BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Hidup Masyarakat Kebar di tengah Perkebunan Sawit
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 27th Agustus 2018
| 136 DIBACA
Hasil gambar untuk vektor pohon sawit
Pohon Sawit (Foto:IST/PapuaLives)
Oleh : Maximus Sedik
Persaingan ekonomi secara makro membuat setiap Negara untuk bersaing dengan berbagai daya dan upaya untuk mencapai target tertentu. Yang ditargetkan terutama persaingan ekonomi secara global antara Negara maupun   Benua. Indonesia termasuk salah satu Negara di Asia Tenggara yang termasuk dalam itu sebagai Negara yang sedang maju sehingga, proses pembabatan hutan di seluruh wilayah indonesia. Terutama pembukaan lahan untuk perkebunan sawit yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan pajak Negara dan pendapatan lainnya.

Pemerintah atau Negara menerima penawaran para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini terjadi karena pemerintah melihat sedikit meningkatnya pendapatan dari sektor sawit dengan ini, Negara mengisikan perusahaan membuka lahan berhektar-hektar untuk investasi sawit. Dengan ini, mengakibatkan berbagai ekosistem yang hidup secara bergantungan atau saling membutuhkan antara satu dengan lainnya menjadi rusak. Akibat dari ini juga menghilangkan beberapa hayati khas daerah yang terancam punah. Pembukaan area hutan yang secara luas juga menimbulkan proses pertumbuhan alami menjadi hilang, karena penyemprotan bahan kimia yang secara berlebihan. Diseluruh wilayah yang menjadi daerah perusahan kelapa sawit mengalami kerusakan yang sangat besar baik tanah, air, udara, dan secara khusus hutan yang menjadi sumber pemberi oksigen utama menjadi hilang. Dan banyak hal lain yang terancam habis. Perusahaan kelapa sawit hadir di Indonesia sudah lama tetapi, yang lebih parah adalah di tahun 2014-2018. Pada tahun 2018, indonesia menduduki peringkat pertama dalam memproduksi sawit terbesar se-Asia Tenggara. Dengan ini pemerintah sekarang mempunyai target bahwa di tahun berikutnya indonesia menduduki peringkat pertama produksi sawit se-dunia. Untuk hal ini pemerintah harus memperhatikan tempat atau area dimana perusahaan tersebut beroperasi, pemerintah melakukan pengawasan yang ketat terutama masalah lingkungan alam maupun lingkungan manusia. Sehingga perusahaan tidak melakukan tindakan yang berlebihan terhadap satuan hidup yang utuh. Dan pemerintah dalam Negara mempunyai suatu kebijakan yang lebih pada pengembalian fungsi terhadap tempat dimana proyek itu ada. Budaya masyarakat setempat juga diperhatikan terutama yang berhubungan dengan alam. Perusahan memperhatikan sarana dan prasarana untuk masyarakat yang berada di tempat sekitar perusahan.

Kita melihat dengan kasat mata daerah dimana perusahan sawit berada, kondisi di wilayah tersebut tidak memungkinkan baik secara ekologis maupun sosial ekonomi lainnya.  Kita melihat bagaimana dampak yang terjadi karena akibat perkebunan sawit terhadap lingkungan. Dampak negatif yang terjadi yang telah merubah kondisi lingkungan yang sebenarnya semakin buruk, terjadi kehilangan beberapa makhluk yang berada di areal sekitar perusahan. Hal tersebut juga menimbulkan daerah disekitar juga tercemar baik itu, lingkungan maupun udara. Hasil dari pembukaan lahan dengan cara membakar  dan membuang limbah juga meracuni seluruh makhluk hidup yang dibutuhkan pemulihan kembali dengan jangka waktu yang cukup lama.

Praktik pengalihan fungsi lahan dengan menjadi lahan kelapa sawit juga menimbulkan terjadinya, bencana alam seperti banjir, longsor dan peristiwa alam lain.Dan mengakibatkan beberapa sumber penting sebagai kebutuhan hidup manusia seperti, air dan memicu sumber air di tempat tersebut menjadi kering.Peningkatan suhu udara juga tidak normal tidak sesuai dengan suhu yang sebenarnya, Dampak negatif lain juga semakin meningkat karena Praktek pengembangan sawit tidak hanya terjadi pada kawasan dimana perusahaan itu.Tetapi juga berpengaruh pada hutan produksi, hutan yang  dilindungi dan hutan yang menjadi hutan konservasi.Secara sosial kehidupan masyarakat juga sering menimbulkan gejolak konflik antara perusahan dengan masyarakat yang hidup di sekitar lokasi perusahaan. Konflik terjadi karena kesepakatan atau cara kerja perusahan terhadap masyarakat pemilik ulayat dan limbah yang ditimbulkan .

Terlihat dari hasil rumusan di atas bahwa perusahan kelapa sawit lebih pada kerugian yang besar terhadap seluruh aspek kehidupan secara khusus lingkungan yang menjadi topik utama. Keberadaan perusahan sawit di seluruh indonesia tidak menguntungkan masyarakat masyarakat yang merasakan keuntungan dari perusahan sawit itu, masyarakat kelompok tertentu. Karena terlihat dalam perkembangannya perusahan sawit yang di isikan pemerintah atas permintaan para investor menciptakan konflik yang semakin tinggi baik, antara perusahan dengan masyarakat maupun masyarakat dengan masyarakat. Karena perusahan tidak menjalankan prosedur yang sudah disetujui bersama sebelum perusahaan itu beroperasi. Dalam hal lingkungan hidup juga menjadi kasus yang sangat besar karena aktivitas perusahaan  melakukan pengelolaan yang tidak sesuai dengan kajian kelayakan lingkungan hidup atau pengelolaan tidak ramah lingkungan.Dengan hal ini, terlihat bahwa keberadaan perusahan sawit sangat merugikan kehidupan. Kehidupan masyarakat maupun kehidupan lingkungannya. Untuk mengetahui secara mendalam terhadap yang terjadi harus adanya kajian-kajian lebih mendalam terkait.

Dengan melihat seluruh persoalan yang terjadi karena kehadiran perusahan kelapa sawit. Harus adanya suatu kebijakan yang menekankan perusahan sawit di seluruh wilayah indonesia, lebih khusus pada produk hukum yang jelas sehingga mengikat setiap perusahan. Dengan dasar hukum yang jelas, maka  perusahaan melakukan seluruh aktivitasnya sesuai dengan koridornya tidak jauh dari apa yang tertera dalam lembaran hukum.Terbitnya suatu dasar hukum yang kuat dan transparan antara perusahan dengan masyarakat maupun bagaimana perilaku perusahaan dengan lingkungan. Hal ini sehingga adanya suatu penekanan yang secara tegas dari pihak yang berwenang dalam hal  pengawasan terhadap perusahan. Sehingga mengetahui apa yang dilakukan perusahaan baik secara eksternal maupun internal. Untuk ini berjalan dengan baik semuanya berjalan dengan baik dan dampak yang merugikan tidak terjadi. Dengan hal seperti ini sehingga, masyarakat juga merasakan apa yang dibuat oleh perusahan dari kehadirannya, lebih khusus pada masyarakat yang berada pada lingkungan atau dimana perusahaan itu berada. Lingkungan juga terlindung dengan baik, dan ekosistem yang unik yang ada tempat itu terlindung dengan baik. Perlindungan dilakukan dari seluruh makhluk hidup hayati maupun non hayati, terutama cara pengelolaan limbah dari pabrik maupun pengembalian fungsi lahan awal dengan jenis tumbuhan yang bisa mampu menyerap air. Dan mengembalikan beberapa diantara yang korban dalam pembukaan perkebunan kelapa sawit.

Dengan kajian diatas terlihat bahwa perusahaan sawit sangat mengancam seluruh satuan hidup, baik lingkungan maupun masyarakatnya. Ketika ini terjadi di Lembah Kebar kabupaten Tambrauw, apa yang terjadi terhadap masyarakat kita dan alam  kita. Kita semua mengetahui bahwa perusahan sawit tidak memberikan keuntungan apapun bagi masyarakat maupun lingkungan sehingga kita jangan memberikan izin untuk suatu pembukaan lahan sawi. Jangan kita sebagai anak asli yang dipercayakan untuk memimpin daerah dibalik kepemimpinan kita semuanya menjadi sia-sia. Kita semua dipercayakan untuk memimpin dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat kita. Bukan memimpin untuk membuka tangan bagi para perampok yang datang modalnya dan merampok seluruh isi kekayaan kita diatas tanah kita sendiri.

Bagaimana dengan perusahaan sawit yang direncanakan di lembah kebar Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat yang sedang berjalan ?. Apakah perusahan ini beroperasi yang di wilayah ini, atas perintah pemerintah setempat atau permainan sekelompok orang untuk kepentingannya. Siapakah yang aktor utama yang bermain sehingga perusahaan ini tetap beroperasi apakah pemerintah dan DPR ?. Mengapa PT  Bintuni Angro Prima Perkasa bisa bekerja dari awal sampai saat ini di Lembah Lebar, secara pengamatan saya masyarakat sudah melakukan berbagai upaya untuk menutup perusahaan tersebut tetapi perusahaan tetap bekerja. Sekarang mulai terdengar kekerasan mulai bekerja dari para militer yang ditugaskan untuk keamanan perusahan bahkan terjadi kontak fisik antar warga yang melakukan protes dengan salah seorang Anggota Brimob.

Mari kita semua generasi Tambrauw harus menyelamatkan hutan, manusia dan seluruh kesatuan kehidupan yang ada. Berpikir dengan waktu bukan berpikir dengan keadan dan tekanan kepentingan dan jangan sampai cara berpikir kita membunuh seluruh kehidupan di Tambrauw. Jangan menjadikan dirimu anak daerah tetapi engkau adalah pemeran utama dalam adegan ini.

Semoga

Penulis adalah Mahasiswa Tambrauw Kuliah di Yogyakarta

Berikan Komentar Anda