (puskesmas dan rumah tinggal) dan mereka harus digaji baik, tiba tepat waktu, tidak dipotong-potong, ada SSB di daerah yang jauh, ada sarana transportasi udara dan laut yang dipakai tepat guna dan tepat sasaran peruntukan bukan untuk wisata petugas kesehatan

Berikan Komentar Anda