Balik Atas
Ibadah Paskah Budaya Papua,Umat Katolik Nabire Di Hidupkan Kembali
 
Pewarta: Redaksi Edisi 04/04/2016
| 1187 Views
nabire papua
Sambutan tertulis Bupati Nabire,Isaias Douw yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga Kabupaten Nabire, Blasius Nuhuyanan (Foto:Andreas Rumyaan)

Nabire,04/04/2016,PAPUALIVES.COM – Gereja Paroki Kristus Raja (KR) Siriwini Nabire diadakan Ibdah paskah nuansa budaya papua atau bisa disebut Paskah Inkulturasi Budaya Papua bagi umat Katolik yang berada di Kota Nabire dan sekitarnya ,pada hari Sabtu (2/04/2016)

Untuk bersama-sama merenungkan Peristiwa Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus dalam Nuansa Budaya Papua. Ibadah paskah ini di hadiri berbagai suku asli Papua dan suku Non Papua, sehingga ibadah paskah nuansa budaya Papua terlihat meriah dan berbedah dari Ibadah lainya.

Ibadah paskah nuansa budaya Papua di Pimpin oleh Pastor Paroki Kristus Raja (KR) Nabire, Stefanus W. Yogi, Pr. Dalam kotbahnya mengajak seluruh Suku Asli Papua agar tetap menjaga kelestarian Budaya Papua masing-masing sehinga Budaya Papua dapat terlestarikan.

Perayaan paskah nuansa budaya Papua di merikan pula pujian-pujian dari berbagai suku asli Papua yang mengiringi ibadah kudus perayaan hari raya paskah dan ibadah paskah nuansa papua diwajibkan mengenakan pakian adat masing-masing suku, serta yang belum memiliki pakian adat wajib mengenakan pakian batik Papua.

Setelah misa kudus perayaan paskah budaya nuansa papua, dilanjutkan dengan ramah tamah dan juga berbagai atraksi tarian adat yang di tampilkan masing –masing suku yang berada di Papua.

Dalam laporan ketua panitia Norbertus Mote, mengatakan sejak tahun 2005 umat Katolik papua di Nabire telah menyelenggarakan natal dan paskah nuansa budaya papua atau misa inkulturasi budaya papua namun sejak itu yang terakhir kalinya di laksankan, namun pada tahun 2016 ini tokoh agama Katolik secara spontan menyampain agar kembali dilaksankan misa inkulturasi budaya papua sehingga nilai budaya asli papua tetap terjaga.

Sehingga Misteri paskah adalah inti semua perayaan yang mengenang puncak dalam hidup dan karya Yesus, khususnya penderitaan, kemaktian dan kebangkitan. Karena itu, paskah inkulturasi budaya papua ini dapat menjadi sarana mengenang misteri penderitaan kemaktian, dan kebangkitan Kristus serta direnungkan untuk mentransformasi diri, bangkit menata hidup, berlandaskan nilai-nilai kebudayaan yang telah diwariskan oleh moyang suku-suku di Papua.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire Isaias Douw yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga Kabupaten Nabire Blasius Nuhuyanan ,menyampaikan dalam konteks pembangunan dan kehidupan di Tanah Papua dikenal istilah satu tiga batu atau tiga tali berpilin jadi satu yaitu pemerintah, adat dan gereja sehingga tidak dapat dipisakan.

Saat ditemui Norbertus Mote selaku ketua panitia mengharapkan agar kedepannya perlu dilaksankan lebih meriah yang melibatkan berbagai umat Kristen se-Kabupaten Nabire sehingga dapat merangkul semua suku yang ada di Papua maupun Non Papua, dirinya juga mengucapkan terimah kasih kepada seluruh panitia yang telah melaksankan dengan baik ibadah paskah Nuansa Budaya Papua dan mengucapkan terimah kasih kepada seluruh donator yang telah berpatisipasi.

Ibadah Paskah Nuansa Buadaya Papua tahun umat Katolik Se-Kota Nabire dan sekitarnya tahun 2016 mengambil tema : Membangun Hidup Pantang Menyerah dan Sub Tema : Dengan Semangat Kebangkitan Kristus Kita Bangkit Menata Hidup Bersama Kearifan Nilai-Nilai Budaya.

Andreas Rumyaan

Berikan Komentar Anda