Ini 11 Pernyataan Sikap FIM-WP Nabire terkait PT.FI dan PT.Blok Wabu

 

Puluhan Mahasiswa tergabung dalam FIM-WP Nabire gelar aksi jumpa pers nyatakan sikap di Asrama Intanjaya kota studi Nabire. (Foto:Jemi/PapuaLives(

NABIRE- Forum Kerukunan Independen Mahasiswa/i  West Papua (FIM-WP) Kabupaten Nabire gelar aksi jumpa pres, meminta  tutup PT.Freeport Indonesia (PT.FI) dan PT.Antam Blok Wabu.

Dalam aksi tersebut terdapat sebanyak 11 pernyataan sikap yang dikeluarkan yakni sebagai berikut:

1. Angkat kaki Dari tanah papua dan tutup PT. Freeport, bersama aktivitas eksploitasi semua perusahan Zulty national coorpooration (MCC) milik negara-negara imperialialisme.

2. Audit kekayaan dan kembalikan PT.Freeport, serta berikan pesangon untuk buruh.

3.Tarik TNI/PORLI dari tanah Papua.

4. Audit cadangan tamban dan kerusakan lingkungan.

5. Berikan hak penentuhan nasib sendri sebagai solusi demokratik bagi rakyat bangsa Papua.

6. Usut tangkap, adili dan penjarahkan aktor  pelangalan HAM selama keberadaan PT.Freeport Indonesia di Papua

7. Biarkan rakyat dan bangsa papua menyentukan masa depan pertambangan PT.Freeport  di tanah Papua.

8. Freeport wajib merehabilitasi lingungan akibat eksploitasi tambang.

9. Hentikan aktivitas MP3EI dan stop pembangunan pangkalan militer di seluruh tanah Papua.

10. Tolak kebijakan otsus jilid II, yang merupakan akar persoalan Papua di daerah reformasi ini.

11.Kami rakyat Papua menolak tegas rekomendasi yang telah keluarkan oleh pemerinta provinsi menyangkut eksploitasi PT.Antam Blok B Wabu oleh PT.MIND ID.

Nayali Kogoya selaku Ketua FIM-WP kota studi Nabire ketika di temui media papualives.com  mengatakan biarkan kami tinggal  di tanah kami sendiri.

“Tuuhan sudah berikan hikmat untuk mengolah hasil bumi untuk hidup, semua manusia sama ciptaan oleh sang ilahi di berikan pula tanah masih-masing di seluruh dunia, maka segera meninggalkan tanah kami.”tegas Kogoya, (07/04/2021)siang tadi.

Selain itu,Kogoya juga menjelaskan bahwa  Orang asli Papua (OAP)  terus lakukan perlawanan. Kekompakan rakyat Papua melawan inventasi-Inventasi yang ada di tanah Papua.

“Jika hal ini tidakk menyanggapi baik, kami terus melakukan aksi dan lain kadepan” ujarnya.

Pantauan media papualives.com di Nabire, Pembacaan pernyataan sikap secara resmi tersebut berlangsung tadi, Rabu (07/04/2021)siang tadi bertempat di Asrama Mahasiswa Intan Jaya Kota Studi Nabire di Kalibobo,Nabire berlangsung dengan sejumlah aksi protes dan memengang spanduk berjalan dengan aman dan tertib.

Berikan Komentar Anda