BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
International Day Of The Girl
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 11th Oktober 2018
| 41 DIBACA


Penulis : Hiswita Pangau

Perkawinan anak menjadi salah satu persoalan yang menghambat anak perempuan mencapai
potensi tertingginya. Berdasarkan data tahun 2016, di Indonesia secara umum, tercatat ada 1 dari 9 anak perempuan menikah di bawah usia 18 tahun.

Perkawinan anak berdampak pada partisipasi pendidikan yang rendah dimana dengan menikah di bawah 18 tahun berarti mereka
tidak menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. Selain itu pernikahan usia anak membuat anak perempuan semakin rentan terhadap kekerasan rumah tangga dan mempengaruhi kesehatan mereka selama kehamilan dan proses melahirkan.

Untuk itu, dalam rangka memperingati hari anak perempuan internasional yang
diperingati setiap tanggal 11 Oktober, USAID Bersama akan melakukan kampanye melalui media sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena perkawinan anak dan upaya pencegahannya, mendorong anak-anak perempuan untuk berani bermimpi besar meraih cita-cita sebelum memutuskan untuk menikah.

Melalui kampanye ini diharapkan
pesan-pesan salah satu bentuk kekerasan berbasis gender yaitu perkawinan anak dapat dicegah
dan meningkatkan kesadaran kritis masyarakat dan terutama anak-anak muda Papua sebagai
generasi penerus di masa mendatang.

Penulis adalah Koordinator Yayasan Ibu Papua

Berikan Komentar Anda