BALIK ATAS
IPMADE-Joglo Menghimbau Bupati Deiyai Yang Akan Terpilih Mampu Mengatasi Sampah
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 8th November 2018
| 129 DIBACA
Tumpukan sampah di salah satu tempat di Deiyai (Foto:Dok.PapuaLives)

Yogyakarta,Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Deiyai (IPMADE) Jogja-Solo menggelar diskusi rutin dengan topik tentang sampah dan pencegahannya di Kabupaten Deiyai (2/11/2018) di Asrama Deiyai Yogyakarta.

Dalam diskusi rutin Mahasiswa Deiyai Yogyakarta itu, sangat menghimbaukan kepada Bupati yang akan terpilih melalui proses hukum di Mahkama Konstitusi yang kini menjalani proses pelaporan keterangan Sengketa PSU, untuk lebih mampu dan harus mengatasi masalah sampah yang kian menjadi pencemaran Kota Waghete dan danau Tigi.

Mahasiswa Deiyai Yogyakarta sangat antusias terhadap masalah sampah yang nantinya berujung pada persoalan yang tidak diinginkan oleh masyarakat Deiyai. Hal ini di buktikan dengan tergenangnya danau Tigi pada beberapa waktu lalu, yang diakibatkan karena adanya pembuangan lumut dan sampah di muara danau Tigi.

Pemateri dalam diskusi itu, menyampaikan juga bahwa “sampah merupakan masalah yang tidak akan ada habisnya, karena selama kehidupan ini masih ada maka sampah pasti akan selalu diproduksi. Produksi sampah sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin meningkatlah sampah akan diproduksi”.

Badan Pengurus Harian Jogja dan Solo, Fabby Pigome juga memberi tanggapan bahwa Pemerintah daerah untuk periode yang akan datang mampu membuat Peraturan Daerah dengan turunan peraturan membuat tong sampah di seluruh sudut kota dan menyediakan tenaga kerja serta informasi peringatan kepada masyarakat.

Dengan adanya migran dan bertambahnya masyarakat pemerintah nanti harus sediakan pasar serta tempat penanggulangan sampah bekerja sama dengan kelompok kerja. Mengadakan tempat buang sampah di Deiyai khususnya jauh dari ibu Kota Kabupaten Deiyai, Pungkas Agus Pekei dalam diskusi.

Lanjut Deky Agapa dalam diskusi itu, bahwa perlunya kerjasama antara intansi, bila perlu pemerintah membuka salah satu badan seperti Badan Penanggulangan Sampah di Kabupaten Deiyai. Saya pikir dengan cara seperti ini mampu mengatasi sampah.

Meskipun demikian, Stepanus Agapa juga memberikan tanggapan bahwa, pemerintah Kabupaten Deiyai yang akan terpilih itu  bisa memberikan pemahaman yang baik yang artinya perlu adanya sosialisasi dari pemerintah dan juga apabila ada peraturan daerah terkait dengan sampah harus sosialisasikan peraturan itu agar terbagun antusias masyarakat terhadap sampah.

Saya pikir tidak hanya itu, untuk tanggani sampah di Deiyai perlu bentuk Satgas penanganan sampah atau bila perlu Polpp di kerakan untuk menjaga adanya pembuangan sampah dari masyarakat di kali maupun di mana saja, agar terjadi lebih kondusif lingkungan alam Deiyai. Dan penanganan sampah juga bagian dari hidup kita. Ungkap, Konaiyo Mote.

Pada akhirnya Kasih Degei dan Duntek Dogomo menyimpulkan bahwa; “dengan terpilihnya Bupati baru melalui proses Hukum di MK sehingga mereka adalah putra terbaik daerah maka mengurangi pengangguran dengan perekrutan satgas atau pekerja sampah, daur ulang dan pemerintah menyediakan sarana dan prasarana untuk mengatasi dan alat untuk pengelolaan sampah agar tidak mengakibatkan ekosistem di Deiyai menjadi rusak.

Moses Douw

Berikan Komentar Anda
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |