Jadilah Contoh , Bukan Penasihat

Foto : Ilustrasi Gambar / ist
Hari pertama masuk sekolah, sebagian murid terlambat datang ke sekolah,
mungkin karna selama liburan panjang (sebulan) banyak yg suka bangun
siang.Yang cukup menarik (walaupun bukan hal baru) adalah sebagian
anak masih beralasan “Aku telat ke sekolah gara2 mbakku ( atau
babysitter-ku) lupa bangunin aku sih, juga lupa beresin tas sekolahku!”
Bahkan ada pula beberapa yg (maaf) sampe mengatai-ngatai
pembantunya/sopirnya dgn bahasa yang kasar, dan rupanya
orangtua mereka juga sering membentak pembantu/sopir dsb, dengan sangat
kasar. Ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kebanyakan anak2 pun
pasti meniru perilaku orangtua mereka. Jika ada anak-anak yg suka
memperlakukan

pembantu/babysitter.sopir dsb dengan tidak sopan dan tanpa
kasih seolah-olah si pembantu itu budak, maka hampir bisa dipastikan
orangtuanya pun begitu juga. Kita sebagai orangtua harus selalu berusaha
menjadi teladan yang baik dengan ACTION, bukan hanya bisa menegur atau
memarahi saja. Jangan salahkan anak-anak jika mereka cenderung tidak respek
dengan orangtua yang cuma omdo (omong doank). Juga bagi kita-kita yang sudah
punya anak yang mulai beranjak dewasa, tak ada salahnya kita lebih hati-hati
jika update status di media sosial. Bukan apa-apa, kalo kita selalu
kebablasan nulis status/komen yg terlalu keras dan kasar, apa gak malu
dibaca anak kita? Belum lagi jika si anak nanti ikut-ikutan kita suka nulis
status yg negatif,kasar dsb…. kita tetap harus jaga etika walau cuma
di dunia maya sekalipun, karna jika kita apes satu hari nanti bisa “kena
batunya” lho.
Maaf jika ada yg kurang berkenan, semoga kita semua bisa introspeksi diri di tahun ajaran baru ini. Amin, Tuhan memberkati.
Siani Marlina
Berikan Komentar Anda

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.