BALIK ATAS
IAC Menggelar Pertemuan Evaluasi Penguatan Sistem KOMUNITAS Dan Penciptaan Lingkungan KONDUSIF
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 31st Oktober 2018
| 117 DIBACA

Yogyakarta,Selama 35 tahun terakhir, HIV telah mengubah jalannya sejarah. Dampak global yang sangat besar dari AIDS dalam kaitannya dengan stigma sosial, penyakit, dan kematian yang memicu suatu pertunjukan yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu solidaritas global. HIV menciptakan gerakan sosial yang membawa orang hidup bersama dan dipengaruhi oleh HIV bersama dengan para pemimpin dunia, ilmuwan, pemerintah, masyarakat dan keluarga untuk mempromosikan tindakan yang pada akhirnya mengubah epidemi di sekitar. Jumlah orang yang
meninggal karena penyebab terkait AIDS menurun secara global di hampir semua wilayah dunia. Namun demikian, epidemi HIV masih jauh dari selesai dan terus berdampak buruk.

Indonesia adalah negara yang penting untuk mengakhiri epidemi AIDS di kawasan Asia. Setelah lebih dari tiga dekade sejak HIV tiba di negara ini, kita dapat mulai menutup bab tentang salah satu epidemi terburuk dalam sejarah modern. Indonesia adalah salah satu dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan berkomitmen untuk mengakhiri epidemi AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030.

Proyek GF ATM Komponen AIDS The Global Fund New Funding Model continuity “Indonesia HIV Response: Eliminating the AIDS Epidemic in Indonesia by 2030” (GF NFMc 2018-2020), mulai dilaksanakan pada Januari 2018 pada periode 2018-2020 dimana Inonesia AIDS Coalition sebagai salah satu organisasi berbasis komunitas yang bergerak di isu HIV/AIDS sejak tahun 2011, dipercaya untuk menjadi Sub Recipient di bawah naungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk program Community System Strengthening (Penguatan system komunitas) dan Enabling Environment for Access (Penciptaan lingkungan yang kondusif terkait akses ke layanan kesehatan). Dalam pelaksanaan program ini, IAC dibantu oleh berbagai pihak terutama Sub-sub Recipient, Jaringan Nasional, dan organisasi terkait lainnya.

Tujuan Pertemuan evaluasi dan perencanaan nasional ini merupakan kegiatan Pertemuan nasional IAC beserta SSR pelaksana serta individu yang menjadi focal point/arv monitoring di 12 Propinsi (23 district) yang bertujuan membahas/mendiskusikan topik topik terkini terkait penanggulangan HIV dari sudut pandang komunitas dengan tujuan untuk mengakhiri epidemic AIDS di Indonesia. pertemuan ini juga merupakan ajang jejaring, untuk dapat menyatukan isu dan peta jalan serta bergerak bersama untuk penangulangan HIV yang berpihak pada komunitas, dan bersama mengakhiri epidemic AIDS di Indonesia.

Tujuan khusus dari Pertemuan ini adalah

Evaluasi program dan capaian IAC dan mitra selama tahun 2018.

  1. Diskusi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program selama tahun 2018.
  2. Pembahasan topik atau isu terkait HIV dan penyelesaian masalahnya.

Hasil yang diharapkan:

  1. Meningkatnya pengetahuan semua peserta mengenai capaian dan hambatan pelaksanaan program.
  2. Adanya kesepakatan mengenai program yang akan dijalankan mitra ke depannya, termasuk dengan ketersediaan anggarannya.
  3. Adanya rekomendasi terkait program yang akan dijalankan di tahun berikutnya.
  4. Adanya kesepakatan kerjasama yang sinergis dan berkesinambungan, antar mitra yang berada di daerah.
  5. Meningkatnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS serta perkembangannya dalam berbagai bidang.
Berikan Komentar Anda